Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Generasi 2000-an Pasti Kenal! Sosok Cover Lagu MP3 Ini Meninggal Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 21:01 WIB

Viral Pemalakan Sopir di Bandung Barat, Royan Sulaeman alias Gayung Ditangkap

Kamis, 15 Oktober 2026 20:24 WIB

Makin Gacor di Persib, Mariano Peralta Siap Bikin Persik Ketar-ketir?

Kamis, 15 Oktober 2026 20:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Generasi 2000-an Pasti Kenal! Sosok Cover Lagu MP3 Ini Meninggal Dunia
  • Viral Pemalakan Sopir di Bandung Barat, Royan Sulaeman alias Gayung Ditangkap
  • Makin Gacor di Persib, Mariano Peralta Siap Bikin Persik Ketar-ketir?
  • Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib
  • Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh
  • Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah
  • Persib Didenda Rp50 Juta, Luka Menalo Rusak LED Board dan Kaca Ruang Ganti
  • Beda Kelas atau Beda Nasib? Aiswarya Bawa Pulang Mahkota, Reno Pulang Dihujat Satu Indonesia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus ZAAQ Kian Terkuak! Polisi Periksa Psikologis Pelaku, 13 Saksi Diperiksa

By SusanaSenin, 16 Februari 2026 14:30 WIB3 Mins Read
pembunuhan
Ilustrasi korban meninggal.Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra memastikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku pembunuhan pelajar SMP berinisial ZAAQ (14) yang ditemukan tewas di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah ini diambil untuk menggali lebih dalam motif dan kondisi mental pelaku saat melakukan aksi keji tersebut.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, khususnya eksekutor, oleh psikolog. Pemeriksaan ini untuk mendalami pemicu atau motif sebenarnya dari perbuatannya terhadap korban,” ujar Niko.

Motif Sakit Hati Jadi Pemicu

Dua pelaku yang telah diamankan yakni YA (16) sebagai eksekutor dan APM (17) yang turut membantu. Keduanya merupakan warga Kampung Ciduga-Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Salah satu pelaku diketahui masih berstatus pelajar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Korban disebut ingin mengakhiri hubungan pertemanan dengan pelaku.

Menurut Kapolres, keluarga korban sebelumnya merasa khawatir atas pergaulan anaknya hingga memutuskan memindahkan sekolah korban ke Bandung. Korban kemudian berusaha menjaga jarak dan menyatakan ingin mengakhiri pertemanan.

“Hal itulah yang menjadi pemicu emosi pelaku. Ia merasa sakit hati hingga akhirnya merencanakan aksi tersebut bersama APM,” jelas Niko.

Kronologi Pembunuhan di Eks Kampung Gajah

Peristiwa tragis ini bermula saat YA dan APM menemui korban sepulang sekolah di kawasan SMPN 26 Sukajadi, Kota Bandung. Setelah itu, korban diajak menuju area bekas wisata Kampung Gajah di Parongpong.

Di lokasi yang kini terbengkalai tersebut, YA mengajak korban masuk lebih dalam ke area wahana lama, sementara APM menunggu di gerbang untuk mengawasi situasi.

Diduga terjadi percekcokan antara korban dan pelaku. Dalam kondisi emosi, YA memukul kepala korban menggunakan botol yang ditemukan di sekitar lokasi. Saat korban melemah, pelaku kemudian menusukkan pisau sangkur yang telah dibawanya dari Garut sebanyak delapan kali.

Setelah memastikan korban tak berdaya, pelaku membawa ponsel dan jaket korban sebelum meninggalkannya di lokasi hingga akhirnya meninggal dunia.

Ditemukan oleh Kreator Konten

Jasad ZAAQ ditemukan pada Jumat, 13 Februari 2026, oleh seorang kreator konten yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial di kawasan tersebut. Sebelumnya, korban telah dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Senin, 9 Februari 2026.

Penemuan itu menjadi titik terang pengungkapan kasus yang sempat menghebohkan warga Bandung dan sekitarnya.

13 Saksi Diperiksa, Termasuk Ahli Psikologi

Hingga kini, kepolisian telah memeriksa sedikitnya 13 saksi untuk memperkuat konstruksi perkara, termasuk saksi ahli dari psikolog.

Pemeriksaan psikologis terhadap pelaku dinilai penting, mengingat keduanya masih di bawah umur dan motif kejahatan dipicu faktor emosional.

Kasus pembunuhan pelajar SMP di Kampung Gajah ini menjadi peringatan serius bagi orang tua dan sekolah tentang pentingnya pengawasan pergaulan remaja serta kewaspadaan terhadap lokasi terbengkalai yang rawan tindak kriminal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Pemalakan Sopir di Bandung Barat, Royan Sulaeman alias Gayung Ditangkap

Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib

Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.