Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 03:00 WIB

Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan

Rabu, 14 Oktober 2026 02:00 WIB

Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat

Rabu, 14 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026
  • Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

FIX NO DEBAT! Mulut ‘Netizen’ Gubernur Sherly Paling Jujur Se-Indonesia!

By Aga GustianaJumat, 20 Maret 2026 08:11 WIB5 Mins Read
Sherly Tjoanda, dikenal sebagai gubernur perempuan pertama dan terkaya di Indonesia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Matahari Maret 2026 menyengat cukup terik di Bumi Moloku Kie Raha, namun suasana di lapangan upacara peringatan Hari Guru Nasional itu mendadak “dingin” bagi sejumlah pejabat di panggung utama. Di tengah deretan seragam batik PGRI dan kebaya yang anggun, sosok perempuan dengan sanggul rapi dan kebaya putih modern berdiri tegak. Ia adalah Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.

Bukan pidato normatif yang menjadi buah bibir masyarakat setelah acara itu usai, melainkan sebuah celetukan singkat namun tajam: “Oh, Ordal?”

Istilah “Ordal” atau “Orang Dalam” belakangan memang menjadi momok dalam birokrasi Indonesia. Namun, mendengarnya keluar langsung dari mulut seorang orang nomor satu di provinsi secara spontan di depan kamera adalah hal yang langka. Aksi Sherly ini bukan sekadar gimik politik; bagi warga Maluku Utara, itu adalah manifestasi dari gaya kepemimpinan “tanpa saringan” yang selama ini mereka rindukan—jujur, berani, dan terkadang, sangat menohok.

Momen “Skakmat” di Atas Panggung

Kejadian itu bermula saat prosesi penyerahan bantuan digitalisasi pendidikan berupa perangkat komputer All-in-One untuk SMA dan SMK se-Provinsi Maluku Utara. Saat memegang papan simbolis bantuan, Sherly tidak sekadar menyerahkannya lalu berfoto formal. Ia berhenti sejenak, meneliti teks yang tertulis di papan tersebut dengan dahi berkerut.

“Kenapa hanya dia yang dapat?” tanya Sherly datar, namun dengan nada yang menuntut penjelasan.

Seorang staf dinas di sampingnya mencoba memberikan penjelasan teknis yang terdengar sedikit gugup. Namun, belum sempat penjelasan itu tuntas, Sherly langsung menyambar dengan senyum tipis yang sarat makna. “Oh, Ordal (Orang Dalam)?”

Baca Juga:  Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Resmi Dipecat PDIP Usai Viral Rampok Uang Negara

Sontak, tawa canggung pecah di antara para pejabat yang berdiri di belakangnya. Sementara itu, video rekaman momen tersebut langsung meledak di media sosial TikTok dan Instagram. Netizen menyebutnya sebagai aksi “skakmat” seorang gubernur kepada bawahannya sendiri. Sherly seolah sedang mengirimkan pesan kuat: Saya melihat apa yang kalian kerjakan, dan jangan coba-coba bermain di belakang saya.

Siapa Sebenarnya Sherly Tjoanda?

Kemunculan Sherly Tjoanda di panggung politik Maluku Utara bukanlah sebuah kebetulan, namun penuh dengan dinamika yang dramatis. Ia adalah sosok yang mendobrak tradisi patriarki yang kuat di wilayah tersebut dengan menjadi gubernur perempuan pertama.

Sherly adalah istri dari mendiang Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai yang dikenal dengan visi pembangunannya yang progresif. Kehadiran Sherly di sisi Benny selama bertahun-tahun menjadikannya saksi hidup sekaligus aktor di balik layar dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan. Namun, tragedi besar menimpanya saat Benny Laos meninggal dunia dalam kecelakaan tragis ledakan speedboat di tengah masa kampanye Pilkada beberapa waktu lalu.

Kehilangan suami tercinta di tengah perjuangan politik tidak membuat Sherly mundur. Didorong oleh aspirasi masyarakat dan koalisi partai pengusung, ia mengambil tongkat estafet tersebut. Sherly bertransformasi dari seorang istri yang mendampingi menjadi seorang pemimpin yang menentukan arah kebijakan.

Banyak yang awalnya meragukan kapasitasnya, menganggapnya hanya sebagai “penerus nama besar”. Namun, dalam hitungan bulan sejak dilantik, Sherly membuktikan bahwa ia memiliki warna kepemimpinannya sendiri. Ia tidak menggunakan bahasa birokrasi yang berbelit-belit. Ia berbicara bahasa rakyat: lugas, apa adanya, dan ceplas-ceplos.

Baca Juga:  Dinilai Kurang Empati, Ucapan Dedi Mulyadi ke Maba Unpad Keisha Soal 'Tak Bisa Pilih Nasib' Tuai Kritik

Pemimpin yang “Hadir” di Tengah Rakyat

Gaya Sherly sering dibanding-bandingkan dengan gaya kepemimpinan yang progresif namun merakyat. Ia jarang menghabiskan waktu di balik meja kantor yang nyaman. Agenda blusukannya dikenal padat, mulai dari pasar-pasar tradisional di Ternate hingga pelosok desa di Halmahera yang sulit dijangkau.

Bagi Sherly, dialog dengan masyarakat adalah sumber data yang paling akurat dibanding laporan tertulis di atas meja. Dalam video viral lainnya, ia sering terlihat berjongkok bersama warga, mendengarkan keluhan soal akses air bersih atau harga pangan yang melambung. Gaya bicara yang spontan inilah yang membuatnya cepat akrab dengan masyarakat, namun di sisi lain menjadi “teror” bagi pejabat yang tidak bekerja maksimal.

“Ibu Sherly itu kalau tanya langsung ke intinya. Kalau ada yang tidak beres, dia tidak akan tunggu nanti-nanti untuk menegur. Langsung di tempat,” ujar salah seorang warga Ternate yang kerap mengikuti kegiatan sang gubernur.

Filosofi Kepemimpinan: Jujur adalah Fondasi

Dalam sebuah kesempatan wawancara, Sherly pernah mengungkapkan bahwa kejujuran adalah aset termahal dalam memimpin daerah kepulauan seperti Maluku Utara. “Kita punya kekayaan alam yang luar biasa, tapi kalau tata kelolanya dikuasai oleh kepentingan ‘orang dalam’ atau kelompok tertentu, rakyat tetap akan tertinggal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Selebgram Cut Intan Nabila Alami KDRT, Dipukul Bertubi-tubi hingga Bayi Ditendang Suami

Sentilan “Ordal” di acara Hari Guru tersebut bukanlah sebuah lelucon belaka. Itu adalah refleksi dari kegelisahannya terhadap sistem distribusi bantuan yang seringkali tidak merata dan hanya menguntungkan pihak-pihak yang memiliki akses ke kekuasaan. Dengan memviralkan istilah tersebut, secara tidak langsung Sherly sedang mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan.

Tantangan di Depan Mata

Sebagai gubernur perempuan pertama di provinsi yang memiliki tantangan geografis berupa ribuan pulau, tugas Sherly tentu tidak mudah. Ia harus menyeimbangkan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil, dan menjaga stabilitas politik di wilayah yang dinamis.

Namun, lewat aksinya yang viral, Sherly telah berhasil mencuri hati satu segmen penting: generasi muda dan netizen. Mereka melihat Sherly bukan sebagai pejabat yang kaku dan haus hormat, melainkan sebagai sosok “Ibu” bagi Maluku Utara yang tegas namun tetap memiliki rasa humor.

Kisah Sherly Tjoanda adalah kisah tentang keberanian seorang perempuan yang bangkit dari tragedi untuk melayani. Lewat kebaya putihnya yang anggun dan celetukan “Ordal”-nya yang tajam, ia sedang menulis sejarah baru di Maluku Utara. Sebuah sejarah di mana kepemimpinan tidak lagi dinilai dari seberapa formal pidatonya, melainkan dari seberapa berani ia berkata jujur di depan publik.

Maluku Utara kini punya wajah baru. Wajah yang cantik, namun memiliki nyali yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.