Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Analisis Prediksi Prancis vs Inggris: Catatan Kelam The Three Lions Menghadapi Les Bleus

Sabtu, 18 Juli 2026 17:13 WIB

Pesantren Rasa Hotel? Ada di Jawa Barat! Intip Fasilitas ‘VVIP’ yang Bikin Santri Betah Belajar!

Sabtu, 18 Juli 2026 16:34 WIB

Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 10:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Analisis Prediksi Prancis vs Inggris: Catatan Kelam The Three Lions Menghadapi Les Bleus
  • Pesantren Rasa Hotel? Ada di Jawa Barat! Intip Fasilitas ‘VVIP’ yang Bikin Santri Betah Belajar!
  • Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
  • Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini
  • Perpisahan Pahit, Ini Alasan Haru Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung!
  • Jadwal Cair Bansos PKH Tahap 3 Juli 2026: Segera Cek Bansos Anda Sekarang!
  • Update Kode Redeem Free Fire 18 Juli 2026: Klaim Skin & Item Gratis Sekarang!
  • Skema Baru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT, Bakal Lewat Koperasi Desa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lansia Tewas Usai Penganiayaan di Minimarket Bandung, Terungkap Terkendala Biaya Operasi

By SusanaJumat, 16 Januari 2026 13:06 WIB3 Mins Read
RSUD Kota Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang petugas keamanan, Ade Dedi (62), meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan brutal di depan minimarket di Jalan A.H. Nasution, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada 6 Januari 2026. Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Ujungberung selama tiga hari, namun nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan di kepala dan meninggal dunia pada 9 Januari 2026.

Kronologi Penganiayaan di Minimarket Bandung

Kejadian bermula saat pelaku berinisial DRW (21) berbelanja di minimarket. Karena tidak membawa keranjang, DRW memasukkan sejumlah barang ke dalam jaketnya, memicu kecurigaan karyawan.

Ade Dedi kemudian meminta pelaku membayar seluruh barang belanjaannya. Namun, karena uang pelaku tidak mencukupi, sebagian barang dikembalikan. Tidak terima dituduh mencuri, pelaku menyerang korban di area parkir dengan cara:

Baca Juga:  Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Jabar Luncurkan E-Budgeting Desa dan E-Voting Pilkades
  • Memukul kepala Ade Dedi
  • Menginjak dada dan leher korban

Peristiwa ini disaksikan warga sekitar. Salah satu saksi, Indra Lesmana, melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Laporan tercatat dengan nomor LP/01/I/2026/SPK Unit Reskrim Polsek Panyileukan.

Gubernur Dedi Mulyadi Klarifikasi Penanganan RSUD

Baru-baru ini tersiar kabar bahwa, korban Ade meninggal setelah dibawa keluarga pulang karena tak sanggung membayar biaya operasi.

Menanggapi kasus ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berkomunikasi dengan pihak keluarga korban dan RSUD Kota Bandung untuk meminta klarifikasi terkait penanganan medis. Video klarifikasi diunggah di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 15 Januari 2026.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Pimpin Perolehan Survei Top of Mind di SMRC untuk Pilgub Jabar

Dari pihak keluarga, putri korban menjelaskan bahwa ayahnya sempat mendapatkan perawatan intensif, namun menolak operasi karena pihak RSUD meminta uang muka (DP) yang tidak bisa dipenuhi keluarga:

“Karena harus masuk deposito dulu Pak. Waktu mau masuk ICU juga sempat diminta ada deposito. Alhamdulillah dari pihak toko tersebut (Alfamart) memberikan deposito, baru bapak bisa masuk ke ICU,” ujar putri korban.

Klarifikasi RSUD Kota Bandung

Direktur RSUD Kota Bandung, dr. Nitta Kurniati Somantri, Sp.D.L.P, menegaskan pihak rumah sakit telah memberikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai risiko medis jika operasi tidak dilakukan.

“Hal ini bisa kami tanggulangi jika pihak pasien mengizinkan. Edukasi sudah diberikan oleh dokter bedah saraf dan tim pelayanan keuangan. Namun keluarga pasien tetap ingin membawa pulang karena takut menanggung hutang,” jelas Nitta.

Baca Juga:  Patut Dicontoh, Guru SD di Cianjur Ajarkan Murid Cara Cuci dan Setrika Baju

RSUD Kota Bandung memiliki mekanisme penundaan pembayaran bagi pasien yang tidak mampu membayar biaya penuh. Mekanisme ini dapat melibatkan pihak ketiga seperti Baznas, platform donasi, dan yayasan sosial.

Wakil Direktur Keuangan RSUD, Wawan, menyampaikan hingga 31 Desember 2025, total piutang pasien melalui prosedur tunda bayar tercatat Rp7,03 miliar, sebagian besar berasal dari pasien umum dan klaim lembaga terkait.

“Kami tidak menutup layanan hanya karena kendala biaya. Penagihan piutang dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan dengan keluarga pasien,” kata Wawan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DP operasi penganiayaan Penundaan pembayaran rumah sakit Petugas keamanan tewas RSUD Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Juli 2026 Rp600 Ribu Segera Cair, Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Juli 2026 Cair 20 Juli, Cek Penerima Bansos Rp600 Ribu Lewat NIK KTP

Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!

Bansos

Bansos BPNT Tahap 3 Segera Cair, Cek Apakah Anda Penerima Rp600.000 Juli 2026

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.