Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bandung Segera Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Jangan Khawatir!

Jumat, 17 Juli 2026 16:00 WIB

Pelatih Persib Ungkap Alasan Gagal Pertahankan Frans Putros: Situasinya Berubah Usai Piala Dunia

Jumat, 17 Juli 2026 15:53 WIB

Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Benturan Dua Filosofi Sepak Bola Dunia

Jumat, 17 Juli 2026 15:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bandung Segera Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Jangan Khawatir!
  • Pelatih Persib Ungkap Alasan Gagal Pertahankan Frans Putros: Situasinya Berubah Usai Piala Dunia
  • Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Benturan Dua Filosofi Sepak Bola Dunia
  • Kredit SME Meroket 33%, Bank Muamalat dan BPKH Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
  • Dituduh ‘Disetting’ FIFA, Lionel Messi Beri Jawaban Menohok Soal Keberhasilan Argentina
  • Aksi Begal di Bandung Kembali Marak, Polisi Tingkatkan Patroli Malam
  • Geger Grup Facebook LGBT di Majalengka, Ribuan Anggota Terdeteksi dalam Ruang Digital
  • Ramai Dikecam! Bhayangkara Dog Run 2026 Viral Gara-gara Hadiah, Panitia Klarifikasi Hanya Boneka?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 17 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ramai Dikecam! Bhayangkara Dog Run 2026 Viral Gara-gara Hadiah, Panitia Klarifikasi Hanya Boneka?

By Aga GustianaJumat, 17 Juli 2026 15:03 WIB5 Mins Read
Melanie Subono kritik keras event Bhayangkara Dog Run yang menghadiahkan anjing hidup. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia digital kembali diguncang oleh perdebatan sengit mengenai batas-batas etika dalam memperlakukan makhluk hidup. Pemicunya adalah sebuah pengumuman dari rangkaian acara “Nice Bhayangkara Dog Run 2026”, sebuah kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Niat awal untuk membangun ikatan antara masyarakat dan hewan peliharaan melalui kegiatan fun run bersama anjing kesayangan, justru berbalik menjadi badai kritik tajam setelah panitia mencantumkan seekor anjing ras Poodle hidup sebagai doorprize utama.

Gelombang Kritik dan Kemarahan Warganet

Keputusan tersebut dengan cepat memicu reaksi negatif dari berbagai komunitas perlindungan hewan dan warganet. Di mata para aktivis kesejahteraan satwa, tindakan menjadikan makhluk hidup sebagai hadiah undian adalah bentuk komodifikasi yang mencederai martabat hewan. Banyak yang menilai bahwa makhluk hidup tidak semestinya dijadikan hadiah layaknya barang, karena berisiko besar diserahkan kepada orang yang belum tentu siap merawatnya dalam jangka panjang.

Figur publik Melanie Subono menjadi salah satu suara paling vokal. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah poster acara tersebut dan melayangkan kritik keras. Melanie menyinggung keberadaan logo Polisi Satwa (Polsatwa) pada poster “Nice Bhayangkara Dog Run 2026”, sekaligus menuntut penjelasan dari pihak penyelenggara atas keputusan tersebut.

“Ada acara hadiahnya anjing poodle. Ini makhluk hidup, tolong Polsatwa ada logo anda gede sekali (di poster acara Bhayangkara Dog Run 2026), exactly itu kalian harus beri penjelasan,” ucap Melanie, dikutip dari video yang diunggahnya. Ia juga menyayangkan sikap dari pihak terkait dan menyentil Polsatwa yang dianggap mengizinkan acara tersebut memberikan makhluk hidup sebagai hadiah. Melanie menegaskan bahwa anjing tersebut sebaiknya disalurkan melalui program adopsi gratis, bukan dijadikan hadiah undian.

Unggahan Melanie seketika menuai beragam reaksi dan dibanjiri dukungan dari warganet. Banyak yang merasa tidak habis pikir dengan konsep tersebut dan langsung menandai akun resmi Polri untuk memprotes tindakan yang dianggap tidak memiliki hati nurani. Berikut adalah beberapa komentar yang meramaikan kolom komentar terkait insiden ini:

  • “Waktu bikin konsep acara ini pada pake akal budi & hati nurani gak sih, @direktorat_polisi_satwa @divisihumaspolri,” tulis salah satu warganet yang menyayangkan kurangnya empati dalam penyelenggaraan acara.
  • “Sakit banget rasanya, sebagai pecinta anabul miris sekali rasanya lihat hadiah doorprize anjing hidup. Bayangkan gimana rasanya kalo hewan peliharaan yang dianggap udah kaya anak sendiri dijadikan hadiah dikasihkan ke orang lain??” imbuh warganet lainnya.

Sorotan terhadap Tanggung Jawab dan Komitmen

Kritik lainnya menyoroti tidak adanya jaminan bahwa penerima doorprize tersebut nantinya benar-benar memiliki komitmen untuk memelihara anjing dalam jangka panjang. Memelihara anjing dinilai bukan sekadar memiliki hewan peliharaan, tetapi membutuhkan kesiapan finansial, waktu, komitmen, serta tanggung jawab jangka panjang.

Produser Ronny Irawan ikut angkat bicara dengan komentar pedas terkait perlakuan terhadap satwa dalam acara tersebut. “Sakit ni penyelenggaranya. Makhluk hidup diperlakukan seperti barang. Memelihara anabul itu perlu komitmen seumur hidup, bukan cuma ngasih makan tapi juga ngasih perhatian, jaminan keamanan, vaksin tahunan, obat cacing tahunan, grooming bulanan dll. Udah kayak punya anak beneran. Bukan sekedar bawa pulang,” ungkapnya.

Kekhawatiran para pecinta hewan sangat beralasan. Mereka takut hadiah undian ini berpotensi dimenangkan oleh peserta yang sebenarnya tidak memiliki niat maupun kemampuan untuk merawat anjing dengan baik. Sejumlah komunitas perlindungan satwa menyarankan agar hadiah tersebut diganti dengan barang lain, sementara anjing yang telah disiapkan dialihkan ke jalur adopsi resmi melalui proses seleksi calon adopter yang ketat.

Klarifikasi Panitia: Ternyata Hanya Boneka

Di tengah memanasnya polemik yang terus disuarakan di media sosial, pihak panitia penyelenggara akhirnya memberikan klarifikasi melalui sebuah video. Dalam video tersebut, perwakilan panitia dari HMI dan penyelenggara HUT Bhayangkara menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Mereka menjelaskan bahwa “hadiah” yang dicantumkan dalam poster bukanlah anjing hidup, melainkan boneka anjing Poodle.

“Halo, kami dari panitia HMI dan HUT Bhayangkara yang akan dilaksana di Queen City, saya atas nama panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada netizen dan seluruh penyayang hewan. Sebenarnya hadiah yang kita maksud, kita bisa lihat di mobil, silakan,” ujar panitia dalam video tersebut.

“Iya, hadiah yang kami maksud adalah boneka anjing poodle. Kita tidak akan memberikan seekor anjing yang hidup. Terima kasih atas perhatiannya, selamat siang,” pungkasnya.

Refleksi dan Pelajaran bagi Penyelenggara

Meskipun masalah ini berakhir dengan klarifikasi bahwa hadiahnya hanyalah boneka, insiden ini tetap menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyelenggara acara di Indonesia. Komunikasi visual dalam materi promosi memiliki dampak yang sangat krusial. Penggunaan narasi atau poster yang ambigu—terutama dalam konteks acara yang melibatkan satwa asli—dapat dengan mudah disalahartikan dan memicu krisis reputasi yang panjang.

Lebih jauh, peristiwa ini membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan (animal welfare) telah meningkat pesat. Publik kini semakin kritis dan tidak lagi menoleransi praktik-praktik yang memperlakukan hewan sebagai objek hiburan semata. Ke depan, penyelenggara acara diharapkan untuk lebih sensitif terhadap isu-isu etika, serta melibatkan pihak-pihak yang memahami kesejahteraan satwa dalam setiap perencanaan konsep acara.

Pada akhirnya, sebuah acara yang dirancang untuk merayakan hubungan antara manusia dan hewan haruslah mencerminkan penghormatan terhadap kehidupan itu sendiri. Jika sebuah acara ingin menumbuhkan cinta terhadap satwa, maka seluruh aspek di dalamnya—termasuk hadiah dan aktivitas yang disediakan—harus selaras dengan prinsip-prinsip kasih sayang dan tanggung jawab terhadap makhluk hidup, bukan sekadar menjadikannya properti yang bisa diundi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bhayangkara Dog Run Dog Run Semarang Etika Satwa Kontroversi Doorprize
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kredit SME Meroket 33%, Bank Muamalat dan BPKH Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Begal

Aksi Begal di Bandung Kembali Marak, Polisi Tingkatkan Patroli Malam

Geger Grup Facebook LGBT di Majalengka, Ribuan Anggota Terdeteksi dalam Ruang Digital

Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Bansos Cair Juli 2026, Cek Penerima PKH, BPNT, dan Bantuan Beras Pakai NIK KTP

Tragedi Pabrik vs Kemewahan Senayan: PHK di Depan Mata vs ‘Tidur Nyenyak’ di Sidang Paripurna

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Plot Twist Insiden Lamborghini di Malaysia: Klarifikasi Karyn Putri yang Bikin Netizen Berbalik Arah
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.