bukamata.id – Rencana besar terkait privatisasi atau penjualan saham ajang terakbar sepak bola sejagat mendadak memanaskan situasi global. Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya angkat suara untuk meluruskan polemik tersebut, dengan memastikan bahwa kebijakan ini nantinya bakal mendistribusikan pemasukan segar ke setiap asosiasi negara guna mendongkrak prestasi si kulit bundar.
Berdasarkan investigasi media terkemuka The Times, orang nomor satu di tubuh otoritas sepak bola dunia itu memang tengah mematangkan rencana pelepasan saham turnamen akbar tersebut. Konsep dasarnya, FIFA bakal merangkul seluruh federasi anggota untuk bertindak sebagai pemegang saham, yang kemudian dipadukan lewat sinergi strategis bersama pihak eksternal.
Seluruh mega proyek ini nantinya akan dinaungi oleh korporasi anyar berlabel FIFAForward Enterprise (FFE), di mana kendali mutlak tetap dipegang penuh oleh FIFA. Pihak swasta dipersilakan masuk, tentunya dengan pengawasan berlapis yang melibatkan firma asal Amerika Serikat, Thrive Eternal, selaku pemimpin konsorsium investor.
Kendati demikian, pintu masuk bagi investor swasta ini tidak dibuka seluas-luasnya untuk publik maupun investor ritel eceran. Sasaran utama FIFA mengerucut pada institusi keuangan raksasa serta para pemodal strategis dengan skala global.
Kendati menawarkan potensi keuntungan finansial yang masif, gagasan komersialisasi ini langsung disambut gelombang penolakan keras. UEFA muncul sebagai kubu terdepan yang paling vokal mengecam rencana penjualan saham turnamen paling prestisius di muka bumi itu, karena dinilai merusak esensi sportivitas murni.
Bahkan, ancaman serius dilayangkan oleh UEFA yang siap memboikot gelamatan Piala Dunia apabila otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut nekat merealisasikannya. Bagi mereka, kemurnian ajang empat tahunan ini harus steril dari segala macam intervensi bisnis korporasi.
Merespons hiruk-pikuk yang bergejolak, Gianni Infantino memberikan penjelasan resmi lewat laman Instagram pribadinya. Walau menghindari penggunaan frasa “penjualan saham” secara frontal, makna dari pesannya terbaca secara gamblang.
“FIFA Forward Enterprise adalah sebuah proposal, peluang, dan bagian dari proses konsultasi demokratis dengan 211 Asosiasi Anggota FIFA dan Dewan FIFA,” bukanya.
“Jika disetujui, ini akan menjadi anak perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan FIFA, mengkonsolidasikan operasi komersial dan acara FIFA dengan mengkomersialkan dan menyelenggarakan semua kompetisi milik FIFA, bersama dengan sponsor, siaran, lisensi, dan usaha baru, untuk kepentingan Asosiasi Anggota FIFA, membuka nilai komersial yang sebelumnya belum dimanfaatkan,” paparnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









