bukamata.id – Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut ancaman teror bom yang mengguncang SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Selain menyisir lokasi kejadian, tim penyidik kini tengah berupaya memburu pelaku setelah berhasil mengidentifikasi siapa pengirim pesan singkat tersebut.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menegaskan bahwa pengejaran pelaku menjadi prioritas utama untuk mengungkap motif di balik aksi yang meresahkan dunia pendidikan ini.
“Itu yang kami jelas kami cari, pelaku dan motifnya. Apalagi untuk (keamanan) anak sekolah tentunya ya,” ujar Nurma saat ditemui di lokasi kejadian.
Guna memperkuat bukti hukum, tim kepolisian kini intensif mengumpulkan rekaman CCTV dari berbagai sudut, baik di area sekitar lingkungan sekolah maupun di dalam kawasan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
“Yang jelas kami cari CCTV, kemudian saksi-saksi siapa yang bisa kami mintain keterangan tentunya ya,” tutur Nurma.
Ia menambahkan, pengembangan penyelidikan terus dilakukan dengan teliti. “Iya, jadi lagi kami kembangkan, lagi kami cek. Nanti kami kumpulkan ya, untuk semuanya pasti kami cari untuk barang bukti tentunya,” ungkapnya.
Dalam proses pengamanan, tim gabungan yang terdiri dari Densus 88 dan unit Gegana telah melakukan sterilisasi selama empat jam penuh. Empat anjing pelacak (K-9) juga diturunkan untuk memastikan tidak ada bahan peledak yang tertinggal. Sejauh ini, tim gabungan belum menemukan benda mencurigakan apa pun di area sekolah.
Salah satu guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Subekti, menceritakan suasana saat pesan ancaman tersebut diterima. Saat itu, warga sekolah sedang melaksanakan upacara bendera. Pihak sekolah sengaja tetap melanjutkan kegiatan agar siswa tidak panik sebelum akhirnya berkoordinasi dengan pihak berwajib.
“Karena lagi upacara ya, tetap kami mengkondisikan biar tetap stabil, tenang. Sambil saya juga harus lapor RT, kemudian lapor Polsek,” kenang Subekti.
Setelah upacara berakhir, pihak sekolah segera memulangkan siswa kepada orang tua yang menunggu di depan gerbang. Keputusan untuk menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar pun diambil setelah kepolisian tiba di lokasi.
“Setelah anak-anak pulang, kemudian guru juga keluar, sterilkan, semuanya. Habis itu sudah selesai, kami sedang menunggu info berikutnya,” pungkas Subekti.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








