Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PSSI Ungkap Alasan Elkan Baggott Lama Absen dari Timnas Indonesia, Bukan Gara-gara Pelatih

Sabtu, 7 Maret 2026 06:43 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak

Sabtu, 7 Maret 2026 06:26 WIB
Persib Bandung

Jadwal Pekan 25 BRI Super League 2026: Persib Bandung Incar Kemenangan, Borneo FC Tantang Persebaya

Sabtu, 7 Maret 2026 06:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PSSI Ungkap Alasan Elkan Baggott Lama Absen dari Timnas Indonesia, Bukan Gara-gara Pelatih
  • Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak
  • Jadwal Pekan 25 BRI Super League 2026: Persib Bandung Incar Kemenangan, Borneo FC Tantang Persebaya
  • Liverpool Bungkam Wolves 3-1 di Molineux, The Reds Jadi Tim Pertama Lolos ke Perempat Final Piala FA
  • TikTok Heboh, Ini Fakta di Balik Video ‘Chindo Adidas’ yang Viral
  • Cek Aturan THR PNS 2026: Cair Sebelum atau Setelah Lebaran?
  • Hari ke-17 Ramadhan 1447 H: Jadwal Imsak di Bandung Hari Ini!
  • Link Video Andini Permata Kembali Viral, Lonjakan Pencarian Picu Rasa Penasaran Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Iran Dihantam Krisis Moneter, Nilai Tukar Rial Merosot Tajam

By Aga GustianaSelasa, 13 Januari 2026 12:51 WIB3 Mins Read
Mata uang Iran. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Iran memasuki awal 2026 dengan tekanan besar dari dalam negeri. Krisis ekonomi yang kian parah memicu gelombang demonstrasi di berbagai wilayah, di tengah melemahnya nilai mata uang dan lonjakan harga kebutuhan pokok. Pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian kini menghadapi ujian serius akibat kombinasi inflasi tinggi dan kepercayaan publik yang terus menurun.

Mengutip laporan Al Jazeera pada Senin (12/1), aksi protes tercatat berlangsung di sejumlah kota. Salah satu yang paling menonjol terjadi pada Selasa malam di Abdanan, sebuah kota di Provinsi Ilam, wilayah tengah Iran. Rekaman yang beredar memperlihatkan ribuan warga turun ke jalan, membentuk arak-arakan panjang sambil melontarkan teriakan protes.

Unjuk rasa tersebut melibatkan berbagai kelompok usia. Anak-anak yang digandeng orang tua hingga warga lanjut usia terlihat memenuhi ruas jalan kota kecil itu, mencerminkan luasnya dampak krisis ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Merespons situasi tersebut, pemerintah Iran segera meningkatkan pengawasan keamanan dan memberlakukan pembatasan akses internet sejak Kamis (8/1/2026). Namun langkah itu dinilai tidak efektif. Aksi demonstrasi tetap berlangsung meski ruang digital dibatasi.

Tekanan Ekonomi dan Kejatuhan Rial

Akar persoalan demonstrasi ini berawal dari kondisi ekonomi yang terus memburuk. Nilai tukar rial mengalami tekanan berat, sementara daya beli masyarakat merosot tajam. Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari menjadi pemicu utama kemarahan publik.

Bloomberg melaporkan bahwa mata uang Iran telah lama berada dalam posisi rapuh akibat sanksi Barat dan praktik korupsi yang menggerogoti sistem ekonomi. Situasi ini semakin memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas finansial negara.

Pada akhir Desember 2025, nilai rial tercatat anjlok sekitar 45 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Kepanikan mendorong warga mengalihkan tabungan mereka ke mata uang asing, emas, maupun aset properti sebagai langkah penyelamatan nilai kekayaan.

Kondisi tersebut diperparah oleh kebijakan nilai tukar bertingkat. Pemerintah memberikan subsidi impor kepada entitas tertentu, namun sistem ini justru membuka celah penyalahgunaan dan memperkuat persepsi ketidakadilan ekonomi di kalangan publik.

“Selama inflasi masih menjadi masalah kronis dalam perekonomian, berharap nilai tukar yang stabil tidaklah realistis,” terang Ekonom Mohammad Kohandal, dikutip CNBC.

Selain persoalan domestik, tekanan eksternal turut memperburuk situasi. Sanksi internasional terkait program nuklir Iran membatasi ekspor minyak dan mempersempit akses ke sistem perbankan global. Akibatnya, kemampuan negara dalam memperoleh serta mengelola devisa menjadi sangat terbatas.

Harga minyak dunia yang melemah turut menekan anggaran negara. Minyak mentah Brent tercatat turun 18 persen sepanjang 2025, berada di kisaran USD60 per barel. Angka ini jauh dari kebutuhan Iran yang diperkirakan mencapai USD165 per barel untuk menyeimbangkan anggaran negara, menurut perhitungan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Mei lalu.

Sikap Pemerintah dan Ketegangan Geopolitik

Presiden Masoud Pezeshkian akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang protes tersebut. Dalam wawancara di televisi pemerintah pada Minggu, ia menuding campur tangan asing sebagai faktor pemicu instabilitas.

Pezeshkian menyebut Amerika Serikat dan Israel berupaya “menabur kekacauan dan ketidaktertiban” di Iran dengan mengarahkan “kerusuhan”. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menjauh dari pihak yang disebutnya sebagai “perusuh dan teroris”.

Nada serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf. Ia memperingatkan Washington agar tidak salah langkah dalam membaca situasi kawasan.

“Mari kita perjelas, jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kita,” kata Qalibaf, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pernyataan keras ini muncul di tengah memori konflik bersenjata yang masih segar. Tahun lalu, Iran terlibat perang selama 12 hari dengan Israel dan Amerika Serikat setelah serangan mendadak Israel pada Juni. Dalam konflik tersebut, fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran serangan udara AS.

Serangan itu menelan korban ratusan orang, termasuk warga sipil, pejabat militer, dan ilmuwan. Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal balistik ke sejumlah kota di Israel, yang mengakibatkan 28 orang tewas di pihak Israel.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Inflasi Iran Krisis Ekonomi Iran Mata Uang Iran Nilai Tukar Iran Rial Iran Sanksi Internasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak

Cek Aturan THR PNS 2026: Cair Sebelum atau Setelah Lebaran?

Hari ke-17 Ramadhan 1447 H: Jadwal Imsak di Bandung Hari Ini!

Persis Ramadan Expo 2026: Ajang UMKM Lokal Tembus Pasar Lebaran di Bandung!

Data Mudik 2026: Lebih dari 25 Juta Warga Jabar Siap Mudik, Bogor Jadi Titik Terpadat

Resmi Diumumkan! THR Pensiunan 2026 Mulai Dibayar 5 Maret, Simak Rincian Lengkapnya

Terpopuler
  • Jadwal Penukaran Uang Baru di Bandung 2026 Resmi Dibuka, Ini 4 Lokasi Program SERAMBI BI
  • Link Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Netizen Ramai Cari Versi Asli
  • ‘Mukena Pink’ Viral di TikTok: Pencarian Link Video Tanpa Sensor Ramai Jadi Sorotan
  • ‎Jangan Sampai Terlewat! Ini Waktu Adzan Maghrib Bandung Minggu 1 Maret 2026
  • Link Video No Sensor Ukhti Mukena Pink Viral, Versi Panjang Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.