Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Senin, 2 November 2026 01:00 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Minggu, 1 November 2026 19:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 100, Rupiah Melemah ke Angka Rp17.000

By Aga GustianaSenin, 9 Maret 2026 10:35 WIB2 Mins Read
Ilustrasi uang kertas Rp75 ribu. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tekanan hebat melanda mata uang Garuda pada pembukaan pasar valuta asing awal pekan ini. Nilai tukar rupiah terpantau melampaui ambang batas psikologis baru di level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan dominasi sentimen risk-off yang menyelimuti investor global.

Pada sesi perdagangan Senin pagi (9/3/2026), mata uang Indonesia terkoreksi sedalam 76 poin atau setara 0,45 persen, yang mendorong posisinya ke angka Rp17.001 per dolar AS. Gejolak ini merupakan imbas langsung dari meroketnya harga komoditas energi dunia yang mengancam stabilitas inflasi lintas negara.

Analisis Pakar: Dampak Harga Minyak Mentah

Lukman Leong, analis mata uang dari Doo Financial Futures, menilai bahwa memburuknya sentimen pasar tidak lepas dari kekhawatiran atas lonjakan harga minyak yang menembus angka tiga digit. Kepada Antara, Senin (9/3/2026), ia menjelaskan:

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman.

Baca Juga:  Inflasi Perdana Catat Tren Positif, Majalengka Jadi Kota IHK Jawa Barat

Lebih lanjut, Lukman memproyeksikan fluktuasi pasangan kurs USD/IDR sepanjang hari ini akan bergerak dinamis dalam rentang Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Eskalasi di Timur Tengah dan Suksesi Kepemimpinan Iran

Sentimen negatif ini dipicu oleh memanasnya suhu politik di Timur Tengah. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan kian meluas, sehingga mengancam kelancaran suplai energi dunia.

Baca Juga:  Perluasan Digitalisasi ETPD, Bey Dorong Masyarakat Tingkatkan Literasi

Kondisi pasar semakin tidak menentu menyusul kabar suksesi kepemimpinan di Iran. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Figur Mojtaba yang beraliran garis keras memperkuat asumsi pasar bahwa konfrontasi Iran dengan blok Barat tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Kekhawatiran utama para pelaku pasar saat ini tertuju pada keamanan Selat Hormuz, yang merupakan jalur urat nadi distribusi minyak global. Jika jalur ini terganggu, krisis energi diprediksi akan semakin dalam.

Baca Juga:  Akhir 2024, Jawa Barat Alami Inflasi 0,35 Persen

Lonjakan Harga Minyak Global

Data pasar pada pukul 07.50 WIB menunjukkan pergerakan harga minyak yang sangat agresif:

  • Minyak WTI: Melonjak tajam 20,81 persen ke level 109,82 dolar AS per barel.
  • Minyak Brent: Meroket 18,17 persen menjadi 109,53 dolar AS per barel.

Kenaikan biaya energi yang drastis ini memicu gelombang inflasi global, yang pada akhirnya memaksa investor mengamankan modal mereka ke aset safe haven seperti dolar AS, dan meninggalkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dolar AS Inflasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?

Bansos

Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK

Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.