bukamata.id – Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi tonggak sejarah paling agung dalam peradaban Islam. Rasulullah SAW lahir di kota Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal—sebuah peristiwa mulia yang secara historis bertepatan dengan Tahun Gajah (‘Am al-Fil), atau sekitar 570–571 Masehi.
Dinamakan Tahun Gajah karena sebelum sang nabi terlahir ke dunia, kota Makkah sempat dilanda kepanikan akibat gempuran tentara bergajah yang bermaksud meratakan Ka’bah.
Momentum bersejarah ini kembali hangat diperbincangkan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Latar Belakang dan Invasi Pasukan Abrahah
Gelar Tahun Gajah bermula dari ambisi penguasa Yaman kala itu, Abrahah. Merasa iri melihat keagungan Ka’bah yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai penjuru, Abrahah membangun katedral megah di Yaman untuk memindahkan pusat keagamaan ke wilayahnya.
Namun, rencana tersebut berujung kegagalan. Marah karena usahanya tak membuahkan hasil, Abrahah memimpin ribuan prajurit yang dilengkapi armada gajah tempur menuju Makkah untuk memusnahkan Ka’bah.
Pertolongan Allah dalam Surah Al-Fil
Ketika pasukan Abrahah kian mendekati bangunan suci tersebut, perlindungan Ilahi bekerja dengan cara yang tak terbayangkan oleh logika manusia. Rencana jahat Abrahah hancur total sebelum sempat menyentuh Ka’bah.
Allah SWT mengutus kawanan burung Ababil yang membawa batu-batu panas dari neraka (sijjil). Hujan batu tersebut menghantam pasukan Abrahah hingga mereka binasa layaknya daun-daun yang dimakan ulat. Tragedi kekalahan mutlak pasukan bergajah ini diabadikan secara abadi dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Fil.
Lahirnya Sang Rahmat bagi Semesta Alam
Tak lama setelah kehancuran tentara Abrahah, Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb. Sang nabi terlahir dalam keadaan yatim, lantaran ayahnya telah wafat saat beliau masih berada di dalam kandungan.
Tumbuh besar di tengah lingkungan suku Quraisy, Rasulullah SAW kelak diutus menjadi nabi terakhir yang mengemban risalah tauhid. Beliau memimpin perubahan moral dan spiritual besar-besaran, tidak hanya bagi masyarakat Arab tetapi seluruh umat manusia.
Hikmah Peringatan Maulid Nabi
Momen Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar pengingat kalender sejarah. Melalui momentum ini, umat Islam diajak untuk menggali kembali keteladanan akhlak Rasulullah, memperbanyak selawat, serta memetik hikmah dari kisah Tahun Gajah: bahwasanya sehebat apa pun tipu daya manusia, kekuasaan Allah SWT selalu berada di atas segalanya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










