Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

Selasa, 13 Oktober 2026 11:26 WIB

Thom Haye Kritik Fasilitas Pemulihan Persib, Akui Jaga Kebugaran Pemain Hampir Mustahil

Selasa, 13 Oktober 2026 11:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran

Selasa, 13 Oktober 2026 10:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api
  • Thom Haye Kritik Fasilitas Pemulihan Persib, Akui Jaga Kebugaran Pemain Hampir Mustahil
  • Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
  • 19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi
  • Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026
  • Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs The Cong-Viettel: Momentum Pangeran Biru Jaga Tren Positif Asia
  • Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!
  • Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Habis Viral Jadi Korban, Holis Kini Tuai Kritikan Karena Sikap di Hadapan Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSabtu, 10 Januari 2026 10:03 WIB4 Mins Read
Dedi Mulyadi fasilitasi pertemuan Holis dan Kades Panggalih. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah Holis Muhlisin, pedagang telur keliling asal Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, awalnya menyentuh hati publik. Ia viral karena berani menyuarakan keluhan tentang kondisi jalan desa yang rusak parah, sekaligus mempertanyakan transparansi penggunaan Dana Desa. Video unggahannya memperlihatkan ia mengalami intimidasi dari keluarga Kepala Desa (Kades) setempat, yang memancing simpati netizen.

Namun, apa yang terjadi setelah itu justru menghadirkan plot twist tak terduga. Sikap Holis saat bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi sorotan dan menimbulkan pro-kontra di media sosial. Dari yang awalnya dibela, netizen kini mulai mempertanyakan adab dan etika Holis.

Intimidasi dan Trauma Holis

Kisah ini bermula saat Holis memviralkan kondisi jalan yang rusak. Ia berharap pemerintah desa memberi klarifikasi soal alokasi dana desa yang seharusnya dapat memperbaiki jalan tersebut. Alih-alih mendapat respon positif, Holis justru dipanggil ke rumah Kades dan diintimidasi oleh keluarga Kades selama dua jam.

“Dia memarahi saya, membentak, seolah saya melakukan kesalahan besar hanya karena bertanya soal Dana Desa,” ungkap Holis kepada wartawan. Trauma akibat kejadian itu membuatnya berhenti berjualan selama empat hari, menambah beban hidupnya yang sebenarnya sederhana.

Peristiwa ini menjadi viral dan memancing keprihatinan publik. Banyak yang menilai Holis sebagai korban pembungkaman, seorang warga yang hanya ingin mempertanyakan keuangan desa.

Baca Juga:  25 Tahun Menanti Perhatian: Anak-anak Citamiang Garut dan Jalan Terjal Menuju Sekolah

Dedi Mulyadi Turun Tangan

Menanggapi viralnya kasus ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah cepat. Ia memfasilitasi pertemuan antara Holis dan keluarga Kades Panggalih, dengan tujuan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Berdasarkan video di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, pertemuan itu sempat terasa tegang. Dedi bertindak sebagai penengah, memastikan tidak ada warga yang dikriminalisasi hanya karena mengkritik demi kemajuan daerahnya.

“Makanya sekarang kita ngomong ke Bapak Kades, nah dari keluarganya dijamin gak, gak akan ada kekerasan?” tanya Dedi Mulyadi kepada keluarga Kades.
“Dijamin Pak,” jawab keluarga.
“Tidak akan ada lagi intimidasi dijamin tidak?” tanya Dedi Mulyadi lagi.
“Dijamin,” ucap keluarga Kades.

Pertemuan berakhir damai, keluarga Kades meminta maaf secara terbuka kepada Holis, dan sepakat untuk tidak menempuh jalur hukum. Semua tampak berakhir manis, dan publik pun awalnya merasa lega.

Plot Twist: Sikap Holis yang Viral

Namun, kejutan muncul setelah pertemuan tersebut. Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @kabar_kdm_hari_ini, Holis terlihat menghitung kembali uang yang diberikan Dedi Mulyadi untuk modal usahanya. Aksi ini, meski spontan, dianggap banyak netizen tidak sopan dan kurang ajar.

“URANG NU NONTON NA ERA KOMO ASLINA,” komentar seorang netizen.
“Kayak ngambil gajih takut kurang,” tulis netizen lain.
“Mungkin Holis kesenengan belum pernah lihat uang banyak, jadi dia penasaran. Kita nggak usah riweh, anggap aja anak kecil lagi bahagia dapat uang dari mbahnya,” komentar lainnya.

Baca Juga:  Daftar ke KPU Jabar, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Bakal Diarak dari Stadion Sidolig

Momen itu membuat sebagian netizen yang tadinya membela Holis menjadi antipati. Dari korban yang menginspirasi, ia kini menjadi sorotan karena adab yang dianggap kurang.

Holis sendiri langsung mengunggah klarifikasi melalui akun Instagram @holis4115:

“Panginteun abdi teh didinya teh grogi, salah tingkah abdinya, sanes abdi bade sombong, hapunten abdi,” tulisnya.
“Hapunten, abdi seeur kahilapanna, kapayunan abdi bade diperbaiki deui,” lanjutnya.

Menurutnya, sikap tersebut spontan karena gugup dan terkejut diberikan uang dalam jumlah cukup besar.

Pelajaran Adab dan Transparansi

Kasus Holis menjadi pengingat penting bagi publik: keberanian menyuarakan kebenaran harus dibarengi dengan adab. Dari awal, niat Holis memviralkan kondisi jalan desa semata-mata ingin menegakkan transparansi. Namun, sikap spontan di hadapan pejabat publik, walau tidak bermaksud buruk, membuat citranya sedikit ternodai.

Netizen pun belajar, bahwa di era digital, publik figur maupun warga biasa harus mampu menjaga etika dalam interaksi, terutama saat dihadapkan pada situasi formal atau diberikan bantuan oleh pejabat.

Jejak Viral Holis dan Dampaknya

Sebelumnya, video Holis yang menyoroti kondisi jalan desa sudah cukup membuat geger publik. Dalam video tersebut, seorang anggota keluarga Kades terlihat membentak Holis. Nada suara tinggi dan ekspresi intimidatif memicu kemarahan netizen, hingga Gubernur Dedi Mulyadi turun tangan.

Baca Juga:  Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Jabar Luncurkan E-Budgeting Desa dan E-Voting Pilkades

Kasus ini bahkan mendapat perhatian pejabat daerah lain, termasuk Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang menyayangkan sikap keluarga Kades. Ia meminta Desa Panggalih diaudit agar transparansi keuangan dapat dipastikan.

Ironisnya, Holis yang semula menjadi simbol keberanian warga biasa, kini harus menghadapi sorotan publik yang berbeda. Dari pahlawan kecil yang menginspirasi, ia berubah menjadi figur kontroversial karena momen kecil yang viral.

Kesimpulan

Kasus Holis Muhlisin bukan hanya soal jalan rusak atau intimidasi keluarga Kades. Ia menjadi pelajaran hidup tentang keseimbangan antara keberanian menyuarakan kebenaran dan menjaga adab. Kejadian ini menunjukkan bahwa publik bisa berubah sikap dalam sekejap, dari simpati menjadi kritik tajam, tergantung pada persepsi mereka terhadap perilaku seseorang.

Holis tetap menjadi figur yang menarik perhatian, bukan hanya karena viral sebelumnya, tetapi juga karena plot twist dalam interaksinya dengan Dedi Mulyadi. Dalam perjalanan hidupnya, Holis mengingatkan kita bahwa keberanian dan sopan santun harus berjalan beriringan, terutama ketika sorotan publik begitu besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi

Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.