Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan

Selasa, 16 Juni 2026 20:00 WIB

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Selasa, 16 Juni 2026 19:49 WIB
Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Selasa, 16 Juni 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
  • Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
  • Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan
  • Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 100, Rupiah Melemah ke Angka Rp17.000

By Aga GustianaSenin, 9 Maret 2026 10:35 WIB2 Mins Read
Ilustrasi uang kertas Rp75 ribu. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tekanan hebat melanda mata uang Garuda pada pembukaan pasar valuta asing awal pekan ini. Nilai tukar rupiah terpantau melampaui ambang batas psikologis baru di level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan dominasi sentimen risk-off yang menyelimuti investor global.

Pada sesi perdagangan Senin pagi (9/3/2026), mata uang Indonesia terkoreksi sedalam 76 poin atau setara 0,45 persen, yang mendorong posisinya ke angka Rp17.001 per dolar AS. Gejolak ini merupakan imbas langsung dari meroketnya harga komoditas energi dunia yang mengancam stabilitas inflasi lintas negara.

Analisis Pakar: Dampak Harga Minyak Mentah

Lukman Leong, analis mata uang dari Doo Financial Futures, menilai bahwa memburuknya sentimen pasar tidak lepas dari kekhawatiran atas lonjakan harga minyak yang menembus angka tiga digit. Kepada Antara, Senin (9/3/2026), ia menjelaskan:

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman.

Baca Juga:  Akhir 2024, Jawa Barat Alami Inflasi 0,35 Persen

Lebih lanjut, Lukman memproyeksikan fluktuasi pasangan kurs USD/IDR sepanjang hari ini akan bergerak dinamis dalam rentang Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Eskalasi di Timur Tengah dan Suksesi Kepemimpinan Iran

Sentimen negatif ini dipicu oleh memanasnya suhu politik di Timur Tengah. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan kian meluas, sehingga mengancam kelancaran suplai energi dunia.

Baca Juga:  Harga Emas Kembali Pecahkan Rekor, Dekati Level US$ 5.600 di Tengah Ketidakpastian Global

Kondisi pasar semakin tidak menentu menyusul kabar suksesi kepemimpinan di Iran. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Figur Mojtaba yang beraliran garis keras memperkuat asumsi pasar bahwa konfrontasi Iran dengan blok Barat tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Kekhawatiran utama para pelaku pasar saat ini tertuju pada keamanan Selat Hormuz, yang merupakan jalur urat nadi distribusi minyak global. Jika jalur ini terganggu, krisis energi diprediksi akan semakin dalam.

Baca Juga:  Kota Bandung Klaim Sukses Kendalikan Inflasi, 2025 Dimulai dengan Capaian Positif

Lonjakan Harga Minyak Global

Data pasar pada pukul 07.50 WIB menunjukkan pergerakan harga minyak yang sangat agresif:

  • Minyak WTI: Melonjak tajam 20,81 persen ke level 109,82 dolar AS per barel.
  • Minyak Brent: Meroket 18,17 persen menjadi 109,53 dolar AS per barel.

Kenaikan biaya energi yang drastis ini memicu gelombang inflasi global, yang pada akhirnya memaksa investor mengamankan modal mereka ke aset safe haven seperti dolar AS, dan meninggalkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dolar AS ekonomi global Geopolitik Iran Harga Minyak Dunia Inflasi Kurs Rupiah nilai tukar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan

Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!

Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui

Strategi Lolos Pengajuan KUR BRI 2026 Rp100 Juta: Panduan Syarat, Langkah Online, dan Simulasi Cicilan Terbaru

Jangan Telat! Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Tukar Hadiah Premium

Cut Salwa Jadi Trending, Pakar Ingatkan Bahaya Klik Link Viral Tanpa Verifikasi

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.