bukamata.id – Tren video “cukur kumis” kembali memicu perhatian warganet, kini dengan pencarian yang lebih spesifik, seperti “video viral cukur kumis bawah no sensor”.
Istilah baru ini menunjukkan bahwa rasa ingin tahu publik sudah bergeser dari sekadar melihat versi lengkap menjadi mencari konten yang dianggap lebih vulgar dan tanpa sensor.
Meski banyak klaim beredar, hingga kini tidak ada bukti resmi yang mendukung keberadaan versi “no sensor”. Video yang ramai diperbincangkan tetap merupakan klip pendek biasa, tanpa adegan dewasa seperti yang diduga netizen.
Namun, fenomena istilah pencarian ini menimbulkan risiko besar:
- Potensi Eksploitasi Digital: Kata kunci baru ini dimanfaatkan oleh oknum untuk menjual tautan atau akses berbayar, yang pada akhirnya menipu pengguna atau mengarahkan mereka ke situs berbahaya, termasuk malware dan judi online.
- Peredaran Konten Palsu: Permintaan tinggi berpotensi memicu penyebaran video palsu (deepfake) atau konten dewasa yang dikaitkan dengan tren ini, merugikan pihak yang disebut-sebut dalam video dan memperparah peredaran materi ilegal.
Imbauan Pakar Digital:
- Jangan mudah tergiur klaim “no sensor” yang kemungkinan besar palsu dan bertujuan monetisasi.
- Selalu verifikasi sumber konten melalui akun resmi atau platform terpercaya.
- Laporkan setiap akun yang menawarkan konten ilegal atau menyesatkan demi menjaga keamanan data dan finansial.
Fenomena ini kembali menegaskan pentingnya literasi digital, kewaspadaan, dan tanggung jawab pengguna internet di tengah derasnya arus konten viral.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










