Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video syur

Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial

Selasa, 13 Oktober 2026 16:04 WIB

Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!

Selasa, 13 Oktober 2026 16:02 WIB

Kasus Kekerasan di Rumah Sakit Cirebon: Perawat Diduga Dianiaya Dokter Spesialis Gara-gara Tolak Asmara

Selasa, 13 Oktober 2026 15:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial
  • Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!
  • Kasus Kekerasan di Rumah Sakit Cirebon: Perawat Diduga Dianiaya Dokter Spesialis Gara-gara Tolak Asmara
  • Garuda Pertiwi Muda Menggila! Sapu Bersih 3 Laga, Cetak 10 Gol dan Lolos ke Piala Asia
  • Diduga Hilang Kendali karena Mengantuk, Mobil Naik ke Taman Dago
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Utang Rp25 Juta Berujung Maut? Fakta Baru Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang
  • Waspada Framing dan Penggiringan Opini, Praktisi Media Ini Ajak Publik Bijak Sikapi Kasus PT BDS
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika

By SusanaSelasa, 13 Oktober 2026 15:36 WIB5 Mins Read
Workshop bertajuk “PR in Digital Age: Algorithmic, Engagement and Collaboration in The Vortex of Law and Ethics”. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perkembangan teknologi digital menuntut praktisi hubungan masyarakat (humas) untuk terus beradaptasi. Kemampuan menyampaikan pesan tidak lagi cukup, tetapi juga perlu didukung pemahaman tentang algoritma platform, keterlibatan audiens, kolaborasi lintas kanal, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika profesi.

Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam workshop bertajuk “PR in Digital Age: Algorithmic, Engagement and Collaboration in The Vortex of Law and Ethics” yang diselenggarakan Jurusan Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kegiatan ini menghadirkan Darajat Wibawa sebagai pemateri dan diikuti mahasiswa Hubungan Masyarakat semester 5. Melalui diskusi interaktif, mahasiswa diajak memahami tantangan sekaligus strategi menjalankan praktik kehumasan di tengah perubahan lanskap komunikasi digital.

Algoritma dan SEO Jadi Kunci Distribusi Informasi

Dalam pemaparannya, Darajat menjelaskan bahwa praktik humas terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Di era digital, keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pesan, tetapi juga oleh kemampuan praktisi memahami mekanisme platform yang digunakan untuk menyebarkan informasi.

Algoritma menjadi salah satu aspek penting karena berpengaruh terhadap bagaimana konten didistribusikan dan ditemukan oleh audiens. Karena itu, praktisi humas perlu memahami karakteristik setiap platform agar pesan organisasi dapat menjangkau sasaran yang tepat.

“Algoritma adalah aturan yang dibuat oleh platform. Jadi misalnya tulisan atau press release teman-teman ingin mendapatkan nilai dari platform tersebut, pahami betul apa yang menjadi aturannya,” ujar Darajat.

Baca Juga:  Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Ia juga menyoroti pentingnya optimasi mesin pencari atau Search Engine Optimization (SEO) dalam mendukung distribusi informasi. Pemahaman SEO dapat membantu praktisi humas menyusun konten yang lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari, sehingga informasi organisasi memiliki peluang menjangkau audiens yang lebih luas.

Bagi mahasiswa humas, pemahaman tersebut menjadi bekal untuk merancang strategi komunikasi yang tidak hanya menarik dari sisi isi, tetapi juga mempertimbangkan cara penyampaian dan distribusinya di ruang digital.

Engagement Bukan Sekadar Angka Interaksi

Selain algoritma, Darajat menekankan pentingnya engagement atau keterlibatan audiens dalam praktik public relations. Jangkauan yang luas tidak serta-merta menunjukkan keberhasilan komunikasi apabila tidak disertai interaksi yang bermakna dengan publik.

Engagement dapat menjadi instrumen strategis untuk membangun hubungan, mendorong partisipasi, serta menumbuhkan kepercayaan terhadap organisasi. Respons audiens juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas pesan dan menentukan langkah komunikasi berikutnya.

Dengan demikian, praktisi humas perlu melihat audiens bukan hanya sebagai penerima informasi, melainkan sebagai pihak yang memiliki peran dalam membentuk dinamika komunikasi organisasi.

Pendekatan tersebut menuntut kemampuan membaca kebutuhan publik, memahami respons terhadap pesan, dan menjaga hubungan secara berkelanjutan melalui berbagai kanal digital.

Kolaborasi Jadi Fondasi Strategi Humas Modern

Baca Juga:  Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Pembahasan berikutnya menyoroti kolaborasi sebagai bagian penting dalam strategi komunikasi modern. Menurut Darajat, keberagaman kanal digital membuat organisasi perlu memastikan pesan yang disampaikan tetap selaras dan mendukung tujuan komunikasi yang sama.

“Saat ini kolaborasi tidak lagi sekadar menjadi fungsi pendukung organisasi, melainkan telah menjadi fondasi strategis atau core strategic foundation. Di tengah beragamnya kanal komunikasi digital, kolaborasi diperlukan untuk menyelaraskan pesan dan memperkuat strategi komunikasi lintas platform,” ucap Darajat.

Kolaborasi memungkinkan praktisi humas menyatukan berbagai sumber daya, memperluas jangkauan komunikasi, serta memperkuat konsistensi pesan di berbagai platform. Dalam praktiknya, strategi ini juga membutuhkan koordinasi agar komunikasi yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Bagi mahasiswa Hubungan Masyarakat, pemahaman tentang kolaborasi menjadi penting untuk menghadapi kebutuhan profesi yang semakin kompleks. Praktisi humas dituntut mampu bekerja lintas bidang sekaligus merancang komunikasi yang terintegrasi.

Hukum dan Etika Tetap Jadi Pegangan Praktisi Humas

Di tengah kemudahan penyebaran informasi, Darajat mengingatkan bahwa strategi komunikasi digital harus tetap berjalan sesuai ketentuan hukum dan etika profesi.

Kemampuan mengelola algoritma, meningkatkan interaksi, dan membangun kolaborasi perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Hal ini penting agar upaya membangun citra organisasi tidak mengabaikan prinsip profesionalisme.

Dalam sesi tersebut, Darajat turut memaparkan sembilan prosedur pengaduan kepada Dewan Pers sebagai bagian dari pembahasan mengenai penanganan persoalan yang dapat muncul antara humas organisasi dan media.

Baca Juga:  Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Materi ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya memahami mekanisme penyelesaian pengaduan serta menjaga hubungan profesional dengan media. Pemahaman terhadap aspek hukum dan etika diharapkan membantu calon praktisi humas menghadapi persoalan komunikasi secara tepat dan bertanggung jawab.

“Citra merupakan tujuan utama yang ingin dicapai melalui praktik humas. Untuk membangunnya, praktisi perlu memahami strategi komunikasi secara menyeluruh, mulai dari cara kerja algoritma, membangun engagement, hingga memperkuat kolaborasi,” jelas Darajat.

Mempersiapkan Calon Praktisi Humas yang Adaptif

Workshop ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori komunikasi dengan tantangan praktik kehumasan di era digital. Materi yang disampaikan mencakup aspek teknis distribusi informasi, pengelolaan hubungan dengan audiens, kolaborasi strategis, hingga tanggung jawab hukum dan etika.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai peran humas dalam membangun dan menjaga citra organisasi di tengah perubahan ekosistem media.

Bekal tersebut juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi calon praktisi public relations yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu membangun keterlibatan publik, mengembangkan kolaborasi, serta tetap berpegang pada hukum dan etika profesi.

Dengan menguasai aspek-aspek tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perubahan komunikasi digital, tetapi juga menyusun strategi kehumasan yang terarah, profesional, dan berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Ilmu Komunikasi Humas mahasiswa humas UIN Bandung UIN Sunan Gunung Djati Bandung workshop PR digital
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi video syur

Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial

Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!

Kasus Kekerasan di Rumah Sakit Cirebon: Perawat Diduga Dianiaya Dokter Spesialis Gara-gara Tolak Asmara

Diduga Hilang Kendali karena Mengantuk, Mobil Naik ke Taman Dago

Utang Rp25 Juta Berujung Maut? Fakta Baru Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang

Waspada Framing dan Penggiringan Opini, Praktisi Media Ini Ajak Publik Bijak Sikapi Kasus PT BDS

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.