Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video syur

Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial

Selasa, 13 Oktober 2026 16:04 WIB

Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!

Selasa, 13 Oktober 2026 16:02 WIB

Kasus Kekerasan di Rumah Sakit Cirebon: Perawat Diduga Dianiaya Dokter Spesialis Gara-gara Tolak Asmara

Selasa, 13 Oktober 2026 15:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial
  • Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!
  • Kasus Kekerasan di Rumah Sakit Cirebon: Perawat Diduga Dianiaya Dokter Spesialis Gara-gara Tolak Asmara
  • Garuda Pertiwi Muda Menggila! Sapu Bersih 3 Laga, Cetak 10 Gol dan Lolos ke Piala Asia
  • Diduga Hilang Kendali karena Mengantuk, Mobil Naik ke Taman Dago
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Utang Rp25 Juta Berujung Maut? Fakta Baru Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang
  • Waspada Framing dan Penggiringan Opini, Praktisi Media Ini Ajak Publik Bijak Sikapi Kasus PT BDS
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Kekerasan di Rumah Sakit Cirebon: Perawat Diduga Dianiaya Dokter Spesialis Gara-gara Tolak Asmara

By Aga GustianaSelasa, 13 Oktober 2026 15:58 WIB3 Mins Read
Ilustrasi penganiayaan. Internet
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia kesehatan di Cirebon dihebohkan dengan dugaan kasus penganiayaan brutal yang menimpa seorang tenaga medis perempuan. Seorang perawat berinisial T (30), yang merupakan warga Kabupaten Majalengka, melaporkan seorang dokter spesialis di sebuah rumah sakit swasta Cirebon atas dugaan tindakan kekerasan fisik secara beruntun. Peristiwa kelam ini disinyalir berakar dari penolakan korban atas ajakan hubungan asmara dari sang dokter, meski pihak kepolisian masih mendalaminya lebih lanjut.

Insiden mengerikan tersebut bermula saat korban tengah sibuk menjalankan shift jaga di lingkungan rumah sakit tempatnya bekerja. Di tengah aktivitasnya, terduga pelaku secara mendadak mendatangi korban dan memaksanya beranjak ke sebuah sudut tersembunyi di area belakang tangga dekat lift yang sudah lama tidak terpakai.

“Saya lagi kerja, tiba-tiba diajak sama dokter tersebut untuk ikut ke ruangan di belakang tangga dekat lift,” ujar T saat menceritakan kejadian yang dialaminya, Selasa (13/10/2026).

Tanpa buang waktu, begitu tiba di ruang tertutup tersebut, kemarahan terlapor langsung memuncak lewat bentakan dan cacian. Suasana yang menakutkan itu dengan cepat berujung pada tindakan fisik, di mana pelaku melayangkan tamparan keras dan pukulan bertubi-tubi ke arah wajah korban.

Baca Juga:  Dokter Residen FK Unpad Diduga Perkosa Penunggu Pasien di RSHS Bandung, Korban Sempat Dibius

Akibat hantaman telak tersebut, area hidung korban mengalami luka parah hingga mengucurkan darah segar. Kondisi fisik T mendadak drop dan hampir kehilangan kesadaran akibat hantaman membabi buta itu.

“Datang ke ruangan itu, langsung dibentak dan ditampar. Lalu hidung saya dipukul sampai saya mau pingsan,” tuturnya.

Di tengah situasi yang mencekam dan darah yang terus mengalir dari hidungnya, T berupaya mencari celah untuk meloloskan diri. Peluang itu muncul tatkala pelaku sempat beranjak meninggalkan ruangan sejenak demi mengambil sehelai tisu.

Tanpa membuang detik, korban langsung berlari meninggalkan tempat kejadian guna mencari bala bantuan dari orang sekitar.

“Hidung saya sudah berdarah. Pelaku bilang tunggu sebentar karena mau mengambil tisu. Setelah pelaku pergi, saya langsung mencoba lari dari ruangan tersebut untuk meminta pertolongan,” katanya.

Baca Juga:  Gibran Lakukan Kunjungan Balasan ke Kediaman Ulama di Cirebon

Nahas, pelarian korban tidak berjalan mulus. Ketika ia bergegas menuju lift untuk turun ke lantai bawah, langkahnya kembali tepergok oleh sang dokter spesialis.

Tanpa ampun, korban ditarik paksa kembali ke ruangan semula. Di sana, kekejaman kembali berlanjut berupa dorongan keras hingga tendangan telak yang menghantam bagian kepala T hingga fisiknya semakin tak berdaya.

“Saat mau kabur menggunakan lift, saya malah ketahuan. Saya langsung diseret kembali ke ruangan, lalu ditendang di bagian kepala sampai nyaris pingsan,” ungkapnya.

Usai menganiaya korban hingga tak berdaya, terlapor tega meninggalkan T seorang diri di dalam ruangan gelap tersebut. Dalam kondisi tubuh penuh luka dan trauma mendalam, korban akhirnya berhasil menghubungi pihak keluarga untuk menjemputnya pulang. Tak terima atas perlakuan tidak senonoh dan keji tersebut, korban resmi membawa kasus ini ke ranah hukum melalui laporan kepolisian.

Langkah Tegas Kepolisian: Panggil Pelapor hingga Terlapor

Di sisi lain, jajaran Satreskrim Polresta Cirebon bergerak cepat merespons laporan tersebut. Konfirmasi atas masuknya aduan kekerasan ini disampaikan langsung oleh pihak kepolisian yang kini memegang kendali penuh atas penyelidikan kasusnya.

Baca Juga:  Lansia Tewas Usai Penganiayaan di Minimarket Bandung, Terungkap Terkendala Biaya Operasi

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, menyatakan bahwa penanganan perkara kini difokuskan di bawah kewenangan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Benar, laporannya sudah ada. Sekarang sedang dilakukan penyidikan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kompol Irfan mengonfirmasi bahwa serangkaian pemeriksaan maraton telah digulirkan. Sejumlah pihak kunci, mulai dari korban selaku pelapor, dokter terlapor, hingga para saksi di tempat kejadian perkara, telah dimintai keterangan secara mendalam.

“Yang sudah diperiksa oleh penyidik, pelapor, terlapor, dan juga saksi,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih terus bergulir di kepolisian. Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk menguak motif asli di balik tragedi ini serta memastikan pihak yang bersalah mendapat sanksi setimpal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Dokter penganiayaan perawat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi video syur

Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial

Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!

Diduga Hilang Kendali karena Mengantuk, Mobil Naik ke Taman Dago

Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika

Utang Rp25 Juta Berujung Maut? Fakta Baru Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang

Waspada Framing dan Penggiringan Opini, Praktisi Media Ini Ajak Publik Bijak Sikapi Kasus PT BDS

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.