bukamata.id – Nama Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti kembali menjadi perbincangan hangat setelah buku memoar Aurelie, Broken Strings, memunculkan cerita masa lalunya. Perhatian publik tertuju pada hubungan mereka, termasuk pernikahan yang terjadi saat Aurelie masih di bawah umur.
Salah satu pertanyaan yang paling banyak muncul adalah apakah Aurelie dan Roby benar-benar menikah, mengingat klaim dan bantahan dari keduanya saling bersinggungan. Roby Tremonti mengaku telah menikahi Aurelie pada 2011, sementara Aurelie menegaskan pernikahan itu tidak sah sejak awal.
Kini, gereja tempat pernikahan berlangsung memberikan keterangan. Yohanna, perwakilan Sekretariat Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus, Cibinong, membenarkan bahwa pernikahan terjadi pada 2011.
“Setahu aku itu kejadiannya 2011,” ungkap Yohanna, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (17/1/2026).
Namun, Yohanna menyebut romo yang menikahkan pasangan itu sudah lama berpindah tugas.
“Kebetulan romonya juga sudah pindah tugas udah lama banget dan udah enggak di sini sih,” jelasnya.
“Bukan aku yang bertugas kan karena aku di sini tuh masih terbilang baru lah ya dari 2020,” sambungnya.
Meski begitu, Yohanna menegaskan dirinya tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena bukan kapasitasnya.
“Aku tidak bisa kasih keterangan panjang-panjang karena memang bukan kapasitasnya sebenarnya. Aku enggak bisa kasih keterangan,” terangnya.
Memoar Aurelie: Broken Strings
Aurelie Moeremans menjadi sorotan setelah merilis Broken Strings, yang menceritakan pengalaman pribadinya saat berusia 15 tahun. Dalam buku itu, Aurelie mengungkap bahwa ia menjadi korban child grooming—tindakan orang dewasa yang memanipulasi anak untuk tujuan eksploitasi atau pelecehan seksual.
Klarifikasi Roby Tremonti
Roby Tremonti menegaskan bahwa ia memang menikahi Aurelie pada 10 Oktober 2011, saat Aurelie berusia 18 tahun.
“Memang saya pernah menikahi Aurelie Moeremans pada 10 Oktober 2011,” ujar Roby ketika ditemui di kediamannya di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026).
Roby juga menunjukkan bukti berupa foto pernikahan dan surat nikah dengan latar biru, membantah pernyataan Aurelie dalam Broken Strings yang menyebut pernikahan itu dilakukan secara paksa.
“Kalau lihat foto ini, enggak mungkin kan terpaksa menikahnya. Kami menikah secara Katolik, tidak mungkin segampang itu. Ini ada bukti undangan, surat pernikahan tertera 10 Oktober 2011,” jelasnya.
Roby juga mengklarifikasi soal klaim Aurelie bahwa pernikahan hanya berlangsung sehari.
“Gini, pernikahan diurus itu enggak bisa sehari. Ada proses kanonik, investigasi sebelum menikah yang dilakukan pihak gereja. Gak mungkin bisa diurus sehari aja,” katanya.
Terkait pembatalan pernikahan, Roby menyatakan ia tidak dilibatkan dalam pembuatan surat tersebut.
“Soal pembatalan pernikahan, Aurelie merasa punya suratnya. Tapi selama ini, saya tidak dilibatkan dalam pembuatan surat itu,” tambahnya.
Roby menegaskan klarifikasi ini bukan untuk menyerang Aurelie, melainkan untuk meluruskan fakta yang ada.
“Saya bukan melakukan pembenaran, tapi saya mau meluruskan fakta sebenarnya,” tutup Roby Tremonti.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











