bukamata.id – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola internasional. Satu kursi di putaran final Piala Dunia 2026 mendadak kosong setelah Timnas Iran secara resmi menyatakan mundur dari turnamen paling bergengsi sejagat tersebut. Keputusan ini diambil di tengah memanasnya suhu geopolitik di Timur Tengah.
Mundurnya Iran memicu spekulasi liar mengenai siapa yang akan mengisi lubang tersebut. Di tengah perdebatan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Italia, muncul harapan bagi Timnas Indonesia untuk mencoba peruntungan melalui lobi di konfederasi AFC.
Alasan Di Balik Mundurnya Iran
Ketegangan politik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel menjadi pemicu utama. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan bahwa sangat tidak mungkin bagi timnya untuk bertanding di tanah Amerika. Terlebih, kondisi dalam negeri Iran sedang berduka atas wafatnya Ali Khamenei pada Februari lalu.
Donyamali memberikan pernyataan keras terkait alasan boikot ini:
“Karena pemerintah korup ini telah membunuh pemimpin kami, kami tidak berniat untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia (2026),” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa situasi perang yang berkepanjangan membuat partisipasi mereka menjadi mustahil.
“Dua perang telah menimpa kami dalam delapan atau sembilan bulan dan beberapa ribu warga negara kami telah tewas. Oleh karena itu, kami tidak memiliki peluang untuk berpartisipasi dengan cara ini,” lanjut Donyamali.
Skenario Pengganti: Italia atau Tetap Zona Asia?
Mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United, René Meulensteen, memberikan pandangannya. Menurutnya, jika merujuk pada regulasi peringkat, ada dua kandidat kuat yang bisa mengambil “durian runtuh” ini.
Kandidat pertama adalah UEA karena statusnya sebagai tim AFC dengan ranking tertinggi yang belum lolos.
“Dari zona AFC, UEA adalah tim dengan ranking FIFA tertinggi. Dengan itu, UEA akan mengambil tempat Iran,” tutur Meulensteen dalam wawancara dengan talkSPORT.
Namun, ada skema lain yang bisa membawa raksasa Eropa, Italia, kembali ke panggung dunia. Jika FIFA memilih tim dengan peringkat global tertinggi yang absen, maka Gli Azzurri yang berada di peringkat 12 dunia akan diuntungkan.
“Namun ada juga kemungkinan FIFA akan mendorong tim dengan peringkat FIFA tertinggi untuk menggantikan Iran, yaitu Italia,” jelas Meulensteen.
Bagaimana Peluang Indonesia?
Meski UEA dan Italia secara hitung-hitungan ranking lebih unggul, namun dinamika FIFA sering kali mengejutkan. Indonesia, yang memiliki basis massa penggemar sepak bola terbesar di dunia, bisa saja menjadi pertimbangan “wildcard” jika AFC dan FIFA mempertimbangkan faktor komersial dan atmosfer turnamen.
Jika slot Iran tetap diberikan kepada sesama wakil Asia (AFC), Indonesia bisa saja melakukan manuver administratif atau berharap pada skema play-off ulang yang melibatkan tim-tim terbaik di kualifikasi sebelumnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










