Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Jumat, 2 Oktober 2026 22:18 WIB

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Jumat, 2 Oktober 2026 21:53 WIB

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Jumat, 2 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
  • Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemkot Bandung Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Kecil, PSEL Jelekong Ikut Dikaji

By Mulki AlbarJumat, 14 Agustus 2026 10:33 WIB3 Mins Read
Pemkot Bandung menyiapkan teknologi pengolahan sampah skala kecil hingga menengah dan mengkaji rencana pembangunan PSEL baru di kawasan Jelekong. FotoL Dok. Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah strategi baru untuk memperkuat penanganan persoalan sampah, mulai dari penggunaan teknologi pengolahan sampah skala kecil hingga menengah di tingkat kelurahan dan kecamatan hingga rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan teknologi berskala kecil dan menengah akan dikaji untuk ditempatkan lebih dekat dengan sumber sampah. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan sampah tidak seluruhnya bergantung pada fasilitas pengolahan berkapasitas besar.

“Terkait sampah, kami akan membahas teknologi baru berkapasitas kecil menengah untuk kita tempatkan di wilayah-wilayah kelurahan dan kecamatan,” ujar Farhan, Kamis (13/8/2026).

Rencana tersebut akan dibahas Pemkot Bandung bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktur Utama PT Pindad, serta Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Farhan, untuk pengolahan sampah dengan kapasitas menengah hingga besar, saat ini Kota Bandung telah memiliki 31 insinerator. Seluruhnya diklaim telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta dilengkapi sistem pengendalian pencemaran udara atau air pollution control.

Baca Juga:  Jangan Sampai Terlewat! Ini 4 Syarat Ikut Program Nikah Gratis Kota Bandung

“Insinerator itu sudah lolos baik SNI maupun juga air pollution control. Semuanya sudah dilaksanakan (pengujian),” katanya.

Meski demikian, Farhan menilai keberadaan fasilitas tersebut belum cukup untuk menjadi satu-satunya solusi. Kota Bandung masih membutuhkan alternatif teknologi pengolahan sampah dengan kapasitas dan lokasi yang lebih beragam.

PSEL Jelekong Masuk Rencana Baru

Selain teknologi pengolahan sampah skala kecil dan menengah, Pemkot Bandung juga tengah menjajaki pembangunan titik baru PSEL di wilayah Jelekong, Kabupaten Bandung.

Farhan mengatakan rencana tersebut akan diusulkan untuk masuk dalam batch ketiga Danantara. Usulan itu muncul setelah adanya arahan dan pembahasan bersama Wakil Ketua MPR RI serta pimpinan Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno.

“Sesuai dengan arahan dan diskusi bersama Wakil Ketua MPR RI dan juga pimpinan dari Komisi 12 DPR RI Mas Eddy Soeparno, ada baiknya Kota Bandung mengusulkan juga satu titik baru untuk PSEL di wilayah Kota Bandung yang akan masuk ke batch ketiga Danantara,” ucapnya.

Baca Juga:  Bandung Gaming Day 2025, Pacu Pertumbuhan Industri Gim Lokal

Lahan yang disiapkan untuk rencana tersebut merupakan aset milik Pemkot Bandung dengan luas sekitar 9,7 hektare.

Namun, persoalan akses menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum rencana pembangunan dapat berjalan.

Farhan menyebut akses menuju lahan saat ini masih berkaitan dengan lahan milik pihak lain. Pemkot Bandung berencana membangun jalur baru untuk menghindari potensi penolakan masyarakat apabila menggunakan akses yang sudah ada.

“Kalau pakai jalan yang lama pasti ditolak. Jadi kita mesti bikin jalur baru,” katanya.

Farhan menilai lokasi tersebut cukup strategis. Dari kawasan tersebut, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bahkan dapat terlihat dari gerbang kawasan.

Studi Kelayakan Ditargetkan Rampung Sebulan

Sebelum menentukan pembangunan, Pemkot Bandung akan terlebih dahulu melakukan studi kelayakan terhadap rencana PSEL tersebut.

Farhan menargetkan kajian awal dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah itu, pemerintah akan menghitung kebutuhan investasi dan menentukan skema pembiayaan yang paling memungkinkan.

Baca Juga:  Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

“Kita akan ngobrol dulu, lakukan studi kelayakan. Dalam sebulan ini selesai studi kelayakannya. Setelah itu kita akan menghitung berapa besar investasi yang akan ditanamkan di situ,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung juga membuka peluang menggandeng pihak swasta untuk membiayai pembangunan sekaligus pengoperasian fasilitas tersebut.

Namun, Farhan menegaskan investasi pengolahan sampah tetap harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekitar. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah akses transportasi menuju lokasi.

Dengan demikian, strategi persampahan Kota Bandung ke depan tidak hanya diarahkan pada pembangunan fasilitas pengolahan berskala besar, tetapi juga pengembangan teknologi yang lebih dekat dengan sumber sampah. Di sisi lain, rencana PSEL Jelekong masih berada pada tahap kajian dan perlu melewati studi kelayakan, perhitungan investasi, serta pembahasan akses sebelum dapat direalisasikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.