Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jatuh Bangun Jerome Polin: Dulu Diangkat Raffi Ahmad, Kini Sindiran Hoaks Berujung Drama Panas!

Jumat, 6 November 2026 19:24 WIB

Geger! Rekaman 4 Video Egar dan Fina Banyuwangi Dibocorkan, Ternyata Ini Isi Aslinya!

Jumat, 6 November 2026 18:52 WIB

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Jumat, 6 November 2026 18:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jatuh Bangun Jerome Polin: Dulu Diangkat Raffi Ahmad, Kini Sindiran Hoaks Berujung Drama Panas!
  • Geger! Rekaman 4 Video Egar dan Fina Banyuwangi Dibocorkan, Ternyata Ini Isi Aslinya!
  • Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla
  • Kapan BSU 2026 Rp 900 Ribu Cair? Kemnaker Beri Bocoran Tahapan Anggaran di Kemenkeu
  • Angin Segar Bagi PPPK Fungsional dan Paruh Waktu: Pemerintah Buka Peluang Jalur Seleksi CPNS Mulai 2027
  • Siap-siap! Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka November, Cek Syarat dan Berkas yang Wajib Disiapkan
  • Rekor Dunia! Persib Bandung Jadi Tim Tersibuk, Kalahkan Man City hingga Real Madrid
  • Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 6 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Pasutri Bandung Disebut Tinggal di Makam, Fakta Sebenarnya Terungkap

By Mulki AlbarSenin, 14 September 2026 17:55 WIB3 Mins Read
Viral pasutri Bandung disebut tinggal di makam TPU Kristen Pandu. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasangan suami istri (pasutri) warga Kota Bandung menjadi sorotan setelah viral di media sosial karena disebut tinggal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pandu, Kota Bandung.

Pasutri tersebut diketahui bernama Dadang Mulyo (60) dan Yanti Kurnianti (47). Keduanya disebut tinggal bersama seorang anak di sebuah bangunan semi permanen berukuran sekitar 8 meter x 1,5 meter yang berada di area pemakaman.

Namun, narasi bahwa pasutri tersebut tinggal menetap di tengah makam ternyata tidak sepenuhnya benar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (14/9/2026), bangunan beratap seng yang sebelumnya berada di area makam tersebut telah dibongkar petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPU Kristen Pandu. Lokasi bangunan kini tampak rata dengan tanah.

Yanti membantah dirinya bersama suami dan anaknya menetap di bangunan tersebut. Ia mengatakan keluarganya memiliki rumah sendiri di kawasan permukiman warga.

Baca Juga:  Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

“Sehari-hari saya tinggal di rumah, saya punya rumah sendiri. Kalau tinggal di sini tidak benar, saya ke sini saja tiap hari, jadi enggak tinggal menetap,” ujar Yanti saat ditemui di TPU Kristen Pandu, Senin (14/9/2026).

Yanti menjelaskan, rumah keluarganya berada di Jalan Terusan Durasana, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Menurutnya, dirinya datang ke TPU untuk mengantarkan makanan kepada suaminya yang bekerja merawat makam. Bangunan yang berada di area pemakaman tersebut juga digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan kerja.

“Bapak (suami) kan kerja di sini, saya cuma nganterin nasi kalau ke sini, jadi bapak juga sebetulnya tinggal di rumah,” katanya.

Bangunan untuk Simpan Peralatan Kerja

Kepala UPT TPU Kristen Pandu, Saiful Iman, membenarkan bahwa Dadang tidak menetap secara permanen di area pemakaman.

Menurut Saiful, aktivitas Dadang di lokasi berkaitan dengan pekerjaannya merawat dan membersihkan makam. Bangunan tersebut lebih banyak digunakan untuk menyimpan peralatan serta menjadi tempat beristirahat ketika Dadang sedang bekerja.

Baca Juga:  Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

“Karena pekerjaan beliau itu sehari-hari membersihkan atau merawat makam. Nah, di sela-sela membersihkan, beliau juga kadang kala beristirahat,” ucap Saiful.

Saiful mengatakan, Dadang mendapat amanah dari sejumlah ahli waris untuk melakukan perawatan makam, termasuk memperbaiki bagian makam yang rusak.

Dalam menjalankan pekerjaan tersebut, Dadang membutuhkan berbagai material seperti semen dan peralatan kerja. Barang-barang tersebut kemudian disimpan di bangunan yang berada di area makam karena dikhawatirkan hilang.

“Nah itu disimpan di sini karena khawatir ada yang ngambil, makanya dia jaga sambil tidur di sini. Tapi kesehariannya tidak tinggal di sini, ada rumah tinggal yang dia punya di permukiman warga bersama istri dan anaknya,” jelasnya.

Baca Juga:  Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Sumur Bukan untuk Kebutuhan Air Bersih

Selain bangunan, keberadaan sumur di area tersebut juga sempat menjadi bagian dari narasi yang beredar di media sosial.

Saiful memastikan sumur tersebut bukan digunakan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari Dadang dan keluarganya.

Menurutnya, sumur tersebut memiliki fungsi utama sebagai sumber air untuk menyiram pohon dan tanaman yang berada di sekitar area pemakaman.

“Kalau yang bersangkutan keperluan air bersihnya itu kerap mengambil dari sumber artesis warga yang ada di Kelurahan Pamoyanan,” ucap Saiful.

Dengan demikian, keberadaan bangunan di tengah area makam tidak menunjukkan bahwa pasutri tersebut menetap di TPU Kristen Pandu. Bangunan itu digunakan untuk menunjang aktivitas Dadang dalam merawat makam, termasuk menyimpan material dan peralatan kerja serta tempat beristirahat saat berada di lokasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pasutri Bandung tinggal di makam TPU Kristen Pandu viral pasutri Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Batal Jadi Skatepark, Lapangan Teuku Umar Bandung Bakal Disulap Jadi Mini Soccer Rp3,1 Miliar

Pajak

Pajak Digital 9 November 2026: Langganan Streaming hingga Cloud Bisa Kena PPN

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.