Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor

Senin, 16 Maret 2026 06:00 WIB

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Senin, 16 Maret 2026 03:00 WIB
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor
  • Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hasil Sidang Isbat: Cek Jadwal Puasa Ramadhan 2026 dan Waktu Shalat Tarawih Pertama

By Aga GustianaSelasa, 17 Februari 2026 19:04 WIB2 Mins Read
Petugas rukyat meneropong posisi hilal. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hari ini, Selasa (17/2/2026), menjadi penentu bagi jutaan umat Muslim di Indonesia untuk mengetahui kapan fajar pertama bulan suci akan dimulai. Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat secara nasional untuk mengesahkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, di balik seremonial tersebut, terdapat dinamika data astronomis yang memicu potensi perbedaan waktu memulai ibadah puasa.

Kemenag: Memadukan Sains dan Syar’i

Pemerintah tetap berpegang pada mekanisme integrasi antara data hisab (perhitungan) dan hasil rukyatul hilal (pemantauan lapangan). Keputusan akhir baru akan diumumkan setelah para ahli falak dan perwakilan organisasi Islam membedah fakta di lapangan.

“Hasil pembahasan tersebut akan kami jadikan pedoman bersama bagi seluruh umat Islam di Indonesia,” tegas Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad.

Baca Juga:  Cek Jadwalnya! Begini Prakiraan Awal Puasa Ramadan 2026 Menurut Hasil Hisab dan Analisis BRIN

Prediksi NU: Hilal Masih ‘Malu-Malu’ di Bawah Ufuk

Nahdlatul Ulama (NU) secara konsisten mengikuti keputusan resmi pemerintah lewat mekanisme ikhbar. Menariknya, Lembaga Falakiyah PBNU telah merilis data awal yang menunjukkan posisi bulan pada Selasa petang ini masih berada di kisaran minus 1 derajat 44 menit.

Secara teoritis, posisi hilal yang masih di bawah ufuk membuat peluang terlihatnya bulan sangat mustahil. Jika kondisi ini dikonfirmasi dalam Sidang Isbat, besar kemungkinan bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), yang berarti 1 Ramadhan versi NU dan Pemerintah diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Muhammadiyah: Satu Tanggal untuk Seluruh Dunia

Berseberangan dengan prediksi tersebut, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Organisasi ini kini menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Baca Juga:  KH Zulfa Mustofa Resmi Pimpin PBNU, Ini Profil dan Jejak Kariernya

Metode ini tidak lagi terpaku pada terlihatnya hilal di wilayah lokal (matla’), melainkan berdasarkan koordinat global dengan parameter elongasi minimal 8 derajat. Melalui sistem ini, Muhammadiyah memastikan kepastian tanggal jauh-jauh hari agar umat dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih terencana.

Baca Juga:  PCNU Kota Bandung Tegaskan Tolak Wacana MLB NU

Mengapa Terjadi Perbedaan?

Potensi perbedaan ini bukan hal baru, melainkan buah dari keberagaman metode ijtihad. NU dan Pemerintah menitikberatkan pada aspek visibilitas hilal di wilayah Indonesia, sementara Muhammadiyah bergerak menuju kesatuan kalender Islam global yang berbasis perhitungan matematis murni.

Publik kini tinggal menunggu hasil ketukan palu Sidang Isbat malam ini untuk menentukan apakah Indonesia akan berpuasa secara serentak atau dalam waktu yang berbeda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Perbedaan Puasa 2026 Sidang Isbat Hari Ini
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor

Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Viral video ukhti mukena pink.

Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Jadi Viral, Part 2 Paling Dicari Warganet

Gadis 22 Tahun Dinikahi Kakek 65 Tahun: Seserahan Sultan, Mobil hingga Saham Bumi!

Viral video ukhti mukena pink.

Viral di Media Sosial! Link ‘Mukena Pink’ Tanpa Sensor Beredar, Ada yang Asli?

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.