Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton

Rabu, 16 September 2026 08:14 WIB

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Rabu, 16 September 2026 06:00 WIB
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Rabu, 16 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Karim Benzema OTW Persib Bandung?
  • Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak

By Aga GustianaSabtu, 7 Maret 2026 06:26 WIB3 Mins Read
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perdebatan mengenai pemotongan pajak tunjangan hari raya (THR) kembali mencuat menjelang Lebaran. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sistem perpajakan yang berlaku saat ini tetap dijalankan dengan prinsip keadilan, termasuk dalam hal perlakuan pajak bagi pekerja swasta dan aparatur sipil negara (ASN).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya kritik publik mengenai perbedaan kebijakan pajak THR antara pegawai swasta dan pegawai pemerintah.

Menurut Purbaya, perbedaan itu muncul karena status pemberi kerja yang berbeda. ASN bekerja di bawah institusi pemerintah, sehingga negara dapat menanggung kewajiban pajak tertentu, termasuk pajak atas THR.

“Kami akan menjalankan perpajakan yang cukup fair,” kata Purbaya dikutip Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah bertindak sebagai pemberi kerja bagi ASN. Karena itu, negara dapat mengambil kebijakan untuk menanggung pajak penghasilan tertentu yang dikenakan kepada pegawai pemerintah.

Berbeda dengan pekerja swasta yang berada di bawah perusahaan masing-masing. Dalam konteks tersebut, kebijakan mengenai tunjangan dan fasilitas tambahan menjadi kewenangan pihak perusahaan sebagai pemberi kerja.

Baca Juga:  Pemerintah Cairkan BLT Rp30 Triliun di Tengah Keterpurukan Ekonomi 2025

“Untuk ASN ditanggung kan (pemerintah) bosnya. Jadi, kalau swasta protes, protes ke bosnya,” tambah dia.

Purbaya juga menekankan bahwa mengubah aturan pajak tidak bisa dilakukan secara terburu-buru hanya untuk merespons satu kelompok kepentingan. Pemerintah harus mempertimbangkan dampak kebijakan secara menyeluruh sebelum melakukan revisi aturan.

“Susah kan kita mengubah peraturan parsial ini untuk memenuhi satu pihak saja,” ujarnya.

Sistem Pajak Tidak Mengubah Total Kewajiban

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto turut memberikan penjelasan terkait mekanisme pemotongan pajak yang berlaku saat ini. Ia mengatakan bahwa pekerja di sektor swasta umumnya memiliki beragam fasilitas yang diberikan oleh perusahaan, termasuk berbagai jenis tunjangan.

Menurut Bimo, skema perpajakan yang digunakan pemerintah sebenarnya tidak meningkatkan jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak. Sistem tersebut hanya mengatur cara pembayaran agar beban pajak lebih merata sepanjang tahun.

Baca Juga:  Dukung Purbaya atau Bela Pedagang? Polemik Larangan Thrifting Memanas di Gedung DPR!

Ia menjelaskan bahwa penggunaan tarif efektif rata-rata (TER) justru membantu pekerja dalam mengelola kewajiban pajaknya.

“Sebenarnya nggak ada masalah, justru itu memudahkan wajib pajak untuk membagi beban secara per bulan,” kata Bimo.

Dengan sistem ini, kewajiban pajak yang biasanya menumpuk pada akhir tahun dapat dibagi secara lebih proporsional setiap bulan. Mekanisme tersebut dinilai dapat membantu administrasi perpajakan sekaligus memberi kepastian bagi pekerja dan perusahaan dalam menghitung pajak.

Pemerintah pun menilai penerapan TER memberikan kemudahan dalam proses penghitungan pajak penghasilan, baik bagi pemberi kerja maupun karyawan.

THR Termasuk Objek Pajak

Secara regulasi, tunjangan hari raya masuk dalam kategori penghasilan yang dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023 yang mengatur mekanisme pemotongan pajak menggunakan skema tarif efektif rata-rata.

Baca Juga:  Karut Marut Penanganan Utang Fantastis Whoosh, Proyek Prestisius Jadi Bola Panas?

Dalam aturan tersebut, tarif dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu TER bulanan A, TER bulanan B, dan TER bulanan C. Klasifikasi ini didasarkan pada besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang dipengaruhi oleh status perkawinan serta jumlah tanggungan wajib pajak.

Besaran tarif dalam sistem ini berkisar dari 0 persen hingga maksimal 34 persen, bergantung pada tingkat penghasilan bulanan pekerja.

Namun terdapat pengecualian bagi ASN, anggota TNI, dan Polri. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024 yang kemudian diperbarui pada 2025 dan 2026, pemerintah menetapkan bahwa pajak penghasilan atas THR dan gaji ke-13 bagi pegawai negara ditanggung oleh pemerintah.

Dengan kebijakan tersebut, aparatur negara menerima THR secara utuh tanpa potongan pajak dari penghasilan pribadi mereka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.