Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Senin, 24 Agustus 2026 15:25 WIB

Kisah Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi Muhammad SAW yang Menyimpan Pelajaran Berharga

Senin, 24 Agustus 2026 15:18 WIB

Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung

Senin, 24 Agustus 2026 15:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data
  • Kisah Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi Muhammad SAW yang Menyimpan Pelajaran Berharga
  • Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung
  • Pindah Stadion Tanpa Penonton, Ramon Tanque Tegaskan Persib Siap Hajar Manila Digger di SJH
  • Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya
  • Persib Berpacu dengan Waktu! Igor Tolic Pusing, 2 Pemain Cedera Jelang Kontra Manila Digger
  • Natanael Wiraatmaja, Ilmuwan Masa Depan Indonesia yang Menembus Orlando dan NASA
  • Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

By Mulki AlbarSenin, 24 Agustus 2026 15:25 WIB3 Mins Read
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti akurasi data desil 9-10 yang berdampak pada akses subsidi BBM. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menyoroti penerapan kebijakan subsidi berdasarkan kelompok desil masyarakat, khususnya bagi warga yang masuk desil 9 dan 10. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kelompok tersebut dikategorikan sebagai masyarakat yang sudah mampu sehingga tidak lagi dapat menikmati sejumlah subsidi, termasuk subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Farhan meminta penerapan kebijakan tersebut dilakukan secara hati-hati karena kondisi ekonomi warga yang tercatat dalam data desil belum tentu sepenuhnya menggambarkan keadaan mereka di lapangan.

“Desil 9 dan desil 10 ini adalah mereka yang dianggap sudah mampu dan memiliki pendapatan yang tetap. Nah, untuk itu memang kami akan mencermati di lapangan secara sangat hati-hati mengenai penerapan-penerapan aturan terhadap desil 9 dan desil 10 ini,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, konsekuensi dari masuknya seseorang ke desil 9 atau 10 adalah berkurangnya akses terhadap sejumlah subsidi pemerintah, salah satunya subsidi BBM.

Baca Juga:  Pengawasan Diperketat 24 Jam, Hewan Kurban di Kota Bandung Sehat

“Memang salah satu konsekuensinya adalah kita tidak bisa menikmati langsung subsidi-subsidi, khususnya subsidi BBM,” katanya.

Farhan menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena kebijakan subsidi memiliki kaitan langsung dengan daya beli dan perputaran ekonomi masyarakat.

Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan ketidaksesuaian antara data yang tercatat dengan kondisi ekonomi sebenarnya di lapangan.

“Persoalannya, di lapangan itu banyak masyarakat yang tidak sesuai dengan kondisi kenyataannya,” ujarnya.

Farhan Justru Soroti Transisi Desil 5 ke 6

Di tengah pembahasan mengenai warga desil 9 dan 10, Farhan mengatakan ada kelompok lain yang menurutnya tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni masyarakat yang berada pada transisi desil 5 ke desil 6.

Menurut Farhan, kelompok tersebut justru berada dalam posisi rentan karena ketika naik ke desil 6, mereka berpotensi kehilangan akses terhadap bantuan tertentu. Padahal, peningkatan kategori desil belum tentu berarti kondisi ekonomi keluarga tersebut sudah benar-benar membaik.

Baca Juga:  Sambut KUHP Baru 2026, Pemkot Bandung dan Kejari Tingkatkan Kolaborasi Hukum

“Kalau desil 9-10 kan tidak bisa menikmati subsidi. Kalau desil 5 ke desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan,” kata Farhan.

Karena itu, ia menegaskan Pemkot Bandung tidak hanya akan mencermati dampak kebijakan terhadap masyarakat desil 9 dan 10, tetapi juga memperhatikan warga yang mengalami perubahan kategori dari desil 5 menuju desil 6.

“Jadi buat kami, isu desil 9-10 penting, namun kami juga tidak mungkin mengabaikan isu transisi desil 5 ke desil 6. Demikian juga sebaliknya,” tuturnya.

Pemkot Pantau Kondisi Warga di Kewilayahan

Untuk memastikan data dan kondisi masyarakat dapat terus dipantau, Farhan mengatakan Pemkot Bandung akan memperkuat pemantauan di tingkat kewilayahan.

Ia menyebut keberadaan sistem dan aktivitas kewilayahan, termasuk Siskamling Siaga Bencana, dapat menjadi salah satu sarana untuk mengetahui kondisi warga secara lebih dekat.

“Ya, mencermati kewilayahan. Itu sebabnya saya kan masih jalan tuh, Siskamling Siaga Bencana, untuk memastikan bahwa warga di setiap kewilayahan itu bisa menyampaikan aspirasinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Karasa, Gerakan Urban Farming yang Ubah Wajah Ketahanan Pangan Kota Bandung

Menurut Farhan, masyarakat dapat menyampaikan apabila mengalami kesulitan maupun perubahan kondisi ekonomi yang tidak tercermin dalam data.

Ia juga menyebut terdapat mekanisme yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan perubahan kondisi atau kategori desil melalui kanal yang disediakan pemerintah pusat.

“Kalau saya nggak salah, itu ada yang namanya website untuk melaporkan tentang perubahan desil tersebut,” katanya.

Farhan menegaskan, perhatian Pemkot Bandung tidak berhenti pada persoalan siapa yang berhak mendapatkan subsidi. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat yang berada di garis transisi tidak kehilangan perlindungan ketika kondisi ekonominya belum sepenuhnya stabil.

“Yang paling penting adalah bahwa instrumen-instrumen untuk berbagai macam bantuan, terutama sekali lagi ya transisi desil 5 dan desil 6, itu bisa tertangani dengan baik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bansos 2026 data desil masyarakat desil 9 10 desil DTSEN Muhammad Farhan subsidi BBM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung

Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek Bansos Rp600 Ribu BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, NIK KTP Jadi Kuncinya

Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan

Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.