Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Senin, 13 Juli 2026 17:35 WIB

Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja

Senin, 13 Juli 2026 17:30 WIB

Prancis Siap Redam Lamine Yamal! Konate Sebut Spanyol Kuat, Tapi Les Bleus Ingin ke Final

Senin, 13 Juli 2026 17:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut
  • Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja
  • Prancis Siap Redam Lamine Yamal! Konate Sebut Spanyol Kuat, Tapi Les Bleus Ingin ke Final
  • Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya
  • Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat
  • Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun
  • Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan
  • Tamparan Keras buat Kita! Hewan 1 Ton Ini Dihargai di Luar Negeri, Kenapa di Indonesia Malah Tragis?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya

By SusanaSenin, 13 Juli 2026 16:49 WIB4 Mins Read
Ilustrasi salju. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan kawasan perbukitan di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, diselimuti lapisan putih menyerupai salju.

Pemandangan yang tidak biasa tersebut langsung memancing rasa penasaran warganet hingga memunculkan dugaan bahwa salju turun di kawasan dataran tinggi Bandung.

Unggahan itu pun viral di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet menyebut Ciwidey mengalami fenomena langka layaknya negara empat musim.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa lapisan putih tersebut bukan salju, melainkan embun upas atau frost, fenomena alam yang memang kerap muncul saat puncak musim kemarau di wilayah dataran tinggi.

BMKG: Lapisan Putih di Ciwidey Adalah Embun Upas

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, menjelaskan embun upas merupakan fenomena yang lazim terjadi ketika suhu udara turun sangat drastis pada malam hingga dini hari.

Menurutnya, embun upas terbentuk ketika uap air yang menempel di permukaan dedaunan, rumput, maupun tanah membeku menjadi kristal-kristal es tipis akibat suhu yang mendekati titik beku.

“Embun upas terbentuk ketika uap air di udara atau embun yang menempel di permukaan dedaunan membeku menjadi kristal-kristal es tipis,” ujar Edi, Senin (13/7/2026).

Karena terlihat berwarna putih, embun upas kerap disangka salju oleh masyarakat.

Padahal, proses pembentukannya sangat berbeda.

Apa Bedanya Embun Upas dan Salju?

BMKG menjelaskan, salju terbentuk di atmosfer atau awan ketika suhu berada di bawah titik beku. Kristal es kemudian jatuh ke permukaan bumi sebagai butiran salju.

Sementara itu, embun upas tidak turun dari langit.

Fenomena ini terjadi langsung di permukaan bumi ketika embun yang sudah terbentuk membeku akibat suhu udara yang sangat rendah.

Karena itu, embun upas lebih sering ditemukan di kawasan pegunungan atau dataran tinggi yang memiliki suhu dingin ekstrem pada musim kemarau.

Mengapa Bandung Raya Terasa Sangat Dingin?

BMKG menyebut suhu dingin yang belakangan dirasakan masyarakat Bandung Raya dipengaruhi oleh dua faktor utama.

1. Minimnya Tutupan Awan

Pada musim kemarau, langit cenderung cerah dengan sedikit awan.

Kondisi tersebut membuat panas matahari terserap maksimal pada siang hari. Namun saat malam tiba, panas yang tersimpan di permukaan bumi dengan cepat terlepas ke atmosfer karena tidak ada lapisan awan yang menahan radiasi tersebut.

Akibatnya, suhu udara turun drastis menjelang malam hingga dini hari.

2. Pengaruh Angin Monsun Australia

Faktor kedua adalah keberadaan tekanan udara tinggi di wilayah Australia yang mendorong massa udara dingin bergerak menuju Indonesia.

Menurut BMKG, aliran udara dingin inilah yang menjadi salah satu penyebab utama musim kemarau sekaligus suhu rendah di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah yang berada di selatan garis khatulistiwa.

“Pergerakan massa udara dingin ini merupakan penyebab utama terjadinya musim kemarau dan suhu dingin di Indonesia saat ini,” jelas Edi.

Tidak Hanya Ciwidey, Pangalengan Juga Berpotensi Mengalami Embun Upas

BMKG menyebut fenomena embun upas tidak hanya berpotensi terjadi di Ciwidey.

Wilayah dataran tinggi lain di Bandung Raya seperti Pangalengan juga memiliki peluang mengalami kondisi serupa apabila suhu udara terus menurun hingga mendekati 0 derajat Celsius.

Fenomena ini merupakan kejadian yang relatif rutin terjadi setiap musim kemarau di kawasan pegunungan Jawa Barat.

BMKG Prediksi Suhu Dingin Berlangsung hingga Agustus 2026

Berdasarkan hasil pemodelan cuaca, BMKG memperkirakan suhu dingin di Bandung Raya masih akan berlangsung hingga Agustus 2026.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik apabila menemukan embun upas di kawasan pegunungan maupun merasakan suhu yang lebih dingin dibanding biasanya.

BMKG menegaskan kondisi tersebut merupakan fenomena alam yang normal saat puncak musim kemarau.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Di tengah suhu udara yang semakin rendah, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Penggunaan pakaian hangat sangat dianjurkan, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari atau ketika berada di kawasan dataran tinggi seperti Ciwidey dan Pangalengan.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang menyebut embun upas sebagai salju tanpa adanya penjelasan ilmiah.

Fenomena embun upas memang dapat membuat permukaan tanaman tampak memutih seperti tertutup salju, tetapi keduanya merupakan proses alam yang berbeda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Ciwidey Ciwidey bersalju embun upas Bandung embun upas Ciwidey embun upas Pangalengan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi

Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat

Kepala SPPG Rancamulya Meninggal Dunia, Tinggalkan Surat Menyayat Hati

Farhan Ungkap Penyebab Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Kini Kondisinya Berangsur Pulih

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.