Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!

Kamis, 30 Juli 2026 02:00 WIB

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekolah Rakyat di Jabar Terapkan Kurikulum Khusus Gapura Panca Waluya

By Aga GustianaSabtu, 16 Agustus 2025 18:54 WIB3 Mins Read
Sekolah Rakyat di Cimahi
MPLS di Sekolah Raykat di Cimahi. (Foto: Dok Humas Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Dinas Sosial Jabar, Kota Cimahi, Jumat (15/8/2025).

MPLS tahun ajaran 2025/2026 ini diikuti 100 siswa jenjang SMP dan SMA. Kegiatan akan berlangsung selama dua pekan ke depan dengan berbagai agenda pembekalan.

Kurikulum Berbasis Budaya Lokal

Dalam sambutannya, Herman menjelaskan bahwa sekolah rakyat di Jabar memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain. Di Jawa Barat, siswa mendapatkan tambahan muatan lokal berupa Gapura Panca Waluya, konsep pendidikan berbasis budaya Sunda yang pernah digagas di era Gubernur Dedi Mulyadi.

“Khusus di Jabar kurikulum sekolah rakyat akan kami berikan tambahan muatan lokal yaitu tentang Gapura Panca Waluya,” ujar Herman.

Gapura Panca Waluya mengajarkan lima nilai utama dalam pembentukan karakter, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), dan singer (sigap).

Dukungan Uang Saku untuk Siswa

Selain pendidikan karakter, Pemprov Jabar juga menyiapkan dukungan finansial bagi siswa. Untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Cimahi, telah dianggarkan Rp20 juta sebagai bekal uang saku.

“Bekal juga sudah kami siapkan, mereka juga kan ingin jajan, namanya juga anak-anak. Atas arahan Pak Gubernur sebesar Rp20 juta untuk anak-anak di sekolah rakyat Dinsos Jabar di Cimahi ini,” kata Herman.

Perluasan Sekolah Rakyat

Saat ini terdapat 100 sekolah rakyat di Indonesia, dengan 13 unit di antaranya berada di Jawa Barat. Total siswa dari 13 sekolah tersebut mencapai 1.380 orang, terdiri dari 75 siswa SD, 675 siswa SMP, dan 630 siswa SMA.

Herman mengungkapkan, Pemprov Jabar sedang menyiapkan tambahan tiga sekolah rakyat baru yang ditargetkan bisa beroperasi tahun ini.

“Ada tambahan lagi tiga sekolah rakyat sedang dipersiapkan, semoga secepatnya beroperasi. Dengan begitu kami menargetkan 16 sekolah rakyat beroperasi seluruhnya tahun ini,” jelasnya.

Fasilitas Lengkap dan Asrama Nyaman

Herman memastikan setiap sekolah rakyat di Jabar dilengkapi fasilitas memadai, mulai dari meja, kursi, peralatan belajar, laptop, sarana olahraga, hingga ruang laboratorium. Siswa juga tinggal di asrama representatif yang diharapkan membuat mereka nyaman.

“Fasilitasnya lengkap, satu sekolah ada bangku, meja, kursi, alat belajar, olahraga, laptop, ruang laboratorium, dan asrama yang representatif. Saya jamin anak-anak akan betah,” tegasnya.

Peran Penting Tenaga Pendidik

Herman menitip pesan khusus kepada tenaga pendidik agar memberikan perhatian penuh bagi siswa.

“Saya titip ke pendidik harus betul-betul memberikan kasih sayang dan motivasi. Satu sampai dua hari mungkin masih ingat rumah, tapi selanjutnya akan betah tinggal di sini, apalagi disiapkan menu yang baik,” katanya.

Adapun jumlah tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Cimahi mencapai 50 orang, terdiri dari kepala sekolah, guru, wali asrama, dan wali asuh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cimahi Herman Suryatman MPLS Pemprov Jabar Sekda Jabar Sekolah Rakyat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.