Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 21:42 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Selasa, 3 November 2026 20:44 WIB

Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 3 November 2026 20:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
  • Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!
  • Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lewat CineFuture 2023, FTV UPI Harap Film Diperspektif sebagai Karya Seni

By SusanaKamis, 7 Desember 2023 19:51 WIB4 Mins Read
Program Studi Film dan Televisi (FTV) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan CineFuture 2023. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Studi Film dan Televisi (FTV) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan CineFuture 2023.

CineFuture 2023 merupakan sebuah rangkaian program acara yang mengundang seniman, praktisi, serta akademisi.

Ketua Prodi FTV UPI, Hery Supiarza mengatakan, CineFuture 2023 digelar untuk melahirkan karya serta ruang diskusi untuk memposisikan masa depan sekaligus keberlangsungan karya sinema.

“Acara CineFuture sebagai upaya memposisikan seni film dalam ruang yang tidak biasa, kemudian kita akan melihat posisi itu di disposisikan oleh masyarakat pada umumnya, sineas, dan penikmat seni khususnya,” ujar Hery, Kamis (7/12/2023).

Menurut Hery, dominasi industri terhadap medium ini menghadirkan satu kecemasan baru mengenai esensi seni film sebagai seni gambar bergerak perlahan hilang dan terpinggirkan

“Melihat bagaimana industri yang terus mendorong medium film sebagai sebuah produk ketimbang sebagai sebuah karya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua pelaksana CineFuture 2023, Harry Tjahjodiningrat mengungkapkan, kegiatan CineFuture ini diharapkan dapat terus berlangsung setiap tahunnya.

“Dan kegiatan ini dapat menjadi sumbangsih bagi dunia perfilman di tanah air yang mendunia,” ujarnya.

Baca Juga:  Simak Jadwal Rilis Live Action One Piece Season 2, Tahun Depan?

Harry menyebut, acara CineFuture sendiri terdiri dari tiga acara utama yaitu Workshop, Exhibition atau pameran, serta Symposium.

“Acara ini bertujuan untuk menjadi sebuah ruang inkubasi yang akan membantu para seniman sekaligus mahasiswa yang nantinya akan berproses dalam membangun karya untuk kemudian dipamerkan pada acara pameran nanti,” katanya.

Untuk Workshop yang sudah diadakan di dari tanggal 20-22 November lalu.

Workshop yang diadakan di ruang kelas FTV UPI ini membawakan 3 topik utama, dimana pada hari pertama membahas soal “Tubuh Manusia dan Kerapuhannya.” yang dibawakan oleh tiga pemateri yaitu, Farhan Helmy, Prof. Jeong Seop Yoon, serta Dien Fachri Iqbal S.Psi., Psikolog., Cga.

Lalu untuk hari kedua membahas topik “Mengembangkan Gagasan pada Praktik Eksperimental dan Intermedia.” yang dibawakan oleh Annisa Winda Larasati serta dari Arafura Media Design.

Dan untuk hari terakhir, membahas mengenai “Developing Karya dan Bentuk Instalasi Pameran.” Dengan pemateri Rizky Lazuardi dan dari Fragment Project, yang sekaligus berperan sebagai tempat pameran untuk karya-karya yang akan dihasilkan.

Baca Juga:  7 Film Indonesia Angkat Isu Kekerasan Seksual: Ada Pasir Berbisik hingga Please Be Quiet

Program acara selanjutnya adalah pameran atau exhibition karya yang akan dilaksanakan di Fragment Project dan Institut Français Indonésie Bandung mulai dari tanggal 18-20 Desember 2023.

“Semua karya yang nantinya akan dipamerkan telah melewati proses kurasi bersama, sehingga setiap seniman atau partisipan pameran bisa secara langsung mendapat respon dari kurator maupun seniman lainnya,” kata Harry.

Dosen film eksperimental Prodi FTV UPI, Erik Pauhrizi berharap, rangkaian karya yang dihasilkan mampu menghasilkan sebuah teks yang memiliki keharmonisan dalam gagasan serta pemaknaan.

“Bentuk dari karya-karya merupakan karya film-film eksperimental serta animasi-animasi intermedia, dengan ide serta gagasan yang bermaksud untuk menghidupkan kembali citra makna film, dengan membebaskan medium ini dari segala batasan-batasan, dan mengembalikannya ke dalam konteks seni,” tuturnya.

Lalu pada 20 Desember 2023, akan dilaksanakan program Simposium yang berlangsung di ballroom Hotel Santika Bandung. Beda halnya dengan acara pameran, yang merespon tema acara melalui karya, pada Simposium ini tema acara akan didiskusikan secara lebih dalam menggunakan satu fokus utama.

Baca Juga:  Netflix Bagikan Teaser Terbaru Squid Game Season 2, Seong Gi-hun Kembali!

Simposium yang memiliki judul “(R)EVOLUSI SINEMA: Eksistensi Film Experimental dalam Era Sinema Modern.” bertujuan untuk menciptakan satu ruang diskusi yang dimana didalamnya akan membahas mengenai bagaimana keberadaan film eksperimental mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keberadaan film lainnya dalam era sinema modern ini.

Apabila pada acara pameran merupakan wadah bagi para seniman untuk merespon mengenai isu ini melalui karya, diskusi dalam Simposium akan membahas mengenai keberlangsungan dari medium itu sendiri.

Sebagai penutupan acara, CineFuture akan mengadakan screening di Institut Français Indonésie Bandung pada 21 Desember 2023. Screening penutupan ini nantinya akan menayangkan film-film dokumenter dari berbagai institusi yang bekerja sama dengan acara CineFuture.

Selain itu, ada juga special screening untuk film “ORPA” yang dipersembahkan oleh Qun Films. CineFuture hadir sebagai sebuah tawaran bagi para seniman maupun sineas untuk memastikan masa depan dari sinema.

“Diharapkan dengan hadirnya acara ini, bisa muncul perspektif-perspektif baru untuk menyikapi medium film sebagai satu bentuk karya seni,” tutup Harry.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

film UPI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.