Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:46 WIB

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
  • Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Lagi Pelengkap! Pembalap Indonesia Jinakkan Sirkuit Sachsenring Jerman, Dunia Syok!

By SusanaSenin, 13 Juli 2026 21:10 WIB5 Mins Read
Kiandra Ramadhipa, pembalap Indonesia berusia 16 tahun, kembali juara di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 Sachsenring. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Muhammad Kiandra Ramadhipa kembali membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pembalap muda berbakat. Ia kini menjelma menjadi salah satu penantang serius gelar juara dunia di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya kembali berkumandang di Eropa setelah pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut sukses menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup seri Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7/2026).

Kemenangan itu menjadi yang kedua bagi Kiandra sepanjang musim ini setelah sebelumnya juga berdiri di podium tertinggi pada Race 2 seri Jerez, April lalu. Tambahan 25 poin membuatnya kini naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 101 poin, sekaligus menjaga peluang besar dalam perebutan gelar juara.

Prestasi tersebut semakin menguatkan keyakinan bahwa Indonesia kini memiliki talenta yang mampu bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik Eropa di jalur menuju MotoGP.

Duel Sengit di Sachsenring, Mental Baja Kiandra Jadi Pembeda

Balapan di Sachsenring berlangsung jauh dari kata mudah.

Kiandra memulai lomba dari posisi ketiga. Sejak lampu start padam, ia langsung tampil agresif dan terlibat pertarungan sengit dengan pembalap Spanyol David Gonzalez serta rider tuan rumah Fynn Kratochwil.

Posisi terdepan terus berganti sepanjang balapan. Aksi saling salip terjadi hampir di setiap tikungan.

Sempat turun ke posisi ketiga, Kiandra tidak kehilangan ketenangan. Justru di momen-momen krusial, pembalap binaan Astra Honda Racing Team itu mampu membaca situasi dengan sangat baik.

Dengan perhitungan yang matang, ia kembali merebut posisi pertama hingga akhirnya melintasi garis finis sebagai juara.

Mental tenang di bawah tekanan menjadi salah satu kelebihan terbesar Kiandra dibanding banyak pembalap seusianya.

Baru 16 Tahun, Sudah Menjadi Penantang Gelar Dunia

Musim 2026 menjadi titik balik karier Kiandra Ramadhipa.

Dua kemenangan di Jerez dan Sachsenring membuat namanya kini masuk dalam daftar pembalap yang berpeluang merebut gelar Red Bull MotoGP Rookies Cup, kompetisi yang selama ini dikenal sebagai “jalur cepat” menuju Moto3, Moto2 hingga MotoGP.

Ajang ini bukan sekadar kejuaraan junior biasa.

Banyak bintang MotoGP seperti Pedro Acosta, Jorge Martin, Johann Zarco hingga David Alonso pernah menimba pengalaman di Red Bull Rookies Cup sebelum menjadi pembalap dunia.

Kini, nama Kiandra mulai masuk dalam percakapan yang sama.

Perjalanan Panjang Bocah Sleman Menuju Eropa

Kesuksesan Kiandra bukan datang dalam semalam.

Lahir di Sleman pada 4 Desember 2009, dunia balap sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil.

Ayahnya, M. Yoki Arafat, merupakan mantan pembalap drag dan motocross yang memperkenalkan Kiandra pada dunia balap sejak usia dini.

Sebelum tampil di Eropa, Kiandra melewati perjalanan panjang mulai dari:

  • BMX
  • Motocross
  • Minimoto
  • Road race nasional
  • Asia Road Racing Championship
  • Thailand Talent Cup
  • Asia Talent Cup
  • European Talent Cup
  • Red Bull MotoGP Rookies Cup

Proses panjang itulah yang membentuk karakter balapnya.

Ia dikenal sebagai pembalap yang tidak mudah panik, mampu menjaga ritme balapan, sabar menunggu momen menyalip, dan sangat cerdas membaca strategi lawan.

Kemenangan di Jerman Melanjutkan Kisah Besar Setelah Estoril dan Jerez

Sachsenring bukan kali pertama Kiandra membuat dunia balap menoleh ke Indonesia.

Sebelumnya, ia juga sukses mencuri perhatian ketika menaklukkan Circuito do Estoril, Portugal, salah satu lintasan paling teknis di Eropa.

Di sirkuit yang terkenal dengan tikungan berat, zona pengereman ekstrem, serta hembusan angin Atlantik yang kerap mengganggu kestabilan motor, Kiandra mampu tampil matang menghadapi pembalap-pembalap Eropa yang sejak kecil terbiasa berlomba di sana.

Tak lama berselang, ia kembali menciptakan kejutan di Jerez.

Meski memulai balapan dari posisi ke-17, Kiandra melakukan comeback luar biasa hingga akhirnya keluar sebagai juara melalui manuver spektakuler di tikungan terakhir.

Kini, kemenangan di Sachsenring menjadi bukti bahwa keberhasilan sebelumnya bukanlah kebetulan.

Ia mulai menunjukkan konsistensi sebagai calon pembalap elite dunia.

Indonesia Tak Lagi Sekadar Pelengkap di Balapan Eropa

Selama bertahun-tahun, pembalap Asia Tenggara kerap dianggap hanya datang untuk menambah pengalaman di kompetisi Eropa.

Namun generasi baru mulai mengubah pandangan tersebut.

Sebelumnya, Fadillah Arbi Aditama membuka jalan bagi pembalap Indonesia di JuniorGP melalui penampilan kompetitif di Estoril.

Kini Kiandra melangkah lebih jauh.

Ia bukan hanya mampu finis di zona poin atau naik podium, tetapi juga memenangkan balapan melawan para pembalap terbaik Eropa.

Prestasi ini menjadi sinyal positif bahwa pembinaan balap Indonesia mulai menghasilkan talenta yang mampu bersaing secara konsisten di level internasional.

Netizen Indonesia Bangga

Prestasi Kiandra langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia.

Kolom komentar Instagram @ussfeeds dipenuhi ucapan bangga dan dukungan.

“Banggaaa!” tulis akun @lim***

Pengguna lain mengaku mengikuti balapan sejak awal hingga akhir.

“Lihat racenya dari awal sampai akhir ketat sekalii,” tulis akun @gia***

Sementara komentar panjang dari akun @bib*** menyoroti perjuangan besar yang ada di balik kemenangan tersebut.

“Selamat Kiandra! Berdiri di puncak podium tertinggi di Jerman membuktikan ketangguhan mental dan kerja keras yang luar biasa di panggung dunia. Sebagai sesama orang tua dan manager yang mengawal langsung persiapan serta program kompetisi atlet secara mandiri, kami sangat memahami besarnya dedikasi di balik layar untuk mencapai titik ini. Momentum ini mempertegas bahwa ekosistem olahraga yang solid dan sinergi erat tanpa sekat adalah kunci vital. Ketika manajemen mandiri berjalan selaras dengan dukungan penuh otoritas, kejayaan Merah Putih akan terus berkelanjutan. Terus menyala dan menginspirasi!”

Antusiasme warganet menunjukkan besarnya harapan publik agar Kiandra terus melanjutkan prestasi hingga menembus MotoGP.

Jalan Menuju MotoGP Masih Panjang

Meski sudah mengoleksi dua kemenangan musim ini, perjalanan Kiandra masih jauh dari selesai.

Masih ada sejumlah seri tersisa yang akan menentukan siapa pembalap terbaik musim 2026.

Jika mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin pembalap muda Indonesia itu akan menjadi kandidat kuat juara Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Lebih dari itu, peluang menuju Moto3 World Championship bahkan MotoGP akan semakin terbuka.

Di usianya yang baru 16 tahun, Kiandra Ramadhipa telah membuktikan bahwa mimpi besar bukan sesuatu yang mustahil.

Dari Sleman menuju sirkuit-sirkuit legendaris Eropa, ia membawa satu pesan yang kini mulai didengar dunia: Indonesia tidak lagi datang sebagai pelengkap. Indonesia datang sebagai penantang gelar dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.