Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Minggu, 15 Maret 2026 21:45 WIB

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Minggu, 15 Maret 2026 21:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
  • Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sindir Sepinya BIJB Kertajati: Sudah Jadi Peuteuy Selong

By Aga GustianaSabtu, 7 Juni 2025 19:02 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka mengkritisi kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dinilainya kini tidak lagi beroperasi secara optimal. Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Hari Jadi ke-535 Kabupaten Majalengka, Dedi menggunakan istilah khas Sunda untuk menggambarkan keadaan bandara yang menurutnya stagnan.

“Majalengka ka kaler na keun, geus aya bandara. Barijeung bandara na téh ayeuna geus robah jadi peuteuy selong. Kunaon jadi peuteuy selong? Pan euweuh pesawat na, teu maju-maju,” kata Dedi di hadapan para anggota dewan dan pejabat daerah, Sabtu (7/6/2025).

Dalam ungkapan itu, peuteuy selong menggambarkan sesuatu yang terlihat menjanjikan di luar, namun kosong di dalam—sebuah sindiran keras terhadap kondisi BIJB yang minim aktivitas penerbangan meski sudah bertahun-tahun berdiri.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Takut Lawan Pelaku Penambang Ilegal

Beban APBD Jabar Makin Berat

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap beban anggaran yang terus ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menopang operasional bandara tersebut.

“Pan nombok unggal taun Rp30 miliar jang bandara téh. Kudu kumaha?” ucapnya.

Sebagai gubernur yang baru menjabat selama tiga bulan, Dedi meminta waktu untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menangani persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa perubahan membutuhkan proses, termasuk upaya pengembangan kawasan sekitar BIJB agar memberikan dampak ekonomi lebih luas.

“Kudu kumaha? Keun urang pikiran aya desain strategi kudu disiapkeun, ulah waka nyarekan ayeuna pan aing karek tilu bulan,” ujarnya.

Dorong Pendidikan untuk Hadapi Industri Rebana

Tak hanya soal bandara, Dedi juga menyoroti perubahan wajah Majalengka yang kini bergerak dari wilayah agraris menuju kawasan industri. Ia melihat peluang besar di kawasan Rebana Metropolitan—wilayah strategis yang mencakup Majalengka, Subang, Indramayu, dan Cirebon—namun mengingatkan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama agar masyarakat lokal tidak tertinggal.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Sewa Auditor Internasional untuk Audit BUMD

“Ngeus éta kawasan, kawasan industri, industri strategi naon nu kudu dibangun barang mimiti? Pengembangan pendidikan tinggi anu berbasis pasar, sakola SMK dorong pertumbuhanana, engineer dorong pertumbuhanana. Supaya naon? Supaya nguasai industri Rebana,” tegasnya.

Dedi mengingatkan, keberadaan pabrik-pabrik di kawasan Rebana akan sia-sia jika tenaga kerja lokal tidak disiapkan secara matang. Ia mengkritik pola pembangunan yang tidak dibarengi pembinaan mental dan keahlian warga setempat.

“Jugjleg pabrik di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Subang kudu kumaha? Ai jugjleg pabrik jelemana teu disiapkeun, mentalna teu dibangun, angger eungke na pabrik nu ngeusian batur,” tandasnya.

Baca Juga:  Citarum Darurat Sampah, Dedi Mulyadi Turunkan 4 Ponton dan 20 Truk Bersihkan Sungai

Arah Baru Pembangunan Jawa Barat

Pernyataan Dedi Mulyadi menjadi gambaran kegelisahan sekaligus semangat perubahan dalam kepemimpinannya. Ia menyadari banyak warisan kebijakan sebelumnya yang kini menjadi beban, namun juga melihat potensi besar yang bisa dikembangkan jika dikelola secara terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.

Transformasi kawasan industri dan optimalisasi infrastruktur seperti BIJB akan menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan Jabar ke depan. Meski tantangan besar menanti, Dedi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun secara fisik, tapi juga membentuk mental dan kapasitas masyarakat agar benar-benar mampu bersaing dan berdikari di tanahnya sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati BIJB Kertajati Dedi Mulyadi Majalengka Peuteuy Selong
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.