bukamata.id – Aktivitas pelayanan di Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Rancamulya 2, Kabupaten Bandung, untuk sementara waktu dihentikan setelah kepala SPPG berinisial SF (26) meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026).
Penghentian operasional dilakukan atas arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi. Keputusan tersebut diambil karena seluruh proses persetujuan pencairan dana operasional masih berada di bawah kewenangan kepala SPPG.
Akibatnya, pelayanan dapur gizi yang selama ini melayani ribuan penerima manfaat belum dapat berjalan hingga adanya penunjukan pejabat pengganti.
Operasional Dapur Gizi Dihentikan Sementara
Mitra Dapur SPPG Rancamulya 2, Fajri, menjelaskan penghentian operasional bukan disebabkan kendala teknis, melainkan karena mekanisme administrasi program yang mengharuskan seluruh proses pencairan anggaran mendapat persetujuan kepala SPPG.
“Kita dianjurkan buat off dulu sementara karena Kepala SPPG penggantinya belum ada. Mengingat program ini harus mendapat approval dari Kepala SPPG untuk dana pencairan dan segala macamnya,” ujar Fajri saat ditemui di lokasi, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, seluruh akses verifikasi, termasuk kode otorisasi dan persetujuan pencairan dana, berada pada akun yang dikelola almarhum.
Sementara pihak mitra hanya memiliki akses terhadap identitas dapur dan rekening operasional sehingga belum dapat melanjutkan pelayanan tanpa adanya pejabat yang berwenang.
Layani Ribuan Anak Sekolah dan Balita
Penghentian sementara operasional SPPG Rancamulya 2 berdampak pada ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.
Fajri menyebut dapur tersebut melayani sebanyak 2.625 penerima manfaat, yang terdiri atas siswa dari enam sekolah mulai tingkat TK, SD hingga SMP, serta balita di tiga posyandu.
“Total penerima manfaat ada 2.625, meliputi enam sekolah dari tingkat TK, SD, hingga SMP, serta tiga posyandu dengan jumlah penerima manfaat mencapai 500 lebih. Untuk staf yang bekerja membawahi 47 orang,” jelasnya.
Selain penerima manfaat, penghentian sementara operasional juga berdampak terhadap 47 tenaga kerja yang selama ini bertugas di dapur SPPG.
Menunggu Penunjukan Kepala SPPG yang Baru
Hingga kini, pihak mitra belum dapat memastikan kapan pelayanan dapur kembali beroperasi.
Menurut Fajri, proses penunjukan kepala SPPG baru masih harus melalui sejumlah tahapan administrasi, mulai dari pelaporan tingkat kecamatan hingga proses di tingkat pusat.
“Harus ada kejelasan dulu aturannya. Kami dari pihak mitra memohon maaf kepada masyarakat atas kendala ini. Ini murni musibah,” katanya.
Pihaknya berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan bahwa SF ditemukan meninggal dunia di kawasan Kings Shopping Centre, Kota Bandung, pada Minggu pagi.
Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani mengatakan polisi menerima laporan sekitar pukul 06.30 WIB dan langsung mendatangi lokasi bersama Tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Pada hari Minggu pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut, sehingga dari piket dan gabungan Inafis turun ke lapangan dan melakukan olah TKP,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban, di antaranya telepon genggam, kartu identitas, sandal, serta sebuah surat yang ditujukan kepada keluarga.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga yang datang ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
“Korban adalah salah satu warga Kabupaten Bandung. Jadi kami memanggil keluarganya, pihak keluarga juga sudah ikhlas, tapi kita tetap melakukan identifikasi menunggu hasil dari Sartika Asih,” ujar Kompol Megawati.
Hingga kini, proses administrasi terkait keberlanjutan operasional SPPG Rancamulya 2 masih menunggu keputusan dari instansi terkait agar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan dan ribuan penerima manfaat kembali memperoleh layanan seperti semula.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









