bukamata.id – Kota Bandung kembali menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia berdasarkan survei TomTom Traffic Index 2024. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut salah satu penyebab utama kemacetan di kota ini adalah keberadaan lampu lalu lintas yang tidak efisien.
“Kita lagi membuat analisis tentang traffic light. Karena traffic light itu justru bikin macet. Bisa nggak ke depan sih traffic light itu membuat menjadi lancar?” ujar Dedi di Gedung Sate, Jumat (11/7/2025).
Menurut Dedi, penempatan dan durasi nyala lampu lalu lintas di berbagai titik di Bandung saat ini belum optimal. Ia menduga sistem pengaturannya masih belum akurat, sehingga justru memperparah kemacetan. “Kan bisa jadi ini penghitungan yang di sini, yang di sana belum tepat. Nah, ini kita lagi ngitung nih biar tepat,” lanjutnya.
150 Titik Lampu Lalu Lintas Tersebar di Kota Bandung
Data dari Dinas Perhubungan Kota Bandung tahun 2022 mencatat terdapat 150 titik Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang tersebar di berbagai wilayah kota. Sebagian besar berada di ruas-ruas jalan utama seperti Jalan Soekarno Hatta, termasuk simpang Soekarno Hatta-Gedebage, Soekarno Hatta-Buah Batu, Soekarno Hatta-Ibrahim Adjie, dan lainnya.
Menariknya, hampir semua titik tersebut telah menggunakan sistem ATCS (Area Traffic Control System), yang memungkinkan pengaturan lalu lintas secara otomatis dan terintegrasi dari pusat kendali.
Namun demikian, efektivitas ATCS ini masih dipertanyakan. Banyak titik lampu lalu lintas justru memiliki waktu tunggu yang panjang dan menyebabkan penumpukan kendaraan. Contohnya di simpang Soekarno Hatta-Ibrahim Adjie atau yang lebih dikenal sebagai lampu merah Samsat, waktu tunggu bisa mencapai 300 detik atau 5 menit. Waktu yang tidak jauh berbeda juga tercatat di beberapa simpang lainnya, seperti:
- Pasteur: 200 detik
- Soekarno Hatta – Buah Batu: 180 detik
- Ujungberung & Cibiru: 190–200 detik
Simpang Padat dan Titik Kritis
Berikut beberapa simpang padat yang menggunakan sistem ATCS aktif dan terkoneksi:
- Soekarno Hatta – Gedebage
- Soekarno Hatta – Ibrahim Adjie
- Soekarno Hatta – Buah Batu
- Soekarno Hatta – M. Toha
- Pasteur – Suryasumantri
- Sudirman – Otista
- Simpang Lima
- Ahmad Yani – Laswi
Sebagian besar merupakan simpang empat, namun juga terdapat simpang lima, simpang tiga, hingga jalan tanpa persimpangan yang tetap dilengkapi lampu lalu lintas.
Evaluasi dan Rencana Perbaikan
Langkah evaluasi tengah dilakukan oleh Pemprov Jabar bersama Dishub. Gubernur Dedi Mulyadi berharap ke depannya pengaturan lampu lalu lintas bisa disesuaikan dengan pola lalu lintas sebenarnya di lapangan, bukan hanya berdasarkan jadwal atau sistem otomatis yang tidak fleksibel.
Dengan revisi sistem dan durasi lampu lalu lintas, diharapkan Bandung bisa keluar dari daftar kota termacet dan menghadirkan mobilitas yang lebih lancar bagi warganya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










