Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kode Redeem FF

Kode Redeem FF Terbaru 24 Juli 2026: Klaim Skin Senjata, Emote, dan Voucher Gratis

Jumat, 24 Juli 2026 13:26 WIB

FIFA Cabut Sanksi Persib Bandung, Jalan Maung Bandung Menatap Musim 2026/2027 Kembali Terbuka

Jumat, 24 Juli 2026 13:06 WIB
Ilustrasi begal

Darurat Begal di Bandung, Kapolda Jabar Persilakan Warga Minta Pengawalan Polisi

Jumat, 24 Juli 2026 13:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Terbaru 24 Juli 2026: Klaim Skin Senjata, Emote, dan Voucher Gratis
  • FIFA Cabut Sanksi Persib Bandung, Jalan Maung Bandung Menatap Musim 2026/2027 Kembali Terbuka
  • Darurat Begal di Bandung, Kapolda Jabar Persilakan Warga Minta Pengawalan Polisi
  • Hukuman Berat dari Federasi Korea Selatan, STY Dilarang Melatih Klub Selama 10 Tahun!
  • Harga Emas Antam Hari Ini 24 Juli 2026 Anjlok Rp35 Ribu, Cek Harga Terbaru Semua Ukuran
  • Top Skor Liga Montenegro Balsa Sekulic Tak Sabar Debut Bersama Persib di Kompetisi Asia
  • Persik Kediri Resmi Perpanjang Kontrak 5 Pemain Asing untuk Liga 1 2026/27
  • Belum Cair? Simak Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Lewat HP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 24 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Hukuman Berat dari Federasi Korea Selatan, STY Dilarang Melatih Klub Selama 10 Tahun!

By Aga GustianaJumat, 24 Juli 2026 12:56 WIB2 Mins Read
Shin Tae-yong. Foto: Dok. PSSI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola mendadak dihebohkan dengan kabar mengejutkan yang datang dari negeri ginseng. Juru taktik berpengalaman yang pernah membesut Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, resmi dijatuhi hukuman berat oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Pelatih berusia 55 tahun itu harus menerima kenyataan dilarang berkecimpung di seluruh aktivitas sepak bola domestik Korea Selatan selama satu dekade penuh.

Berdasarkan laporan dari media setempat seperti News1 dan Channel A, sanksi tegas ini bermula dari tudingan tindakan kekerasan terhadap pemain. Peristiwa tersebut disinyalir terjadi ketika Shin memegang kendali kepelatihan di klub Ulsan HD dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober 2025.

Tudingan itu mengemuka setelah muncul aduan bahwa metode kepelatihan yang diterapkan Shin dinilai kelewat keras dan kasar kepada anak asuhnya. Pendekatan tersebut disinyalir menimbulkan gejolak serta ketegangan di dalam ruang ganti Ulsan HD.

Merespons aduan tersebut, KFA langsung bergerak cepat dengan menggandeng Pusat Etika Olahraga di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan untuk mengusut tuntas kasus ini. Hasil investigasi gabungan itu kini telah rampung dan berbuah sanksi indisipliner bagi sang juru taktik.

Kendati demikian, pihak KFA memilih untuk menutup rapat detail spesifik mengenai dasar hukum maupun isi putusan sanksi tersebut kepada publik.

“Kami hanya diberitahu bahwa detail tindakan disiplin tersebut tidak dapat diungkapkan karena melibatkan informasi pribadi yang sensitif,” ungkap salah seorang pejabat KFA.

Walaupun detail putusan dirahasiakan, berbagai media terkemuka Korea Selatan memastikan bahwa Shin diganjar larangan aktif di dunia sepak bola nasional selama 10 tahun, mencakup larangan menenangi klub hingga terlibat dalam segala kegiatan di bawah naungan KFA.

Meski mendapat hantaman telak di negara asal, sanksi kontroversial ini nyatanya memiliki batasan teritorial. Hukuman tersebut mutlak hanya berlaku di wilayah yurisdiksi Korea Selatan, sehingga pintu bagi Shin untuk mencari nafkah di luar negeri tetap terbuka lebar.

Celah yurisdiksi inilah yang membuat posisi Shin di Indonesia tetap aman. Saat ini, ia telah resmi diikat kontrak untuk memimpin skuad Persija Jakarta dan sedang fokus meracik strategi demi menghadapi kompetisi Super League. Ajang pramusim Piala Presiden 2026 diproyeksikan sebagai panggung debut perdananya sekaligus batu loncatan bagi Macan Kemayoran di bawah komando barunya.

Dengan tidak adanya ikatan yurisdiksi KFA di tanah air, Shin dipastikan dapat menjalankan tugas kepelatihannya bersama Persija Jakarta secara penuh tanpa ada kendala administratif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KFA Korea Selatan Liga Indonesia Persija Jakarta Shin Tae-yong
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Persik Kediri Resmi Perpanjang Kontrak 5 Pemain Asing untuk Liga 1 2026/27

Jordi Amat

Jordi Amat Kirim Pesan Tegas! Timnas Indonesia Bidik Kemenangan Perdana di Piala AFF 2026

Jadwal Lengkap dan Peta Kekuatan Timnas Indonesia di Grup A ASEAN Cup 2026

Hasil China Open 2026: Fajar/Fikri Tampil Garang, Tiket Perempat Final Berhasil Diamankan!

Timnas Putri Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Laos Dibantai 5-0 di Final

Bursa Transfer Liga 1: Nadeo Argawinata Resmi Tinggalkan Borneo FC dan Berlabuh ke Persija Jakarta

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.