bukamata.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencatat penurunan tajam pada perdagangan hari ini, Rabu (22/10/2025). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga emas 24 karat merosot hingga Rp 177.000 per gram dalam sehari, menjadi Rp 2.310.000 per gram.
Penurunan drastis ini menjadi yang terdalam sepanjang tahun 2025, bahkan melampaui koreksi sebelumnya yang terjadi pada Sabtu (18/10), ketika harga emas sempat jatuh Rp 57.000 per gram.
Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas untuk ukuran terkecil 0,5 gram kini dijual di Rp 1.205.000, sementara untuk ukuran 10 gram dibanderol Rp 22.595.000. Adapun harga emas ukuran terbesar, yaitu 1 kilogram (1.000 gram), mencapai Rp 2.250.600.000.
Tren Harga Emas Sepekan Terakhir
Meski hari ini mengalami koreksi tajam, dalam sepekan terakhir harga emas Antam masih menunjukkan tren yang cenderung positif, bergerak di kisaran Rp 2.310.000 hingga Rp 2.487.000 per gram.
Dalam rentang sebulan terakhir, fluktuasi harga emas berada pada Rp 2.123.000 hingga Rp 2.487.000 per gram.
Harga Buyback Ikut Turun
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga yang ditawarkan Antam jika konsumen menjual kembali emasnya juga anjlok cukup dalam, turun Rp 172.000 menjadi Rp 2.164.000 per gram. Sesuai ketentuan, nilai buyback ini belum termasuk potongan pajak.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nominal di atas Rp 10 juta akan dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%, yang langsung dipotong dari total nilai transaksi.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini (22 Oktober 2025)
- 0,5 gram : Rp 1.205.000
- 1 gram : Rp 2.310.000
- 2 gram : Rp 4.560.000
- 3 gram : Rp 6.815.000
- 5 gram : Rp 11.325.000
- 10 gram : Rp 22.595.000
- 25 gram : Rp 56.362.000
- 50 gram : Rp 112.645.000
- 100 gram : Rp 225.212.000
- 250 gram : Rp 562.765.000
- 500 gram : Rp 1.125.320.000
- 1.000 gram : Rp 2.250.600.000
Meskipun harga emas mengalami penurunan tajam hari ini, para analis menilai koreksi ini bisa menjadi peluang bagi investor untuk membeli di harga rendah. Mengingat kondisi ekonomi global yang masih bergejolak dan tren suku bunga yang berpotensi turun, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang menarik dalam jangka panjang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









