Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Emas Antam Naik! Harga 1 Gram Kini Rp2,639 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Kamis, 3 September 2026 11:35 WIB

Ujian Perdana Sang Juara Bertahan: Jadwal Lengkap Persib Bandung vs PSM Makassar di GBLA

Kamis, 3 September 2026 11:27 WIB

Baru Saja Rampung, Trotoar Gasibu Kembali Dibongkar Gara-gara Dikritik Terlalu Tinggi

Kamis, 3 September 2026 11:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Emas Antam Naik! Harga 1 Gram Kini Rp2,639 Juta, Cek Daftar Lengkapnya
  • Ujian Perdana Sang Juara Bertahan: Jadwal Lengkap Persib Bandung vs PSM Makassar di GBLA
  • Baru Saja Rampung, Trotoar Gasibu Kembali Dibongkar Gara-gara Dikritik Terlalu Tinggi
  • Jadwal Lengkap Super League Pekan 1, Ada Borneo vs Persija dan Persib vs PSM
  • Bansos September 2026 Cair! Ini Cara Cek PKH dan BPNT hingga Rp600 Ribu
  • Data Desil Bansos Tak Sesuai? Begini Cara Mudah Mengajukan Perbaikan ke Kemensos
  • Bursa Transfer Belum Ditutup, Igor Tolic Ungkap Sikap Persib
  • Dijual Aja Liganya! Deretan Blunder Bos I.League Ferry Paulus Yang Bikin Netizen Puncak Emosi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 3 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hasil Sidang Isbat: Cek Jadwal Puasa Ramadhan 2026 dan Waktu Shalat Tarawih Pertama

By Aga GustianaSelasa, 17 Februari 2026 19:04 WIB2 Mins Read
Petugas rukyat meneropong posisi hilal. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hari ini, Selasa (17/2/2026), menjadi penentu bagi jutaan umat Muslim di Indonesia untuk mengetahui kapan fajar pertama bulan suci akan dimulai. Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat secara nasional untuk mengesahkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, di balik seremonial tersebut, terdapat dinamika data astronomis yang memicu potensi perbedaan waktu memulai ibadah puasa.

Kemenag: Memadukan Sains dan Syar’i

Pemerintah tetap berpegang pada mekanisme integrasi antara data hisab (perhitungan) dan hasil rukyatul hilal (pemantauan lapangan). Keputusan akhir baru akan diumumkan setelah para ahli falak dan perwakilan organisasi Islam membedah fakta di lapangan.

“Hasil pembahasan tersebut akan kami jadikan pedoman bersama bagi seluruh umat Islam di Indonesia,” tegas Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad.

Baca Juga:  Disinggung soal Visi Misi, Cak Imin Sebut Kebijakan Utamanya Menjaga Agama

Prediksi NU: Hilal Masih ‘Malu-Malu’ di Bawah Ufuk

Nahdlatul Ulama (NU) secara konsisten mengikuti keputusan resmi pemerintah lewat mekanisme ikhbar. Menariknya, Lembaga Falakiyah PBNU telah merilis data awal yang menunjukkan posisi bulan pada Selasa petang ini masih berada di kisaran minus 1 derajat 44 menit.

Secara teoritis, posisi hilal yang masih di bawah ufuk membuat peluang terlihatnya bulan sangat mustahil. Jika kondisi ini dikonfirmasi dalam Sidang Isbat, besar kemungkinan bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), yang berarti 1 Ramadhan versi NU dan Pemerintah diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga:  PBNU Minta Pemerintah Rumuskan Strategi Penanggulangan Kekerasan di Lembaga Pendidikan

Muhammadiyah: Satu Tanggal untuk Seluruh Dunia

Berseberangan dengan prediksi tersebut, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Organisasi ini kini menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode ini tidak lagi terpaku pada terlihatnya hilal di wilayah lokal (matla’), melainkan berdasarkan koordinat global dengan parameter elongasi minimal 8 derajat. Melalui sistem ini, Muhammadiyah memastikan kepastian tanggal jauh-jauh hari agar umat dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih terencana.

Baca Juga:  Daftar 11 Organisasi Nahdlatul Ulama yang Tak Diakui PBNU

Mengapa Terjadi Perbedaan?

Potensi perbedaan ini bukan hal baru, melainkan buah dari keberagaman metode ijtihad. NU dan Pemerintah menitikberatkan pada aspek visibilitas hilal di wilayah Indonesia, sementara Muhammadiyah bergerak menuju kesatuan kalender Islam global yang berbasis perhitungan matematis murni.

Publik kini tinggal menunggu hasil ketukan palu Sidang Isbat malam ini untuk menentukan apakah Indonesia akan berpuasa secara serentak atau dalam waktu yang berbeda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammadiyah Nahdlatul Ulama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Emas Antam Naik! Harga 1 Gram Kini Rp2,639 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Data Desil Bansos Tak Sesuai? Begini Cara Mudah Mengajukan Perbaikan ke Kemensos

5 Hotel Murah di Braga Bandung, Mulai Rp95 Ribuan Cocok untuk Staycation Hemat

Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp40 Ribu, Kini Cuma Rp2,477 Juta per Gram

Game Free Fire

Klaim Kode Redeem FF Aktif Rabu 2 September 2026: Dapatkan Skin Senjata dan Item Langka Gratis

Lapangan Gasibu

Tak Bisa Jogging di Gasibu? 6 Lokasi Ini Bisa Jadi Penggantinya

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.