Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB

STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung

Rabu, 10 Juni 2026 05:00 WIB

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Rabu, 10 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

IHSG Hari Ini Terjun Tajam di Pagi Hari, Pasar Langsung Bergejolak

By Aga GustianaSenin, 2 Februari 2026 11:23 WIB4 Mins Read
IHSG anjlok. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perdagangan saham Indonesia dibuka dengan kejutan besar pada awal pekan ini. Baru beberapa menit setelah bel pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tergelincir tajam dan nyaris mencatat koreksi lima persen pada Senin pagi, 2 Februari 2026.

Tekanan mendadak tersebut membuat suasana pasar berubah drastis. Investor ritel hingga pelaku institusi dikejutkan oleh derasnya aksi jual yang terjadi hampir di seluruh sektor, menghapus sentimen positif yang sempat terbangun menjelang akhir pekan lalu.

Penurunan cepat ini pun memunculkan satu pertanyaan besar: apakah pelemahan IHSG kali ini hanya koreksi teknikal, atau justru sinyal tekanan yang lebih serius bagi pasar saham domestik?

IHSG Tertekan Sejak Menit Awal

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat berada di level 7.933,97 hingga pukul 09.53 WIB, atau turun 395,64 poin setara 4,75 persen. Angka tersebut mencerminkan tekanan luar biasa dalam waktu yang sangat singkat.

Secara pergerakan intraday, indeks sempat naik hingga 8.306,16 sebelum gelombang jual semakin intens. Titik terendah harian tercatat di area 7.904,17, menandakan volatilitas tinggi yang langsung terasa sejak awal sesi.

Jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di 8.329,61, IHSG kehilangan lebih dari 300 poin hanya dalam hitungan menit—sebuah penurunan yang jarang terjadi dalam kondisi pasar normal.

Baca Juga:  Efek Keputusan MSCI, IHSG Ambles Lebih dari 6% dan Saham Konglomerat Berguguran

Hampir Semua Sektor Terseret

Pelemahan IHSG kali ini tidak terjadi secara parsial. Tekanan menyebar ke hampir seluruh kelompok saham, termasuk emiten-emiten berkapitalisasi besar.

Sektor perbankan yang selama ini menjadi tulang punggung indeks ikut melemah, memberikan kontribusi signifikan terhadap laju penurunan. Saham-saham di sektor komoditas, properti, hingga teknologi juga tak luput dari tekanan.

Situasi ini diperparah oleh meningkatnya volume transaksi, yang mencerminkan respons cepat pelaku pasar terhadap perubahan sentimen. Aktivitas jual terlihat lebih dominan dibandingkan minat beli, menandakan investor memilih bersikap defensif.

Apa Pemicu Utama Kejatuhan IHSG?

Sejumlah faktor diperkirakan berperan dalam tekanan besar yang terjadi hari ini. Dari sisi eksternal, kondisi pasar global yang masih rapuh menjadi beban tersendiri. Kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter negara maju, pergerakan imbal hasil obligasi, serta risiko perlambatan ekonomi dunia mendorong investor mengurangi aset berisiko.

Di sisi domestik, IHSG yang sebelumnya berada di dekat level tertinggi tahunannya membuka ruang terjadinya aksi ambil untung. Investor jangka pendek memilih mengamankan keuntungan, dan ketika aksi tersebut terjadi serentak, tekanan pun membesar.

Selain itu, faktor psikologis turut mempercepat pelemahan. Ketika koreksi mendekati angka lima persen, sebagian investor memilih melakukan cut loss untuk membatasi potensi kerugian, menciptakan efek berantai di pasar.

Baca Juga:  Pasar Panik, Petinggi OJK dan BEI Mundur Sekaligus: Purbaya dan Momentum 'Serok-Serok'

Sikap Regulator dan Pelaku Pasar

Bursa Efek Indonesia sebelumnya telah berulang kali mengingatkan bahwa volatilitas merupakan bagian dari dinamika pasar, terutama saat sentimen global bergerak negatif. Investor diimbau tetap berpegang pada fundamental dan tidak mengambil keputusan berdasarkan kepanikan jangka pendek.

Di tengah gejolak ini, pasar juga menantikan langkah lanjutan dari regulator dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas serta kepercayaan investor, terutama jika volatilitas berlanjut dalam beberapa sesi ke depan.

Masih Aman dalam Perspektif Jangka Menengah?

Meski penurunan hari ini tergolong tajam, posisi IHSG secara historis masih berada dalam rentang pergerakan jangka menengah. Dalam 52 minggu terakhir, IHSG pernah bergerak di kisaran 5.882 hingga 9.174.

Artinya, koreksi saat ini belum keluar dari konteks pergerakan jangka panjang. Namun, tekanan lanjutan tentu perlu dicermati, terutama jika disertai arus keluar dana asing atau pelemahan nilai tukar.

Dari sisi fundamental, kinerja sejumlah emiten besar—khususnya di sektor perbankan dan konsumsi—masih relatif solid. Hal ini menjadi salah satu penopang optimisme bahwa koreksi tidak serta-merta mencerminkan perubahan kondisi ekonomi secara drastis.

Baca Juga:  Perkuat Likuiditas Nasional, bank bjb Sabet Penghargaan Bergengsi di SPPA BEI Award 2025

Dampak Berbeda bagi Setiap Tipe Investor

Bagi investor jangka pendek, pergerakan ekstrem seperti hari ini menjadi pengingat pentingnya disiplin manajemen risiko. Fluktuasi tajam bisa berujung kerugian besar jika tanpa strategi yang jelas.

Sementara bagi investor jangka panjang, koreksi justru bisa menjadi momen untuk menilai ulang portofolio. Saham berfundamental kuat berpotensi kembali ke level valuasi yang lebih menarik, meski keputusan akumulasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi makro dan global.

Apa yang Perlu Dicermati Selanjutnya?

Ke depan, arah IHSG akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan pasar global, pergerakan dana asing, stabilitas nilai tukar, serta kebijakan moneter dan fiskal yang berdampak pada likuiditas.

Pelaku pasar disarankan tetap mengikuti data resmi, menjaga rasionalitas, dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.

Penutup

Perdagangan IHSG hari ini mencatatkan salah satu pembukaan terberat dalam beberapa waktu terakhir, dengan koreksi hampir lima persen hanya dalam hitungan menit. Kombinasi sentimen global, aksi ambil untung, dan tekanan psikologis menjadi pemicu utama.

Meski demikian, volatilitas tetap merupakan bagian dari pasar saham. Ketahanan jangka menengah IHSG masih bergantung pada respons investor dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan dalam beberapa sesi mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bursa Efek Indonesia IHSG hari ini indeks saham investor ritel pasar saham Indonesia saham anjlok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.