bukamata.id – Dunia kesehatan di Cirebon dihebohkan dengan dugaan kasus penganiayaan brutal yang menimpa seorang tenaga medis perempuan. Seorang perawat berinisial T (30), yang merupakan warga Kabupaten Majalengka, melaporkan seorang dokter spesialis di sebuah rumah sakit swasta Cirebon atas dugaan tindakan kekerasan fisik secara beruntun. Peristiwa kelam ini disinyalir berakar dari penolakan korban atas ajakan hubungan asmara dari sang dokter, meski pihak kepolisian masih mendalaminya lebih lanjut.
Insiden mengerikan tersebut bermula saat korban tengah sibuk menjalankan shift jaga di lingkungan rumah sakit tempatnya bekerja. Di tengah aktivitasnya, terduga pelaku secara mendadak mendatangi korban dan memaksanya beranjak ke sebuah sudut tersembunyi di area belakang tangga dekat lift yang sudah lama tidak terpakai.
“Saya lagi kerja, tiba-tiba diajak sama dokter tersebut untuk ikut ke ruangan di belakang tangga dekat lift,” ujar T saat menceritakan kejadian yang dialaminya, Selasa (13/10/2026).
Tanpa buang waktu, begitu tiba di ruang tertutup tersebut, kemarahan terlapor langsung memuncak lewat bentakan dan cacian. Suasana yang menakutkan itu dengan cepat berujung pada tindakan fisik, di mana pelaku melayangkan tamparan keras dan pukulan bertubi-tubi ke arah wajah korban.
Akibat hantaman telak tersebut, area hidung korban mengalami luka parah hingga mengucurkan darah segar. Kondisi fisik T mendadak drop dan hampir kehilangan kesadaran akibat hantaman membabi buta itu.
“Datang ke ruangan itu, langsung dibentak dan ditampar. Lalu hidung saya dipukul sampai saya mau pingsan,” tuturnya.
Di tengah situasi yang mencekam dan darah yang terus mengalir dari hidungnya, T berupaya mencari celah untuk meloloskan diri. Peluang itu muncul tatkala pelaku sempat beranjak meninggalkan ruangan sejenak demi mengambil sehelai tisu.
Tanpa membuang detik, korban langsung berlari meninggalkan tempat kejadian guna mencari bala bantuan dari orang sekitar.
“Hidung saya sudah berdarah. Pelaku bilang tunggu sebentar karena mau mengambil tisu. Setelah pelaku pergi, saya langsung mencoba lari dari ruangan tersebut untuk meminta pertolongan,” katanya.
Nahas, pelarian korban tidak berjalan mulus. Ketika ia bergegas menuju lift untuk turun ke lantai bawah, langkahnya kembali tepergok oleh sang dokter spesialis.
Tanpa ampun, korban ditarik paksa kembali ke ruangan semula. Di sana, kekejaman kembali berlanjut berupa dorongan keras hingga tendangan telak yang menghantam bagian kepala T hingga fisiknya semakin tak berdaya.
“Saat mau kabur menggunakan lift, saya malah ketahuan. Saya langsung diseret kembali ke ruangan, lalu ditendang di bagian kepala sampai nyaris pingsan,” ungkapnya.
Usai menganiaya korban hingga tak berdaya, terlapor tega meninggalkan T seorang diri di dalam ruangan gelap tersebut. Dalam kondisi tubuh penuh luka dan trauma mendalam, korban akhirnya berhasil menghubungi pihak keluarga untuk menjemputnya pulang. Tak terima atas perlakuan tidak senonoh dan keji tersebut, korban resmi membawa kasus ini ke ranah hukum melalui laporan kepolisian.
Langkah Tegas Kepolisian: Panggil Pelapor hingga Terlapor
Di sisi lain, jajaran Satreskrim Polresta Cirebon bergerak cepat merespons laporan tersebut. Konfirmasi atas masuknya aduan kekerasan ini disampaikan langsung oleh pihak kepolisian yang kini memegang kendali penuh atas penyelidikan kasusnya.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, menyatakan bahwa penanganan perkara kini difokuskan di bawah kewenangan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Benar, laporannya sudah ada. Sekarang sedang dilakukan penyidikan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kompol Irfan mengonfirmasi bahwa serangkaian pemeriksaan maraton telah digulirkan. Sejumlah pihak kunci, mulai dari korban selaku pelapor, dokter terlapor, hingga para saksi di tempat kejadian perkara, telah dimintai keterangan secara mendalam.
“Yang sudah diperiksa oleh penyidik, pelapor, terlapor, dan juga saksi,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih terus bergulir di kepolisian. Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk menguak motif asli di balik tragedi ini serta memastikan pihak yang bersalah mendapat sanksi setimpal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










