bukamata.id – Dampak musim kemarau berkepanjangan yang melanda sebagian besar wilayah Tatar Pasundan memicu krisis air bersih yang cukup masif. Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat dengan mengintensifkan droping air bersih secara berkala bagi masyarakat yang mengalami kesulitan pasokan air.
Hingga pertengahan September 2026 ini, akumulasi bantuan air bersih yang telah digelontorkan tercatat menyentuh angka 1 juta liter. Jangkauan distribusinya pun telah meluas hingga menyentuh puluhan titik di berbagai penjuru daerah.
“Yang sudah kita kirim berarti sekitar 1 juta liter yang sudah kita kirim ke warga masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Saat ini tersebar di 15 kecamatan dan 55 desa/kelurahan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan spasial yang dilakukan tim lapangan, skala wilayah yang terpapar krisis air bersih ini mencakup hampir sepertiga bagian dari total keseluruhan teritori kabupaten.
“Prosentasenya mungkin di angka 30 sampai 35 persen di wilayah Kabupaten Purwakarta ini,” katanya.
Dalam praktiknya, mobilitas pengiriman logistik air bersih ini menerapkan strategi taktis yang disesuaikan dengan kondisi topografi medan. Untuk kawasan pedalaman yang sulit dilalui armada berat, petugas menggunakan armada alternatif berupa kendaraan bak terbuka yang mengangkut tangki air portabel berukuran sedang.
“Untuk distribusi yang jauh kita menggunakan tangki. Kemudian di perkotaan kita menggunakan mobil bak dengan toren 2.000 liter karena itu untuk mempermudah kita memasuki gang-gang ataupun jalan-jalan yang mungkin tidak bisa dilalui kendaraan berat,” ujarnya.
Intensitas pengiriman logistik harian pun digenjot secara maksimal guna memastikan ketersediaan pasokan bagi warga tetap tercukupi di tengah lonjakan permintaan.
“Setiap harinya kita melaksanakan distribusi air bersih itu mungkin lebih dari 10-15 meter kubik, berarti antara 10.000 liter sampai 15.000 liter,” katanya.
Kendati demikian, beban penanganan bencana kekeringan ini tidak dipikul sendirian oleh otoritas kebencanaan daerah. Sinergi lintas sektor turut dibangun melibatkan berbagai pihak mulai dari perusahaan swasta, PDAM, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga instansi terkait demi mempercepat penanggulangan krisis air bersih secara menyeluruh.
“Untuk distribusi air bersih ini bukan hanya BPBD, tapi ada beberapa perusahaan, kemudian juga PDAM, PMI dan beberapa instansi yang membantu kita dalam pelaksanaan distribusi air bersih di Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










