bukamata.id – Proyek jalan lingkar Padalarang-Cipatat yang sempat tersendat bertahun-tahun akhirnya menemui babak baru.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan turun tangan langsung melakukan percepatan pembebasan lahan yang menjadi hambatan utama.
Jalan lingkar sepanjang 7 kilometer ini digadang-gadang sebagai solusi permanen kemacetan di Padalarang, pintu masuk utama Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pembangunan infrastruktur strategis tersebut dimulai sejak 2022 dengan melintasi dua kecamatan, Saguling dan Cipatat.
Sedikitnya ada lima desa yang terdampak pembangunan, yakni Cikande, Bojonghaleuang, Gunungmasigit, Citatah, dan Cipatat.
Proyek dengan nilai investasi Rp100 miliar itu sepenuhnya didanai lewat skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Belaputera Intiland, pengembang Kota Baru Parahyangan.
Rencananya, jalur baru ini akan menghubungkan kawasan perumahan elit Kota Baru Parahyangan hingga Cibogo, Desa Citatah.
Namun sejak awal pengerjaan, proyek ini mangkrak akibat tersendat pembebasan lahan yang tak kunjung tuntas.
“Betul kita sudah teken MoU dengan pak gubernur terkait jalan lingkar Padalarang-Cipatat. Selain itu ada juga pembangunan ruas jalan dari Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Kereta Cepat Padalarang. Dua jalan itu memang sudah digagas sejak dulu, namun progresnya terkendala lahan,” kata Sekda Bandung Barat, Ade Zakir, saat dikonfirmasi.
Menurutnya, Pemda Bandung Barat tidak memiliki cukup anggaran untuk membebaskan lahan sehingga proyek berhenti di tengah jalan.
Melalui kesepakatan baru, pembebasan lahan kini diambil alih Pemprov Jabar dengan dukungan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kota Baru Parahyangan, serta Pemda Bandung Barat.
“Sekarang pak Gubernur Dedi Mulyadi punya komitmen untuk membebaskan lahan yang jadi hambatan,” jelas Ade.
Dari total panjang 7 kilometer, 5 kilometer lahan sudah lebih dulu dibebaskan oleh pihak pengembang Kota Baru Parahyangan.
Sementara sisanya, sekitar 2 kilometer, akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Barat.
“Jadi untuk di ruas jalan lingkar Padalarang-Cipatat ada sekitar 2 kilometer lagi lahan yang belum dibebaskan. Sedangkan 5 kilometer sisanya telah dibebaskan oleh pengembang Kota Baru Parahyangan. Dari KCIC juga sama, cuma detail luasnya saya belum tahu,” lanjutnya.
Ade menuturkan, pembebasan lahan oleh Pemprov Jawa Barat dijadwalkan mulai akhir 2025.
Apabila tidak ada kendala, pengerjaan fisik proyek jalan lingkar bisa dimulai pada awal 2026.
“Jalan lingkar Padalarang-Cipatat semua pembangunan fisik didanai Kota Baru Parahyangan. Sedangkan jalan dari stasiun kereta cepat ke Kota Baru Parahyangan itu ada MoU internal antara pengembang dan KCIC. Yang jelas untuk fisik gak ada dari APBD. Semoga nanti kemacetan bisa diatasi,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










