bukamata.id – FIFA resmi mengumumkan wasit final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol. Laga puncak yang mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia itu akan dipimpin oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic.
Pertandingan Argentina vs Spanyol dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Penunjukan Slavko Vincic diumumkan FIFA pada Kamis (17/7/2026). Wasit berusia 46 tahun tersebut dipilih karena memiliki pengalaman panjang memimpin pertandingan besar di level internasional maupun kompetisi klub elite Eropa.
Slavko Vincic Pimpin Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol
Dalam menjalankan tugasnya di final Piala Dunia 2026, Slavko Vincic akan dibantu oleh dua asisten wasit asal Slovenia, yakni Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic.
Sementara itu, FIFA menunjuk Adham Makhadmeh sebagai wasit keempat. Posisi asisten wasit cadangan dipercayakan kepada Mohammad Alkalaf.
Bagi Vincic, pertandingan final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen terbesar dalam perjalanan kariernya sebagai pengadil lapangan.
Rekam Jejak Slavko Vincic di Kompetisi Elite
Slavko Vincic bukan sosok asing dalam sepak bola internasional. Ia telah memiliki lisensi wasit FIFA sejak 2010 dan sudah memimpin berbagai pertandingan bergengsi.
Di level klub, Vincic pernah dipercaya menjadi pengadil dalam:
- Final Liga Champions UEFA 2024 antara Real Madrid vs Borussia Dortmund di Stadion Wembley.
- Final Liga Europa UEFA 2022 antara Eintracht Frankfurt vs Rangers.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan FIFA mempercayakan laga final Piala Dunia 2026 kepadanya.
Pertandingan Argentina vs Spanyol juga akan menjadi laga Piala Dunia keenam dalam karier Vincic. Pada edisi 2026, final nanti menjadi pertandingan keempat yang ia pimpin.
Catatan Vincic Bersama Argentina dan Spanyol
Menariknya, Slavko Vincic memiliki sejarah berbeda ketika memimpin pertandingan yang melibatkan kedua finalis.
Bersama Argentina, satu-satunya pertandingan yang pernah dipimpinnya adalah ketika Albiceleste menghadapi Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Dalam laga tersebut, Argentina secara mengejutkan kalah 1-2 dari Arab Saudi. Vincic sempat memberikan penalti untuk Argentina pada menit ketujuh setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti.
Sementara itu, Vincic juga memiliki pengalaman memimpin pertandingan yang melibatkan Spanyol. Salah satunya adalah semifinal UEFA Nations League 2023 saat Spanyol menghadapi Italia.
Pernah Jadi Sorotan, Vincic Lepas dari Tuduhan
Di balik rekam jejak positifnya, Slavko Vincic pernah menjadi sorotan pada 2020.
Ia sempat diamankan polisi Bosnia dalam sebuah operasi penggerebekan terkait jaringan prostitusi dan narkoba di sebuah restoran tempat dirinya berada.
Namun, Vincic kemudian dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam kasus tersebut. Presiden Asosiasi Wasit Sepak Bola Slovenia saat itu juga menyatakan bahwa Vincic tidak menjadi pihak yang dicurigai dan tidak ada tuntutan hukum yang diberikan kepadanya.
FIFA Juga Umumkan Wasit Perebutan Tempat Ketiga
Selain final Piala Dunia 2026, FIFA juga telah menetapkan wasit untuk pertandingan perebutan posisi ketiga antara Inggris vs Prancis.
Laga tersebut akan dipimpin oleh wasit asal Venezuela, Jesus Valenzuela. Ia akan dibantu oleh dua asisten wasit senegaranya, yaitu Jorge Urrego dan Tulio Moreno.
Pertandingan perebutan tempat ketiga dijadwalkan berlangsung di Miami pada Sabtu (19/7/2026) dini hari WIB.
Final Piala Dunia 2026 Penuh Sejarah
Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol menghadirkan cerita menarik karena mempertemukan dua tim dengan status juara bertahan di level kontinental.
Argentina datang sebagai juara Piala Dunia 2022 sekaligus kampiun Copa America, sedangkan Spanyol merupakan pemegang gelar Piala Eropa 2024.
Pertemuan ini menjadi final Piala Dunia pertama yang mempertemukan juara bertahan Copa America dengan juara bertahan Piala Eropa.
Bagi Argentina, laga ini juga memiliki arti besar. Lionel Messi dan kawan-kawan berpeluang mencatat sejarah sebagai tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









