bukamata.id – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau relatif stabil pada Senin, 2 Februari 2026. Dua produk logam mulia yang banyak diminati masyarakat, yakni emas UBS dan Galeri24, belum menunjukkan perubahan harga, meskipun pasar emas global tengah mengalami tekanan cukup dalam.
Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan harga emas dunia yang turun lebih dari tiga persen pada awal pekan. Data dari Yahoo Finance menunjukkan, harga emas internasional berada di kisaran USD 4.742,73 per ounce pada pukul 07.16 waktu Singapura, melemah sekitar 3,2 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Di dalam negeri, harga emas Galeri24 masih bertahan di level Rp 2.981.000 per gram, sementara emas UBS juga belum bergeser dari harga Rp 2.996.000 per gram.
Untuk pilihan ukuran, emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS dipasarkan dengan ukuran 0,5 gram sampai 500 gram.
Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.564.000
- 1 gram: Rp 2.981.000
- 2 gram: Rp 5.874.000
- 5 gram: Rp 14.576.000
- 10 gram: Rp 29.074.000
- 25 gram: Rp 72.505.000
- 50 gram: Rp 144.894.000
- 100 gram: Rp 289.645.000
- 250 gram: Rp 722.334.000
- 500 gram: Rp 1.444.667.000
- 1.000 gram: Rp 2.889.334.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp 1.618.000
- 1 gram: Rp 2.996.000
- 2 gram: Rp 5.944.000
- 5 gram: Rp 14.690.000
- 10 gram: Rp 29.224.000
- 25 gram: Rp 72.917.000
- 50 gram: Rp 145.534.000
- 100 gram: Rp 290.954.000
- 250 gram: Rp 727.168.000
- 500 gram: Rp 1.452.630.000
Harga Emas Dunia Bergejolak Tajam
Jika menilik pergerakan pekan lalu, pasar emas global mengalami fluktuasi ekstrem. Pada akhir Januari 2026, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi dengan menembus USD 5.600 per ounce, sebelum akhirnya berbalik arah dan mengalami koreksi tajam dalam waktu singkat.
Secara mingguan, penurunan harga tercatat masih di bawah dua persen. Namun, kecepatan koreksi dan rentang pergerakan harga dinilai sebagai salah satu yang paling agresif dalam beberapa waktu terakhir.
Mengacu pada laporan Kitco News, harga emas spot dibuka pada awal pekan lalu di level USD 5.021,97 per ounce. Perdagangan sempat bergerak stabil di kisaran USD 5.000–USD 5.100 sebelum tekanan jual mulai meningkat.
Tekanan terbesar muncul menjelang akhir pekan. Pada Jumat pagi, harga emas anjlok hingga menyentuh USD 4.679,51 per ounce, level terendah dalam sepekan. Upaya pemulihan belum mampu mengangkat harga kembali ke atas USD 5.000, dan emas menutup pekan di kisaran USD 4.840–USD 4.900.
Pelaku Pasar Masih Terbelah
Survei Emas Mingguan Kitco News menunjukkan belum adanya kesepakatan di kalangan analis Wall Street mengenai arah harga emas dalam waktu dekat. Sebagian melihat potensi lanjutan koreksi, sementara investor ritel justru masih mempertahankan optimisme.
Analis senior Barchart.com, Darin Newsom, menilai arah pergerakan emas saat ini sulit diprediksi karena volatilitas harian yang sangat lebar.
“Mustahil untuk menebak arahnya saat ini. Pasar mulai mencatatkan rentang harian ratusan dolar, dan emas tidak sendirian karena perak dan tembaga juga melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan, melihat peluang penguatan masih terbuka. Ia menilai tekanan harga belakangan ini bersifat sementara dan tidak mengubah fundamental emas.
“Karena janji suku bunga yang lebih rendah baik untuk emas. Dan secara fundamental, tidak ada yang berubah,” tuturnya.
Pandangan serupa disampaikan Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management. Menurutnya, koreksi tajam justru menjadi fase jeda setelah reli panjang.
“Emas perlu melepaskan tekanan dan mungkin akan terus berada di kisaran tersebut selama sekitar seminggu. Namun, mari kita lihat dari perspektif yang lebih luas. Penurunan besar ini hanya membawa kita kembali ke posisi kita pada tanggal 27, dan kita berada di titik tertinggi sepanjang masa secara mingguan,” katanya.
Dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, pelaku pasar kini menanti arah selanjutnya: apakah emas kembali mencetak rekor baru atau justru melanjutkan fase koreksi lebih dalam.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










