bukamata.id – Warga Kabupaten Garut baru-baru ini diguncang oleh beredarnya informasi meresahkan di media sosial terkait insiden tiga pria yang dikabarkan tewas diterkam macan di kawasan Gunung Papandayan. Narasi tersebut menyebar luas dalam kurun waktu dua hari terakhir, memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Pemicu utama kabar ini adalah sebuah rekaman video berdurasi satu menit yang menampilkan pemandangan tragis tiga orang tergeletak dengan kondisi luka serius, diiringi suara tangis histeris orang-orang di sekitarnya. Video tersebut dengan cepat viral dan dikaitkan secara keliru dengan lokasi Gunung Papandayan maupun Buffalo Hills.
Keresahan ini turut dirasakan oleh warga lokal, salah satunya Rizky (28). Ia mengaku sempat merasa bimbang akan kebenaran konten tersebut saat melihatnya di media sosial.
“Ini benar gak, katanya diserang macan. Tapi ada yang bilang di (gunung) Papandayan, ada juga yang bilang di Buffalo Hills,” ungkap lelaki bergelar sarjana itu.
Penjelasan Resmi Kepolisian
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, jajaran kepolisian segera bergerak melakukan verifikasi fakta. Hasilnya, Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, secara tegas menyatakan bahwa narasi mengenai serangan macan di Gunung Papandayan adalah kabar bohong alias hoaks.
“Kami pastikan kabar yang beredar di masyarakat mengenai isu tiga orang warga diterkam macan ini hoaks,” ungkap Adi kepada detikJabar, Selasa, (14/7/2026).
Lebih lanjut, Ipda Adi membeberkan bahwa meski video yang beredar menampilkan kejadian nyata, konteks peristiwa yang terjadi sama sekali berbeda dengan apa yang dinarasikan warganet. Insiden dalam video tersebut bukan terjadi di Garut, melainkan musibah ledakan mortir di daerah Cipatat, Kabupaten Bandung.
“Video itu adalah kejadian tiga orang warga terkena mortir di Cipatat, Bandung,” tegasnya.
Menutup keterangannya, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang belum teruji kebenarannya. Literasi digital sangat diperlukan agar masyarakat mampu memfilter informasi sebelum membagikannya kembali ke publik.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang menerima segala bentuk informasi untuk melakukan penelusuran kebenarannya terlebih dahulu. Jangan langsung mempercayainya,” pungkas Adi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










