Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Sabtu, 1 Agustus 2026 10:40 WIB

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 100, Rupiah Melemah ke Angka Rp17.000

By Aga GustianaSenin, 9 Maret 2026 10:35 WIB2 Mins Read
Ilustrasi uang kertas Rp75 ribu. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tekanan hebat melanda mata uang Garuda pada pembukaan pasar valuta asing awal pekan ini. Nilai tukar rupiah terpantau melampaui ambang batas psikologis baru di level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan dominasi sentimen risk-off yang menyelimuti investor global.

Pada sesi perdagangan Senin pagi (9/3/2026), mata uang Indonesia terkoreksi sedalam 76 poin atau setara 0,45 persen, yang mendorong posisinya ke angka Rp17.001 per dolar AS. Gejolak ini merupakan imbas langsung dari meroketnya harga komoditas energi dunia yang mengancam stabilitas inflasi lintas negara.

Analisis Pakar: Dampak Harga Minyak Mentah

Lukman Leong, analis mata uang dari Doo Financial Futures, menilai bahwa memburuknya sentimen pasar tidak lepas dari kekhawatiran atas lonjakan harga minyak yang menembus angka tiga digit. Kepada Antara, Senin (9/3/2026), ia menjelaskan:

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman.

Lebih lanjut, Lukman memproyeksikan fluktuasi pasangan kurs USD/IDR sepanjang hari ini akan bergerak dinamis dalam rentang Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Eskalasi di Timur Tengah dan Suksesi Kepemimpinan Iran

Sentimen negatif ini dipicu oleh memanasnya suhu politik di Timur Tengah. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan kian meluas, sehingga mengancam kelancaran suplai energi dunia.

Kondisi pasar semakin tidak menentu menyusul kabar suksesi kepemimpinan di Iran. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Figur Mojtaba yang beraliran garis keras memperkuat asumsi pasar bahwa konfrontasi Iran dengan blok Barat tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Kekhawatiran utama para pelaku pasar saat ini tertuju pada keamanan Selat Hormuz, yang merupakan jalur urat nadi distribusi minyak global. Jika jalur ini terganggu, krisis energi diprediksi akan semakin dalam.

Lonjakan Harga Minyak Global

Data pasar pada pukul 07.50 WIB menunjukkan pergerakan harga minyak yang sangat agresif:

  • Minyak WTI: Melonjak tajam 20,81 persen ke level 109,82 dolar AS per barel.
  • Minyak Brent: Meroket 18,17 persen menjadi 109,53 dolar AS per barel.

Kenaikan biaya energi yang drastis ini memicu gelombang inflasi global, yang pada akhirnya memaksa investor mengamankan modal mereka ke aset safe haven seperti dolar AS, dan meninggalkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dolar AS ekonomi global Geopolitik Iran Harga Minyak Dunia Inflasi Kurs Rupiah nilai tukar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini

Game Free Fire

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis

Rekomendasi Batagor Terenak di Bandung 2026, Ada yang Bertahan Sejak Tahun 1970-an!

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.