bukamata.id – Final Piala Dunia 2026 resmi mempertemukan Spanyol vs Argentina dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu partai puncak paling menarik dalam sejarah turnamen. Duel dua raksasa sepak bola dunia itu akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Pertandingan ini menghadirkan banyak cerita. Spanyol datang sebagai juara Piala Eropa 2024, sedangkan Argentina berstatus juara bertahan Piala Dunia 2022 sekaligus kampiun Copa America.
Tak hanya mempertemukan dua tim terbaik dunia, final Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung benturan dua filosofi sepak bola, dua generasi, hingga dua pemain yang mewakili masa lalu dan masa depan: Lionel Messi dan Lamine Yamal.
Spanyol Melaju ke Final Berkat Pertahanan Kokoh
Spanyol memastikan tempat di final setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal di Arlington, Dallas.
La Roja tampil disiplin sepanjang pertandingan dan sukses meredam trio lini depan Prancis yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise.
Ketiga pemain tersebut hanya mampu menciptakan peluang dengan nilai expected goals (xG) sebesar 0,3 dari 10 tembakan.
Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh:
- Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada menit ke-22 setelah Lamine Yamal dilanggar Lucas Digne.
- Pedro Porro pada menit ke-58 melalui kerja sama apik dengan Dani Olmo.
Kemenangan itu semakin menegaskan soliditas tim asuhan Luis de la Fuente.
Sepanjang turnamen, Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan dan kini mencatat 37 laga tanpa kekalahan dalam dua tahun terakhir.
Keberhasilan melangkah ke final juga menjadi yang pertama bagi Spanyol sejak terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2010.
Argentina Tundukkan Inggris Lewat Comeback Dramatis
Di semifinal lainnya, Argentina harus bekerja keras sebelum mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 di Atlanta.
The Three Lions sempat unggul lebih dahulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55 setelah menerima umpan Morgan Rogers.
Namun keputusan pelatih Thomas Tuchel untuk bermain lebih defensif justru menjadi titik balik pertandingan.
Argentina terus menekan hingga akhirnya menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak jauh Enzo Fernandez pada menit ke-85.
Drama kemudian terjadi di masa injury time ketika Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit 90+2 setelah menerima umpan silang akurat dari Lionel Messi.
Messi kembali menjadi pembeda.
Kapten Argentina berusia 39 tahun itu kini telah mengoleksi 10 assist di fase gugur Piala Dunia, menjadi yang terbanyak dalam enam dekade terakhir.
Selain itu, Messi juga mencatatkan kontribusi gol atau assist dalam 11 pertandingan Piala Dunia secara beruntun sejak edisi 2022.
Argentina Ukir Rekor Bersejarah
Kemenangan atas Inggris membuat Argentina menorehkan rekor baru.
Albiceleste menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak dua gol kemenangan pada masa injury time babak kedua dalam satu edisi turnamen.
Pelatih Lionel Scaloni memuji mentalitas anak asuhnya yang selalu mampu bangkit dalam situasi sulit.
“Tim ini bermain paling baik justru ketika menghadapi kesulitan,” ujar Scaloni usai pertandingan.
Duel Dua Filosofi Sepak Bola
Final Piala Dunia 2026 juga akan mempertemukan dua pendekatan berbeda dalam bermain.
Spanyol dikenal dengan gaya penguasaan bola (possession football) yang rata-rata mencapai 68 persen sepanjang turnamen, dipadukan dengan pertahanan yang sangat solid.
Sebaliknya, Argentina lebih mengandalkan efektivitas serangan, mental juara, dan kemampuan keluar dari tekanan.
Dalam fase gugur, Argentina beberapa kali lolos dari situasi sulit, mulai dari laga yang berlanjut ke perpanjangan waktu hingga kemenangan dramatis lewat comeback.
Lamine Yamal vs Lionel Messi, Simbol Pergantian Generasi
Salah satu sorotan terbesar di final adalah duel antara Lamine Yamal dan Lionel Messi.
Yamal yang baru berusia 19 tahun menjadi simbol generasi baru sepak bola dunia.
Di sisi lain, Messi yang telah berusia 39 tahun masih menjadi motor permainan Argentina dan berpeluang menutup karier internasionalnya dengan gelar Piala Dunia kedua secara beruntun.
Menariknya, sebuah foto lama saat Messi menggendong dan memandikan bayi Lamine Yamal pada sesi pemotretan tahun 2007 kembali viral menjelang final. Momen tersebut kini dianggap sebagai simbol estafet generasi dalam sepak bola dunia.
Final Piala Dunia 2026 Dipastikan Cetak Sejarah
Apa pun hasil pertandingan nanti, final Piala Dunia 2026 dipastikan melahirkan sejarah baru.
Jika Argentina menang, Albiceleste akan menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.
Sebaliknya, jika Spanyol keluar sebagai juara, La Roja akan meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah sekaligus menjadi kampiun pertama pada era baru Piala Dunia dengan format 48 peserta.
Dengan kualitas pemain, kekuatan taktik, serta rivalitas dua negara sepak bola terbaik dunia, final di MetLife Stadium diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah dalam perjalanan Piala Dunia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









