bukamata.id – Nama Mustaqeem mendadak menjadi sorotan netizen internasional. Remaja asal Amerika Serikat ini viral setelah rutin membagikan momen saat menjadi imam Salat Jumat di area sekolahnya melalui akun TikTok @itsmustaqeemz.
Fenomena ini bukan sekadar soal ibadah, melainkan juga mencuri perhatian karena gaya kekinian Mustaqeem yang tetap stylish saat mengenakan pakaian kalcer (kasual).
Netizen pun mencetuskan istilah baru: “Solcer” gabungan kata sholeh dan kalcer untuk menandai generasi muda Muslim yang mampu menyeimbangkan ketaatan agama dengan gaya modern.
Suara Merdu dan Kepemimpinan Spiritual
Dalam setiap video yang diunggah, Mustaqeem terlihat memimpin salat Jumat dengan suara merdu dan khidmat, membuat banyak warganet terpukau.
Tidak hanya menginspirasi teman sebayanya, tindakan Mustaqeem juga menimbulkan diskusi tentang keberagaman dan toleransi di lingkungan pendidikan internasional.
Keberadaan Mustaqeem sebagai imam muda di sekolahnya menghadirkan sudut pandang baru: bahwa generasi muda Muslim dapat tetap menjaga identitas religius mereka tanpa kehilangan rasa percaya diri atau modernitas.
Inspirasi dan Tantangan bagi Generasi Muda
Fenomena Mustaqeem pun memancing respons warganet yang beragam. Banyak yang memuji keteladanan dan ketaatannya, seperti dikutip dari akun Instagram @bandung.banget, Senin (16/2/2026).
- Akun @sho*** menulis, “Gaul bukan berarti lupa akan Allah. Subhanallah.”
- @ati*** menambahkan, “Alhamdulillah… masih banyak anak-anak muda sholeh.”
- @nur*** menyatakan, “MasyaAllah… anak muda yang luar biasa.”
Namun, ada juga yang memberikan kritik membangun, menyentuh sisi fiqih dan pakaian:
- @ari*** mengingatkan tentang pentingnya pemahaman syarat sah shalat menurut Al-Qur’an dan Hadis agar generasi muda lebih memahami ilmu agama yang benar.
- @ind*** menyoroti panjang celana Mustaqeem, yang menurutnya melewati mata kaki, berbeda dengan praktik Nabi yang menunjukkan betis ketika duduk. Ia menyebut fenomena ini sebagai tantangan umat muda dalam menyesuaikan syariat dengan konteks modern.
- @fla*** menambahkan, “Banyak orang mengerjakan shalat namun tidak mendapatkan pahala karena tidak tumakninah. Ibadah di akhir zaman disamakan dengan menggenggam bara api, sulit dan penuh risiko.”
Dampak Positif Fenomena “Solcer”
Keberadaan Mustaqeem telah menjadi sumber inspirasi bagi pelajar Muslim lainnya di seluruh dunia. Banyak anak muda merasa termotivasi untuk lebih percaya diri menunjukkan identitas agama mereka, baik di sekolah maupun di lingkungan publik, tanpa takut dianggap “berbeda”.
Fenomena ini juga membuka dialog penting tentang keberagaman, toleransi, dan kreativitas dalam mengekspresikan iman di era globalisasi. Dalam konteks pendidikan internasional, Mustaqeem membuktikan bahwa agama dan gaya hidup modern tidak harus saling bertentangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










