bukamata.id – Nama selebgram asal Malaysia, Izza, kembali menjadi pusat perhatian publik usai beredarnya sebuah rekaman berdurasi 13 menit 22 detik yang diduga menampakkan dirinya. Tayangan yang menyebar masif di TikTok dan platform X ini langsung menyulut kontroversi, memicu gelombang reaksi dari netizen, dan menempatkan “Link Video Viral Selebgram Izza” sebagai salah satu kata kunci paling banyak dicari saat ini.
Rekaman yang dijuluki warganet sebagai “Izza Blunder” tersebut memantik rasa penasaran karena dikabarkan memuat konten yang dianggap sensitif. Meski belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait, spekulasi terus berkembang dan memperluas jangkauan viralnya video tersebut.
Akun TikTok seperti @josssss86 bahkan banjir komentar dari pengguna yang antusias membahas isi video. Salah satunya menuliskan, “Akhirnya blunder juga nih si Izza, gua dari awal udah yakin nih cewek emang barbar.” Komentar lain menimpali, “Akhirnya blunder juga, lumayan 13 menit.”
Fenomena ini pun mengingatkan publik pada kasus-kasus viral sebelumnya seperti “Bu Guru Salsa” dan “Cacaargh,” yang sempat mengguncang jagat maya dengan situasi serupa. Nama Izza kini tak luput dari perbandingan tersebut, bahkan menjadi topik hangat dalam berbagai forum daring.
Namun di balik rasa ingin tahu publik, muncul peringatan serius. Seiring dengan maraknya pencarian link video viral selebgram Izza, beredar pula berbagai tautan mencurigakan yang mengaku menyediakan versi asli rekaman tersebut. Kebanyakan dari link tersebut ternyata hanyalah umpan phishing yang bisa mengakses data pribadi pengguna atau menanamkan malware.
Akun @Deonnn di TikTok menyindir tajam, “Dulu katanya Bu Guru Salsa khilaf karena uang, sekarang Izza juga kelihatannya tergoda hal yang sama.”
Ahli keamanan digital pun mengimbau masyarakat untuk tidak asal klik tautan dari sumber yang tidak dapat dipercaya, terlebih yang beredar di kolom komentar media sosial. Banyak di antaranya hanya kedok untuk penipuan daring yang membahayakan data pengguna.
Meskipun belum ada pernyataan langsung dari pihak Izza, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana fenomena viral yang belum jelas kebenarannya bisa berdampak luas dan memunculkan risiko siber. Maka dari itu, penting untuk bijak menyikapi tren viral dan menjaga keamanan digital secara menyeluruh.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










