Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia

Kamis, 5 November 2026 08:00 WIB

Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2

Kamis, 5 November 2026 07:20 WIB

Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!

Kamis, 5 November 2026 07:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
  • Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!
  • Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya
  • Igor Tolic Ungkap Kunci Persib Bandung Kalahkan Melbourne Victory
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Dugaan Penipuan Dosen UPI, Kampus Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah

By SusanaSelasa, 14 Juli 2026 12:04 WIB3 Mins Read
Gedung UPI. (Foto: Humas Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi sorotan publik setelah muncul unggahan di media sosial yang menuding seorang dosen di kampus tersebut terlibat dalam dugaan penipuan. Kasus ini viral setelah seorang perempuan mengaku menjadi korban dan membagikan pengalamannya melalui akun Instagram.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak UPI akhirnya memberikan pernyataan resmi. Kampus memastikan telah menerima informasi terkait dugaan tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku.

UPI Pastikan Informasi Sudah Diterima Pimpinan Kampus

Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, mengatakan pihak universitas telah mengetahui informasi yang beredar luas di media sosial.

Menurutnya, laporan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan universitas untuk diproses sesuai prosedur internal yang berlaku.

Vidi menegaskan UPI berkomitmen menjalankan setiap proses penanganan secara profesional dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keadilan.

Selain itu, universitas juga menghormati hak seluruh pihak yang berkaitan dengan dugaan kasus tersebut serta tetap menerapkan asas praduga tak bersalah.

Baca Juga:  Cinefuture Hadirkan Video Mapping Animasi Metamorphosis Through Pixel

“Kami mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta dapat memengaruhi proses penanganan yang sedang berlangsung,” ujar Vidi dalam keterangan resminya, Selasa (14/7/2026).

UPI Janji Proses Berdasarkan Fakta dan Bukti

UPI menegaskan bahwa proses penanganan dugaan kasus tersebut akan dilakukan berdasarkan fakta, bukti, dan mekanisme yang berlaku di lingkungan universitas.

Kampus juga menyatakan komitmennya untuk menjaga lingkungan akademik yang aman, profesional, dan berintegritas.

“Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan tuntas dilaksanakan,” kata Vidi.

Dengan demikian, hingga saat ini pihak universitas belum menyampaikan kesimpulan terkait dugaan yang beredar karena proses klarifikasi masih berlangsung.

Bermula dari Unggahan Viral di Instagram

Kasus ini mencuat setelah akun Instagram @pl.byoci mengunggah pengakuan yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh seorang pria yang disebut sebagai dosen di UPI.

Baca Juga:  Geger, Mahasiswi Ditemukan Tewas di Gedung Gymnasium UPI Kota Bandung

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengklaim sempat menjalin hubungan dengan pria tersebut pada 2025 karena menilai sosoknya memiliki kepribadian yang baik dan nyaman diajak berdiskusi.

Namun, belakangan ia mengaku mengetahui bahwa status pribadi pria tersebut tidak sesuai dengan yang disampaikan kepadanya.

Selain itu, ia juga mengklaim telah meminjamkan uang dengan alasan kebutuhan pekerjaan sebagai dosen, termasuk untuk kegiatan riset ke Malaysia.

Menurut pengakuannya, total dana yang dipinjam mencapai lebih dari Rp100 juta, dengan sekitar Rp60 juta di antaranya disebut belum dikembalikan hingga lebih dari satu tahun.

Klaim Korban Sudah Berulang Kali Menagih

Dalam unggahan yang sama, perempuan tersebut mengaku telah beberapa kali mendatangi kediaman pria yang dimaksud di Bandung untuk menagih pengembalian uang.

Ia mengklaim kunjungan pertamanya tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berada di rumah.

Baca Juga:  Ikuti Program JDA 2024, Mahasiswa UPI Ini Bangga Jadi Peserta Terbaik Kelas Digital Marketing

Pada kesempatan berikutnya, ia mengaku kembali datang dan sempat memperoleh janji bahwa uang tersebut akan dikembalikan pada April 2026. Namun hingga kini, menurut pengakuannya, belum ada pembayaran maupun cicilan yang diterima.

Unggahan tersebut juga disertai sejumlah tangkapan layar yang diklaim sebagai bukti transfer dana kepada pria yang dimaksud.

Proses Klarifikasi Masih Berjalan

Hingga saat ini, dugaan penipuan tersebut masih menjadi informasi yang berkembang di media sosial dan belum terdapat putusan hukum yang berkekuatan tetap mengenai perkara tersebut.

UPI menyatakan akan menangani persoalan itu sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus, sementara masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak mengganggu proses pemeriksaan.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam hubungan pribadi maupun transaksi keuangan, sekaligus pentingnya menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah sampai seluruh fakta terungkap melalui mekanisme yang berlaku.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

UPI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.