bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut penertiban dan pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik Kota Bandung sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap angka pengangguran.
Farhan mengatakan, pemerintah belum menemukan adanya peningkatan pengangguran yang secara langsung dapat dikaitkan dengan kebijakan penertiban PKL.
“Kelihatannya saya tidak melihat ada lonjakan. Justru sebetulnya, ini hebatnya para pengusaha kecil. Ketika kemudian mau tidak mau harus dibongkar, mereka mulai mencari cara lain untuk tetap berusaha,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).
Menurut Farhan, kondisi tersebut menunjukkan sebagian pelaku usaha kecil mampu beradaptasi setelah kehilangan tempat berjualan. Ia juga menilai kesempatan untuk bekerja maupun membuka usaha di Kota Bandung masih tersedia.
“Saya kira peluang kerja dan peluang berusaha di Kota Bandung alhamdulillah masih terbuka. Ada dampaknya, tapi saya belum melihat secara angka statistik dampaknya begitu besar,” katanya.
Pemkot Perluas Bursa Kerja
Meski belum melihat lonjakan pengangguran yang signifikan, Pemkot Bandung tetap menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang mungkin dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang terdampak penertiban.
Salah satunya dilakukan melalui perluasan akses terhadap informasi dan kesempatan kerja. Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung kini tidak hanya menggelar bursa kerja secara berkala, tetapi juga menyediakan bursa kerja virtual setiap bulan.
“Itu sebabnya Dinas Tenaga Kerja sekarang tidak hanya mengadakan bursa kerja tiga bulan sekali, tetapi bursa kerja virtual setiap bulan. Itu kerja sama kita dengan beberapa perusahaan dan juga latihan pekerjaan,” jelas Farhan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempertemukan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dengan perusahaan yang membuka lowongan.
Event Kota Jadi Ruang Ekonomi
Selain membuka akses pekerjaan, Farhan mendorong perangkat daerah memanfaatkan berbagai agenda dan kegiatan di Kota Bandung sebagai ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan peluang ekonomi.
Menurutnya, kegiatan seperti Bandung Great Sale dan Bandung Fair dapat menjadi salah satu sarana untuk menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus membuka kesempatan usaha.
“Nanti ada Bandung Fair, nanti di setiap kecamatan ada lagi. Jadi kesempatan berusaha dan bekerjanya ada terus. Itu salah satu bentuk antisipasi kita,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









