Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat

Selasa, 27 Oktober 2026 16:37 WIB

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 16:02 WIB

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

Selasa, 27 Oktober 2026 15:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
  • Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi
  • Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem
  • Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!
  • I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gunakan Sistem Filter Ganda, Begini Ketatnya Pemeriksaan Hari Pertama UTBK

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 21 April 2026 17:54 WIB2 Mins Read
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di UPI. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengerahkan sebanyak 275 pengawas pada hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.

Ratusan pengawas tersebut disebar di 11 kampus UPI di berbagai daerah sebagai upaya mengantisipasi potensi kecurangan selama ujian berlangsung.

Kepala Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, menegaskan bahwa sistem pengawasan dilakukan secara ketat sejak awal.

“Untuk antisipasi ini, sebelum masuk, kita melakukan dua filter, jadi ganda, mulai dari pemeriksaan awal hingga sebelum ujian dimulai,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (21/4/2026)

Selain pengawasan langsung oleh petugas, UPI juga menerapkan sistem pemeriksaan berlapis, termasuk penggunaan alat deteksi logam untuk memastikan peserta tidak membawa perangkat terlarang.

“Menggunakan alat deteksi logam, dari atas sampai bawah, kalau ada akan terdeteksi,” jelas Vidi.

Ia menegaskan, peserta hanya diperbolehkan membawa perlengkapan sesuai ketentuan panitia.

UPI juga menyiapkan langkah tegas apabila ditemukan kecurangan selama pelaksanaan ujian.

“Kita akan tindaklanjuti, ada sanksi, dan mungkin sekolah terkait juga bisa terkena blacklist,” tegasnya.

Menurut Vidi, setiap potensi kecurangan akan dicegah semaksimal mungkin, dan jika terjadi akan langsung dilaporkan kepada panitia pusat.

Pada hari pertama, pelaksanaan UTBK di UPI berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Dari total 1.580 peserta yang dijadwalkan mengikuti ujian, sebanyak 55 orang tercatat tidak hadir.

“Sejauh ini alhamdulillah berjalan lancar, lalu lintas masuk juga terpantau lancar,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah peserta UTBK di UPI mencapai 19.576 orang. Ujian akan berlangsung selama 10 hari hingga 30 April 2026, dengan dua sesi setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu.

“Satu hari ada dua sesi, kecuali hari Jumat dan Sabtu,” tambah Vidi.

Terkait penerimaan mahasiswa baru, UPI telah menerima lebih dari 20 persen mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sekitar 20 persen lainnya akan diterima melalui jalur seleksi mandiri, sementara sisanya berasal dari jalur UTBK-SNBT.

Langkah pengawasan ketat ini menjadi bagian dari komitmen UPI dalam menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.