Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor

Senin, 16 Maret 2026 06:00 WIB

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Senin, 16 Maret 2026 03:00 WIB
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor
  • Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jadwal Masak Dini Diduga Picu Keracunan Massal di Bandung Barat

By SusanaSelasa, 23 September 2025 13:56 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menduga jadwal masak yang terlalu dini oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pemicu keracunan ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Jadwal masak yang tidak sesuai standar berpotensi menurunkan kualitas makanan hingga basi.

Keracunan massal tersebut diduga disebabkan oleh makanan yang sudah tidak layak konsumsi yang dikirim dari Dapur SPPG Cipari.

Menu makanan saat itu terdiri atas nasi, ayam kecap, tahu goreng, melon, serta lalapan sayuran seperti selada, tomat, dan timun.

“Dapur yang di Cipari memang memasaknya terlalu dini. Jadi ketika didistribusikan makanan sudah tidak bagus (tidak layak konsumsi),” ujar perwakilan BGN sekaligus Koordinator SPPG Bandung Barat, Gani Djunjunan, saat ditemui di Cipongkor.

Untuk sementara waktu, operasional Dapur SPPG Cipari dihentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Baca Juga:  Kasus Keracunan Massal MBG di Cipongkor Tembus 1.000 Korban

“Dapur SPPG Cipari itu akan berhenti operasional dahulu sampai ada hasil laboratorium. Hasilnya keluar sekitar dua pekan ke depan, semoga bisa lebih cepat,” kata Gani.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan operasional dapur SPPG di KBB sejauh ini selalu melibatkan ahli gizi, tetapi pihaknya tetap melakukan evaluasi internal.

Baca Juga:  Kasus Keracunan Massal MBG di Cipongkor Tembus 1.000 Korban

“Dilibatkan. Tapi ini mungkin jadi evaluasi untuk kepala SPPG-nya,” jelasnya.

Setiap harinya, Dapur SPPG Cipari memproduksi dan mendistribusikan ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Cipongkor.

“Kalau produksi hari ini 3.647 paket. Untuk detail sekolahnya saya kurang tahu,” tandas Gani.

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat hingga Selasa (24/9/2025) pukul 00.00 WIB terdapat 301 korban keracunan massal. Mayoritas merupakan pelajar mulai dari PAUD hingga SMK.

Korban mendapat penanganan medis di lima titik, yaitu:

  • Puskesmas Cipongkor: 116 orang
  • Bidan Desa Sirnagalih: 13 orang
  • RSUD Cililin: 27 orang
  • Posko Kecamatan Cipongkor: 127 orang
  • RSIA Anugrah: 18 orang
Baca Juga:  352 Pelajar Keracunan Massal di Cipongkor, BGN Hentikan Sementara Dapur MBG

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah KBB.

“Saya sedang koordinasi dengan koordinatornya. Tentu evaluasi sangat penting karena ini menyangkut nyawa,” kata Asep.

Keputusan kelanjutan program MBG akan menunggu hasil laboratorium.

“Kami evaluasi bagaimana dari pihak SPPG Bandung Barat, apakah MBG-nya dilanjut atau dihentikan. Informasi sementara, arahan dari pusat diberhentikan dahulu selagi menunggu hasil lab,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN SPPG Cipari dapur SPPG Bandung Barat evaluasi program MBG keracunan makanan Bandung Barat keracunan massal Cipongkor Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.