Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat

Senin, 13 Juli 2026 16:08 WIB

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Senin, 13 Juli 2026 15:48 WIB

Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan

Senin, 13 Juli 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat
  • Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun
  • Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan
  • Tamparan Keras buat Kita! Hewan 1 Ton Ini Dihargai di Luar Negeri, Kenapa di Indonesia Malah Tragis?
  • Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi
  • Luka Menalo Langsung Jatuh Hati pada Bandung! Rekrutan Baru Persib Puji Keramahan Warga
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Kepala SPPG Rancamulya Meninggal Dunia, Tinggalkan Surat Menyayat Hati
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tamparan Keras buat Kita! Hewan 1 Ton Ini Dihargai di Luar Negeri, Kenapa di Indonesia Malah Tragis?

By SusanaSenin, 13 Juli 2026 15:09 WIB5 Mins Read
Viral gajah laut Neil berbobot 1 ton kembali muncul di jalanan Tasmania, Australia. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seekor gajah laut bernama Neil kembali menjadi perbincangan dunia setelah video kemunculannya di jalanan Tasmania, Australia, viral di media sosial. Mamalia laut berbobot hampir satu ton itu terlihat berjalan santai di kawasan permukiman hingga membuat arus lalu lintas terganggu.

Namun, yang paling menyita perhatian bukanlah ukuran tubuh Neil yang luar biasa besar, melainkan cara masyarakat dan petugas setempat memperlakukannya. Alih-alih diusir dengan kekerasan atau disakiti, Neil justru dikawal, dijaga jarak oleh warga, dan dibantu agar dapat kembali ke lokasi yang aman.

Sikap tersebut menuai pujian dari banyak warganet. Tidak sedikit yang menilai perlakuan warga Tasmania mencerminkan tingginya kesadaran terhadap perlindungan satwa liar.

Di sisi lain, viralnya kisah Neil juga mengingatkan publik pada peristiwa tragis yang terjadi di Indonesia, yakni penyembelihan seekor tapir di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung. Kasus tersebut memicu keprihatinan luas sekaligus memunculkan kembali diskusi mengenai pentingnya edukasi konservasi dan perlindungan satwa liar.

Neil, “Selebritas Lokal” yang Selalu Dinanti Warga Tasmania

Neil bukanlah satwa liar biasa di Tasmania. Gajah laut selatan jantan tersebut telah dikenal masyarakat sebagai “selebritas lokal” karena hampir setiap tahun muncul di kawasan pesisir selatan Tasmania.

Pada Juni 2026, Neil kembali melakukan kunjungannya yang ke-12 ke wilayah kelahirannya.

Mamalia laut berbobot sekitar 1.000 kilogram itu memang memiliki kebiasaan naik ke daratan sebanyak satu hingga dua kali setiap tahun setelah berbulan-bulan mencari makan di lautan.

Bagi anjing laut gajah, perilaku tersebut merupakan bagian dari siklus hidup alami untuk beristirahat, berpuasa, dan berganti bulu sebelum kembali ke laut.

Namun karena Neil lahir tanpa koloni anjing laut lain di Tasmania, ia tumbuh dengan perilaku yang sedikit berbeda.

Warga setempat bahkan menyebut Neil seolah menganggap kawasan permukiman manusia sebagai rumahnya sendiri.

Tidur di Tengah Jalan hingga Merobohkan Pagar

Setiap kali muncul di daratan, Neil hampir selalu menjadi pusat perhatian.

Ia pernah tertidur di tengah jalan, bersantai di trotoar, mendorong kerucut lalu lintas, menabrak rambu jalan, hingga merobohkan pagar rumah warga.

Berat tubuhnya yang mencapai hampir satu ton membuat berbagai fasilitas umum rusak ketika Neil mencoba melintas.

Tiang pembatas jalan bengkok, papan peringatan roboh, bahkan pagar rumah hancur saat ia berusaha melompatinya.

Meski demikian, masyarakat Tasmania justru memilih bersikap tenang. Alih-alih mengusir secara kasar, warga diminta memberi ruang agar Neil dapat beristirahat tanpa merasa terganggu.

Petugas satwa liar kemudian mengatur lalu lintas dan mengawal pergerakan Neil hingga kembali menuju kawasan pantai.

Ilmuwan Ungkap Alasan Neil Sering “Usil”

Di balik tingkahnya yang dianggap lucu, ternyata terdapat penjelasan ilmiah. Ilmuwan anjing laut gajah dari Universitas Tasmania, Sophia Volzke, menjelaskan bahwa perilaku Neil merupakan naluri alami anjing laut jantan muda.

Menurutnya, Neil sedang berada pada fase latihan fisik untuk menghadapi pertarungan dominasi ketika dewasa nanti.

Biasanya latihan tersebut dilakukan bersama anjing laut jantan lain.

Namun karena Tasmania tidak memiliki koloni anjing laut gajah jantan muda, Neil akhirnya melampiaskan insting alaminya dengan mendorong benda-benda di sekitarnya.

Dalam beberapa kesempatan, kendaraan, pagar, maupun rambu lalu lintas menjadi “lawan latihannya”.

Pemerintah Minta Warga Jangan Mendekati Neil

Popularitas Neil ternyata juga menghadirkan tantangan baru. Semakin banyak warga maupun wisatawan yang ingin berfoto dari jarak dekat.

Melihat kondisi tersebut, Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak dan tidak mengganggu Neil.

Kepala Satwa Liar dan Kelautan Tasmania, Kris Carlyon, mengatakan perhatian publik memang membawa manfaat karena meningkatkan kepedulian terhadap satwa liar.

Namun di sisi lain, antusiasme berlebihan justru dapat membahayakan satwa maupun manusia.

“Popularitas Neil ibarat pedang bermata dua. Perhatian publik memang membantu meningkatkan kesadaran soal spesies terancam, tetapi di sisi lain juga mendorong perilaku manusia yang berisiko,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat pada kasus Freya, seekor walrus di Norwegia yang akhirnya harus dieutanasia setelah terlalu banyak didekati pengunjung sehingga membahayakan keselamatan.

Tasmania tidak ingin kejadian serupa menimpa Neil.

Karena itu, warga diminta menikmati kehadiran satwa tersebut dari jarak aman sambil memberi ruang bagi Neil untuk menjalani perilaku alaminya.

Kontras dengan Tragedi Tapir di Mesuji

Viralnya kisah Neil juga memunculkan perbandingan dengan peristiwa tragis di Indonesia.

Belum lama ini publik dibuat geram oleh kasus penyembelihan seekor tapir di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Peristiwa tersebut memicu kecaman luas dari masyarakat, pecinta satwa, hingga pemerhati lingkungan.

Banyak pihak menilai kasus tersebut menjadi pengingat bahwa edukasi mengenai satwa liar masih perlu terus diperkuat agar konflik antara manusia dan satwa tidak selalu berakhir dengan kekerasan.

Meski memiliki konteks dan kondisi yang berbeda, dua peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana respons masyarakat terhadap satwa liar dapat memberikan dampak yang sangat berbeda pula.

Di Tasmania, Neil dijaga dan dikawal hingga kembali ke habitatnya dengan selamat.

Sementara di Indonesia, kasus tapir di Mesuji menjadi pelajaran penting tentang perlunya meningkatkan kesadaran konservasi, penegakan hukum terhadap satwa dilindungi, serta edukasi kepada masyarakat mengenai cara menghadapi satwa liar yang memasuki kawasan permukiman.

Kisah Neil membuktikan bahwa hidup berdampingan dengan satwa liar memang tidak selalu mudah. Kehadiran hewan berukuran besar dapat mengganggu aktivitas manusia bahkan menimbulkan kerusakan fasilitas. Namun melalui edukasi, pengelolaan yang baik, dan kolaborasi antara warga serta otoritas, konflik dapat diminimalkan tanpa harus mengorbankan keselamatan satwa maupun manusia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anjing laut gajah gajah laut Tasmania gajah laut viral Neil Australia Neil gajah laut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buruan Klaim! Kode Redeem Fish It Terbaru Juli 2026 Hadiah Potion hingga Cave Crystal Gratis

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Emas 1 Gram Tembus Rp2,76 Juta, Cek Daftar Lengkapnya!

Tolak Film Demi Hijab! Kisah Pilu Celine Evangelista: Dari Korban Fitnah hingga Temukan Ketenangan Mualaf

Game Free Fire

Update Kode Redeem FF Hari Ini: Klaim Skin dan Item Eksklusif Gratis, Senin 13 Juli 2026!

Bukan Cuma Al-Jabbar! Gedebage Bandung Kini Punya 5 Destinasi Wisata Hits yang Wajib Dikunjungi

Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.