bukamata.id – Harga emas dunia kembali bergerak turun signifikan pada perdagangan pagi ini, Senin (2/2/2026), setelah koreksi tajam pekan lalu. Pergerakan ini membuat investor mulai menimbang strategi jual atau beli logam mulia.
Pada pukul 07:08 WIB, harga emas pasar spot tercatat US$ 4.808,2/troy ons, turun 1,59% dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu. Bahkan pagi ini, harga emas sempat ambruk hingga 4%.
Koreksi ini melanjutkan penurunan tajam pada Jumat (30/1/2026), saat harga emas ambrol lebih dari 9% dalam sehari setelah sebelumnya sempat menembus level US$ 5.500/troy ons.
Penyebab Harga Emas Turun: Sentimen AS dan Suku Bunga
Sentimen utama yang memengaruhi harga emas datang dari Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai calon Gubernur Bank Sentral Federal Reserve (Fed) menggantikan Jerome ‘Jay’ Powell.
Warsh dikenal sebagai sosok yang agresif menekan inflasi. Pasar menilai di bawah kepemimpinannya, suku bunga acuan AS sulit turun, sehingga membuat emas, sebagai aset non-yielding (tidak memberikan imbal hasil), kurang menguntungkan.
Menurut Christopher Wong dari Oversea-Chinese Banking Corp, fluktuasi harga emas memang wajar.
“Pencalonan Warsh jadi alasan untuk membalik pergerakan harga. Tapi koreksi tajam memang sulit dihindari,” ujarnya, dikutip Bloomberg News.
Meskipun koreksi terjadi, secara bulanan harga emas masih membukukan kenaikan 7,72%, dan sepanjang tahun ini (year-to-date) menguat 10,88%.
Analisis Teknikal: Zona Bullish Masih Bertahan
Secara teknikal, emas masih berada di zona bullish meski mengalami koreksi. Data Relative Strength Index (RSI) 14 hari menunjukkan nilai 54, menandakan sentimen pasar masih positif. Namun, RSI yang belum jauh dari 50 mengindikasikan kondisi pasar cenderung netral.
Indikator Stochastic RSI 14 hari menunjukkan posisi oversold (jenuh jual) di bawah 20, memberi peluang rebound harga emas dalam perdagangan hari ini.
Level penting yang perlu dicermati:
- Pivot point: US$ 4.769/troy ons
- Support terdekat: US$ 4.756–4.704/troy ons
- Support terjauh (paling pesimistis): US$ 4.486/troy ons
- Resisten terdekat: US$ 4.804/troy ons
- Resisten berikutnya: US$ 4.825–4.839/troy ons
- Resisten terjauh (paling optimistis): US$ 5.009/troy ons
Investor disarankan memantau level pivot dan support-resisten untuk menentukan strategi jual-beli harian.
Harga emas dunia pagi ini mengalami koreksi signifikan hampir 2%, dipicu oleh sentimen AS terkait suku bunga dan pencalonan gubernur baru Fed. Meskipun demikian, tren jangka menengah hingga panjang masih menunjukkan potensi bullish, terutama dengan indikator Stochastic RSI yang sudah oversold.
Bagi investor, koreksi ini bisa menjadi momentum strategis untuk menambah posisi beli (buy on dip) atau mengambil keuntungan (take profit), tergantung strategi masing-masing.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











