Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib di Ambang Sejarah! GBLA Siap Jadi Saksi Juara Super League 2026

Rabu, 20 Mei 2026 04:00 WIB

Viral! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Bikin Heboh, Netizen Temukan Fakta Mengejutkan

Rabu, 20 Mei 2026 03:00 WIB

Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!

Rabu, 20 Mei 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib di Ambang Sejarah! GBLA Siap Jadi Saksi Juara Super League 2026
  • Viral! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Bikin Heboh, Netizen Temukan Fakta Mengejutkan
  • Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!
  • Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen
  • Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya
  • Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hasil Sidang Isbat: Cek Jadwal Puasa Ramadhan 2026 dan Waktu Shalat Tarawih Pertama

By Aga GustianaSelasa, 17 Februari 2026 19:04 WIB2 Mins Read
Petugas rukyat meneropong posisi hilal. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hari ini, Selasa (17/2/2026), menjadi penentu bagi jutaan umat Muslim di Indonesia untuk mengetahui kapan fajar pertama bulan suci akan dimulai. Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat secara nasional untuk mengesahkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, di balik seremonial tersebut, terdapat dinamika data astronomis yang memicu potensi perbedaan waktu memulai ibadah puasa.

Kemenag: Memadukan Sains dan Syar’i

Pemerintah tetap berpegang pada mekanisme integrasi antara data hisab (perhitungan) dan hasil rukyatul hilal (pemantauan lapangan). Keputusan akhir baru akan diumumkan setelah para ahli falak dan perwakilan organisasi Islam membedah fakta di lapangan.

“Hasil pembahasan tersebut akan kami jadikan pedoman bersama bagi seluruh umat Islam di Indonesia,” tegas Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad.

Baca Juga:  Jelang Pelantikan, PBNU Ajak Masyarakat Awasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Prediksi NU: Hilal Masih ‘Malu-Malu’ di Bawah Ufuk

Nahdlatul Ulama (NU) secara konsisten mengikuti keputusan resmi pemerintah lewat mekanisme ikhbar. Menariknya, Lembaga Falakiyah PBNU telah merilis data awal yang menunjukkan posisi bulan pada Selasa petang ini masih berada di kisaran minus 1 derajat 44 menit.

Secara teoritis, posisi hilal yang masih di bawah ufuk membuat peluang terlihatnya bulan sangat mustahil. Jika kondisi ini dikonfirmasi dalam Sidang Isbat, besar kemungkinan bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), yang berarti 1 Ramadhan versi NU dan Pemerintah diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga:  Harlah 1 Abad NU 2026: Kumpulan Ucapan dan Pesan Positif untuk Media Sosial

Muhammadiyah: Satu Tanggal untuk Seluruh Dunia

Berseberangan dengan prediksi tersebut, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Organisasi ini kini menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode ini tidak lagi terpaku pada terlihatnya hilal di wilayah lokal (matla’), melainkan berdasarkan koordinat global dengan parameter elongasi minimal 8 derajat. Melalui sistem ini, Muhammadiyah memastikan kepastian tanggal jauh-jauh hari agar umat dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih terencana.

Baca Juga:  Pemerintah Akan Beri Muhammadiyah Tambang Batu Bara Bekas Adaro atau Arutmin

Mengapa Terjadi Perbedaan?

Potensi perbedaan ini bukan hal baru, melainkan buah dari keberagaman metode ijtihad. NU dan Pemerintah menitikberatkan pada aspek visibilitas hilal di wilayah Indonesia, sementara Muhammadiyah bergerak menuju kesatuan kalender Islam global yang berbasis perhitungan matematis murni.

Publik kini tinggal menunggu hasil ketukan palu Sidang Isbat malam ini untuk menentukan apakah Indonesia akan berpuasa secara serentak atau dalam waktu yang berbeda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Perbedaan Puasa 2026 Sidang Isbat Hari Ini
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Bikin Heboh, Netizen Temukan Fakta Mengejutkan

Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!

Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen

Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen

Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan

Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.