bukamata.id – Isu dugaan ketidaksesuaian dana donasi untuk Pak Santoso, penjual tisu penyandang disabilitas yang hanya memiliki satu kaki, ramai diperbincangkan di media sosial. Perhatian publik muncul setelah akun Instagram @bimzki mempertanyakan perbedaan nominal pencairan dana dengan uang yang disebut diterima penerima manfaat.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut data pencairan di platform KitaBisa menunjukkan nominal Rp14,3 juta. Namun, Pak Santoso disebut hanya menerima Rp600 ribu.
“Di platform KitaBisa tertera sudah ada pencairan 14,3 jt. Pak Santoso menyatakan cuma menerima 600 ribu,” tulis akun @bimzki.
Akun tersebut juga mempertanyakan penjelasan mengenai biaya iklan yang disebut mencapai Rp14,3 juta, sementara unggahan itu turut menyinggung biaya platform sebesar Rp2,5 juta.
“Siapa yang maling di sini? Korupsi atau salah tulis?” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Pernyataan itu memicu perdebatan warganet dan mendorong munculnya desakan agar pengelolaan dana donasi dijelaskan secara transparan. Meski demikian, pertanyaan dalam unggahan tersebut merupakan bentuk tuntutan klarifikasi dan belum membuktikan adanya penyelewengan dana.
KitaBisa Jelaskan Dana Rp600 Ribu dan Biaya Iklan
Menanggapi kekhawatiran publik, akun Instagram @kitabisacom memberikan penjelasan melalui kolom komentar akun @fedgramindo.
KitaBisa menyatakan bahwa uang Rp600 ribu yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan bantuan tambahan dari pihak yayasan kepada Pak Santoso saat asesmen awal.
“Terkait galang dana Pak Santoso, dana 600 ribu itu adalah bantuan tambahan dari pihak yayasannya saat assessment pertama,” tulis akun @kitabisacom.
KitaBisa kemudian menjelaskan bahwa penggalangan dana Pak Santoso dioptimalkan melalui iklan digital agar kampanye tersebut menjangkau lebih banyak orang dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membantu.
“Dan per minggu, galang dana Pak Santoso lalu baru dioptimasi via ads dengan biaya 14 juta, tujuannya agar dana sudah digunakan agar semakin banyak orang bisa ikut membantu,” lanjut akun tersebut.
Menurut penjelasan KitaBisa, biaya iklan itu dibayarkan kepada Meta Ads dan TikTok berdasarkan persetujuan penggalang dana.
“Dana tersebut ini sepenuhnya dibayarkan ke Meta Ads dan Tiktok, berdasarkan kesepakatan penggalang dana melalui consent letter kedua belah pihak, Kitabisa gak ngambil keuntungan samsek ya dari sini,” tulis akun tersebut.
KitaBisa Sebut Penyaluran Bantuan Dilakukan Bertahap
KitaBisa juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan kepada Pak Santoso sedang berlangsung secara bertahap. Dalam tanggapan yang sama, platform tersebut menyebut penyaluran telah mencapai Rp20 juta pada sore hari ketika pernyataan itu disampaikan.
“Karena itu, penyaluran dana untuk Pak Santoso sedang dimulai secara bertahap, (per sore ini 20 juta),” tulis akun @kitabisacom.
Pihak KitaBisa menyatakan masih berkoordinasi dengan yayasan dan penerima manfaat untuk menangani persoalan tersebut.
“Kitabisa sebagai platform lagi terus koordinasi sama pihak yayasan dan penerima manfaat ya,” lanjutnya.
Penjelasan itu menjadi bagian penting dalam memahami polemik yang berkembang. Namun, rincian mengenai total donasi terkumpul, biaya promosi, pencairan dana, dan bantuan yang telah diterima Pak Santoso masih perlu dipastikan secara menyeluruh agar publik memperoleh gambaran yang utuh.
Hingga informasi dalam unggahan yang menjadi dasar pemberitaan ini, penjelasan yang tersedia berasal dari akun @bimzki dan tanggapan akun KitaBisa. Klarifikasi langsung dari Yayasan Respek Peduli dan Pak Santoso diperlukan untuk memastikan seluruh informasi serta menjawab pertanyaan publik mengenai pengelolaan dana donasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










