Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Selasa, 6 Oktober 2026 06:00 WIB

Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!

Selasa, 6 Oktober 2026 05:00 WIB

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Selasa, 6 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!
  • Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!
  • Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu
  • BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026
  • Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat
  • Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
  • Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup Usai Bekuk Thailand Lewat Adu Penalti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Harga Emas Dunia Ambruk Hampir 2 Persen, Apakah Saatnya Jual atau Beli?

By SusanaSenin, 2 Februari 2026 10:18 WIB2 Mins Read
Ilustrasi emas. (Foto: Pexels)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Harga emas dunia kembali bergerak turun signifikan pada perdagangan pagi ini, Senin (2/2/2026), setelah koreksi tajam pekan lalu. Pergerakan ini membuat investor mulai menimbang strategi jual atau beli logam mulia.

Pada pukul 07:08 WIB, harga emas pasar spot tercatat US$ 4.808,2/troy ons, turun 1,59% dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu. Bahkan pagi ini, harga emas sempat ambruk hingga 4%.

Koreksi ini melanjutkan penurunan tajam pada Jumat (30/1/2026), saat harga emas ambrol lebih dari 9% dalam sehari setelah sebelumnya sempat menembus level US$ 5.500/troy ons.

Penyebab Harga Emas Turun: Sentimen AS dan Suku Bunga

Sentimen utama yang memengaruhi harga emas datang dari Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai calon Gubernur Bank Sentral Federal Reserve (Fed) menggantikan Jerome ‘Jay’ Powell.

Warsh dikenal sebagai sosok yang agresif menekan inflasi. Pasar menilai di bawah kepemimpinannya, suku bunga acuan AS sulit turun, sehingga membuat emas, sebagai aset non-yielding (tidak memberikan imbal hasil), kurang menguntungkan.

Menurut Christopher Wong dari Oversea-Chinese Banking Corp, fluktuasi harga emas memang wajar.

“Pencalonan Warsh jadi alasan untuk membalik pergerakan harga. Tapi koreksi tajam memang sulit dihindari,” ujarnya, dikutip Bloomberg News.

Meskipun koreksi terjadi, secara bulanan harga emas masih membukukan kenaikan 7,72%, dan sepanjang tahun ini (year-to-date) menguat 10,88%.

Analisis Teknikal: Zona Bullish Masih Bertahan

Secara teknikal, emas masih berada di zona bullish meski mengalami koreksi. Data Relative Strength Index (RSI) 14 hari menunjukkan nilai 54, menandakan sentimen pasar masih positif. Namun, RSI yang belum jauh dari 50 mengindikasikan kondisi pasar cenderung netral.

Indikator Stochastic RSI 14 hari menunjukkan posisi oversold (jenuh jual) di bawah 20, memberi peluang rebound harga emas dalam perdagangan hari ini.

Level penting yang perlu dicermati:

  • Pivot point: US$ 4.769/troy ons
  • Support terdekat: US$ 4.756–4.704/troy ons
  • Support terjauh (paling pesimistis): US$ 4.486/troy ons
  • Resisten terdekat: US$ 4.804/troy ons
  • Resisten berikutnya: US$ 4.825–4.839/troy ons
  • Resisten terjauh (paling optimistis): US$ 5.009/troy ons

Investor disarankan memantau level pivot dan support-resisten untuk menentukan strategi jual-beli harian.

Harga emas dunia pagi ini mengalami koreksi signifikan hampir 2%, dipicu oleh sentimen AS terkait suku bunga dan pencalonan gubernur baru Fed. Meskipun demikian, tren jangka menengah hingga panjang masih menunjukkan potensi bullish, terutama dengan indikator Stochastic RSI yang sudah oversold.

Bagi investor, koreksi ini bisa menjadi momentum strategis untuk menambah posisi beli (buy on dip) atau mengambil keuntungan (take profit), tergantung strategi masing-masing.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat

Gandeng MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun, JNE Beri Promo Spesial di Hari Batik Nasional 2026

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.