Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Senin, 14 September 2026 22:54 WIB

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Senin, 14 September 2026 22:43 WIB

Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib

Senin, 14 September 2026 22:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
  • Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib
  • Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu
  • Andre Taulany Nikah Lagi?! Ini Sosok Calon Istri Ketua Geng Prediksi
  • Misi Balas Kekalahan dari Persija? Persib Langsung Latihan Setibanya di Korea
  • Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa
  • Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini

By Aga GustianaSabtu, 18 Juli 2026 10:00 WIB6 Mins Read
Jongkuch Mach. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di pinggir lapangan basket yang dipenuhi suara decit sepatu dan teriakan instruksi pelatih, ada satu sosok yang selalu menarik perhatian meski ia belum melangkah ke lapangan. Dengan tinggi menjulang mencapai 229 cm, Jongkuch “JK” Mach bukan sekadar pemain; ia adalah sebuah pemandangan yang langka. Bagi remaja berusia 18 tahun ini, perhatian yang diberikan dunia kepadanya—sering kali berupa tatapan tak percaya atau permintaan foto yang tak henti-hentinya—telah menjadi bagian dari rutinitas harian yang ia jalani dengan sopan dan penuh kesabaran.

Namun, di balik keramahtamahan itu, tersimpan seorang atlet muda yang sedang berjuang keras mengukir namanya di dunia basket global. Bagi JK, tinggi badan bukanlah sekadar angka, melainkan sebuah tanggung jawab fisik dan tantangan mental yang harus ia taklukkan demi menggapai mimpinya di NBA.

Profil dan Akar Kehidupan

Jongkuch Mach lahir di Perth, Australia, dari keluarga keturunan Sudan Selatan. Kehidupannya sedari kecil jauh dari sorotan lapangan basket profesional. Tumbuh besar dengan enam saudara kandung, masa kecilnya dihabiskan dengan dinamika keluarga yang penuh energi. Ia tidak tumbuh di akademi elit sejak usia dini, melainkan di halaman belakang rumah, di mana sepak bola menjadi ajang persaingan sengit antarsaudara.

Pertumbuhan fisiknya yang ekstrem menjadi sinyal pertama bagi masa depannya. Pada usia 14 tahun, tinggi badannya sudah mencapai 193 cm, sebuah angka yang memaksa orang-orang di sekitarnya melirik potensinya di olahraga lain: bola basket. Sejak beralih ke bola basket, ia menemukan dunianya. Dengan koordinasi yang terus diasah dan tinggi badan yang melesat hingga 229 cm, ia dengan cepat menjadi properti panas dalam dunia bakat muda Australia.

Respon Dunia Maya terhadap Sang Fenomena

Kehadiran Mach di kancah bola basket tidak hanya menarik perhatian para pencari bakat, tetapi juga memicu gelombang kekaguman di media sosial. Para penggemar basket dari berbagai penjuru dunia terpikat dengan kombinasi fisik dan pembawaan diri remaja ini.

Salah satu komentar yang cukup menonjol menyoroti postur tubuh Mach yang dianggap ideal bagi seseorang dengan tinggi badan ekstrem. “Tinggi dan tegap, luar biasa, tidak ada tanda-tanda bungkuk sedikitpun, tegak dan percaya diri. Lingkungan yang sangat mendukung sepertinya, semoga mendapat kepercayaan dan konsistensi yang tepat, semoga berkesempatan menikmati bakatnya di NBA,” tulis salah satu netizen.

Antusiasme publik juga tertuju pada masa depan Mach. Banyak yang mulai membayangkan dominasi seperti apa yang bisa ia tunjukkan saat memasuki masa puncak karier. “Kebayang di umur 25 tahun ke atas,” ujar seorang pengguna media sosial lainnya, merujuk pada potensi perkembangan fisik dan kematangan teknis yang mungkin dicapai Mach di masa depan.

Bahkan, tidak sedikit yang merasa termotivasi oleh dedikasi atlet muda ini. “Keren dia. Gue pengen badan kayak gitu. 18 tahun lho… Masih bisa tumbuh lagi,” tambah netizen lainnya, yang menyoroti usia Mach yang masih sangat muda namun sudah memiliki disiplin tinggi dalam membangun massa otot.

Ditempa di Pusat Keunggulan (CoE)

Saat ini, Mach adalah permata mahkota dalam program Pusat Keunggulan (CoE) di Institut Olahraga Australia (AIS) yang berbasis di Canberra. Ini bukan program biasa; ini adalah kawah candradimuka bagi talenta muda terbaik Australia. Di sini, Mach digembleng dengan jadwal yang kejam: latihan lima hari seminggu, intensitas tinggi, dan pertandingan akhir pekan melawan lawan-lawan yang secara fisik jauh lebih kuat dan berpengalaman di liga NBL.

Pelatihnya, Robbie McKinlay, adalah sosok yang telah melahirkan banyak bintang, termasuk nama besar seperti Josh Giddey yang kini menghiasi panggung NBA bersama Chicago Bulls. Namun, McKinlay mengakui bahwa Mach adalah anomali. “Selain bakat fisik yang dimilikinya, dia adalah anak yang hebat, pekerja keras, dan jelas dia adalah orang tertinggi yang pernah saya lihat,” ujar McKinlay.

Kelebihan utama Mach tidak hanya terletak pada kemampuannya memblokir tembakan. McKinlay sering bercanda bahwa Mach—dengan penuh percaya diri—merasa dirinya adalah penembak terbaik di tim. Kemampuan shooting dan kontrol bola pemain tengah ini berkembang pesat, menjadikannya ancaman dua arah: monster di bawah ring dalam bertahan, dan penembak yang merepotkan dalam menyerang.

Transformasi Fisik: Mengisi Tubuh yang Ramping

Salah satu tantangan terbesar Mach adalah mengubah tubuhnya yang ramping menjadi kerangka otot yang kokoh. Ketika pertama kali tiba di CoE, berat badannya hanya 73 kg—angka yang cukup rentan bagi seseorang dengan tinggi lebih dari 2,2 meter.

Dengan disiplin tinggi, Mach menambah berat badannya menjadi 91 kg. Ini adalah hasil dari sesi angkat beban empat kali seminggu dan dedikasi total pada nutrisi. “Saya makan jauh lebih banyak dari biasanya. Ayam, nasi, aprikot, susu cokelat, bahkan protein bar—apa pun yang bisa saya dapatkan,” ungkapnya.

Namun, penguatan fisik ini bukan sekadar untuk penampilan. Pelatih dan tim fisioterapis, Tony Ward, fokus secara khusus pada kekuatan lutut dan keseimbangan Mach. Mengingat beban yang dipikul oleh sendi-sendinya, pendaratan yang benar dan postur tubuh yang stabil adalah kunci agar karier atletiknya tidak terhenti sebelum benar-benar dimulai.

Bayang-bayang Victor Wembanyama

Tidak bisa dipungkiri, setiap pemain basket dengan postur tinggi di era ini akan langsung dibandingkan dengan fenomena NBA, Victor Wembanyama. Mach sendiri secara terbuka mengakui bahwa ia meniru gaya bermain bintang San Antonio Spurs tersebut.

Meski begitu, pelatih McKinlay berhati-hati dalam perbandingan ini. “Wemby adalah sosok yang unik,” tegasnya. Namun, ia tidak memungkiri ada kemiripan dalam hal tipe pemain. Keduanya mampu bergerak dengan kelincahan yang tidak seharusnya dimiliki oleh seseorang dengan tinggi badan tersebut. Ketika orang melihat Mach, reaksi pertama mereka hampir selalu seragam: “Oh my goodness, itu manusia yang tinggi.”

Masa Depan yang Menunggu

Data statistik per 36 menit dari musim 2025 menunjukkan angka yang sangat menjanjikan: 14 poin, 14 rebound, dan 4,5 blok per pertandingan. Analis NBA Draft, Nick Kalinowski, bahkan melabeli Mach sebagai “prospek paling menarik di dunia saat ini” karena kemampuannya melakukan dunk tanpa perlu melompat.

Namun, di balik angka-angka tersebut, Mach tetaplah seorang remaja yang merindukan rumah. Ia menelepon saudara-saudaranya di Perth setiap hari. Ia tetap rendah hati, tetap sopan, dan tetap giat berlatih. Ia tahu perjalanannya masih panjang. Ejekan dari pemain lawan yang lebih senior di lapangan—yang mencoba memprovokasi atau bermain kasar—hanya ia tanggapi dengan senyuman sebelum ia memblokir bola mereka dengan dingin.

Ketika ditanya mengenai target utamanya dalam dua tahun ke depan, jawabannya singkat dan tegas: “Saya ingin berada di San Antonio, bermain bersama Victor Wembanyama.”

Jongkuch Mach bukan sekadar catatan kaki dalam buku rekor tinggi badan. Ia adalah proyeksi masa depan bola basket. Dengan etos kerja yang kuat, keinginan besar untuk dilatih, dan fisik yang terus berkembang, Mach sedang menapaki tangga menuju puncak. Dunia mungkin sedang melihatnya karena tingginya, tetapi ia berniat membuat dunia mengingatnya karena permainannya.

Catatan Sejarah: Mach di Antara Para Raksasa

Untuk menempatkan posisi Jongkuch Mach dalam peta sejarah bola basket, ia kini berdiri sejajar dengan beberapa individu tertinggi yang pernah menginjakkan kaki di lapangan profesional. Dengan tinggi 229 cm, ia berada dalam kelompok elit yang sama dengan nama-nama besar seperti Gheorghe Mureșan dan Manute Bol yang mencapai 231 cm, serta Tacko Fall, Yao Ming, dan Shawn Bradley yang berada di angka 229 cm. Ia juga melampaui tinggi banyak pemain legendaris lainnya seperti Ralph Sampson, Rik Smits, dan sensasi terbaru Victor Wembanyama yang tercatat setinggi 221 cm. Kehadiran Mach dalam daftar ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata dari potensi fisik luar biasa yang sedang disiapkan oleh Australia untuk panggung basket dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib

Rumor Panas Paruh Musim: Bek Persija Digandeng Legia Warszawa, Persib Siap Datangkan Penyerang Eropa

John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030

City Menang 1-0, Gol Haaland Malah Jadi Bumerang? Pro Ref Bongkar Kesalahan VAR

Man Utd vs Man City Diprediksi Sengit, Statistik Mengarah ke Duel Penuh Gol!

Indonesia Jadi Tuan Rumah, Skuad Garuda Siap Tempur! Ini Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.