bukamata.id– Pemerintah dan PT. KAI mengubah rute layanan perjalanan hingga proses evakuasi korban kecelakaan KA Turangga dan KRL Bandung Raya di Cicalengka rampung.
Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohammad Risal Wasal mengatakan proses evakuasi menjadi prioritas utama. Namun, layanan penumpang lain tetap bisa berjalan dengan mengubah rute perjalanan.
“Kami masih fokus untuk melakukan evakuasi, berupaya untuk sesegera mungkin menolong rekan kita yang masih di dalam,” kata dia, Jumat (5/1) dikutip dari merdeka.
“Setelah itu kita akan berupaya sesegera mungkin menormalkan perjalanan ini dan yang pastinya saat ini kawan-kawan dari PT KAI tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat penumpang kereta api dengan mengubah pola pelayanan melalui Kroya,” dia melanjutkan.
Senada dengan Risal, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo memastikan, pelayanan kereta api akan disesuaikan setelah mengalami kecelakaan.
“Namun demikian pelayanan kereta api masih berjalan dengan baik dan lintas dari lintasan ini kita putar baik melalui Kroya maupun melalui Cikampek sehingga memang ada perlambatan sedikit ya, harapan kami para penumpang bisa maklum,” kata dia.
Ia menambangkan, KAI juga menyiapkan kompensasi kepada para penumpang setiap mengalami kerterlambantan.
“Kami menyiapkan setiap ada keterlambatan itu ada kompensasi kepada para penumpang baik berupa makanan Snack maupun makanan besar untuk jam yang sudah terlewat,” dia melanjutkan.
Adapun gangguan layanan mencakup kereta Argo Wilis, Turangga dan KRD Bandung Raya.
“Argo Willis, Turangga, KRD ini juga mengalami gangguan sehingga untuk sementara KRD Bandung Raya kita hentikan dulu sehingga masyarakat bisa menggunakan moda transportasi yang lain dulu,” tutupnya.
Diketahui, dalam peristiwa tabrakan kereta api di Cicalengka ini terdapat kurang lebih 200 penumpang KA Turangga. Sedangkan di Kereta commuter sekitar 191 penumpang. Mayoritas penumpang selamat, tinggal 6 yang masih dirawat di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, ada empat orang yang meninggal dunia. Yakni, Masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka (Commuter Line Bandung Raya) atas nama Julian Dwi Setiono.
Lalu, Asisten Masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka (Commuter Line Bandung Raya) atas nama Ponisan, Pramugara KA Turangga atas nama Andrian
Terakhir adalah Petugas PAM di Stasiun Cimekar atas nama Enjang Yudi yang jenazahnya masih dalam proses evakuasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










