Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Rabu, 13 Mei 2026 22:55 WIB

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Rabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 13 Mei 2026 21:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda
  • Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan
  • Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Ledakan Sampah Plastik, PWI Bandung Barat Bagikan Daging Kurban Pakai Besek

By Aga GustianaSabtu, 7 Juni 2025 16:00 WIB3 Mins Read
PWI Bandung Barat bagikan daging kurban pakai besek. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan limbah plastik saat Iduladha kembali menjadi sorotan, terutama di wilayah Bandung Raya yang kini tengah berjibaku dengan kondisi darurat sampah. Di tengah kelebihan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, penggunaan kantong plastik pembungkus daging kurban justru makin marak.

Prihatin dengan situasi tersebut, sekelompok jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung Barat menginisiasi aksi ekologis saat perayaan Iduladha tahun ini. Mereka membagikan puluhan paket daging kurban kepada keluarga prasejahtera dengan menggunakan besek, wadah tradisional dari anyaman bambu yang ramah lingkungan.

“Setiap tahun, kita menyaksikan bagaimana Iduladha menjadi momen di mana gunung sampah plastik semakin menjulang. Ini adalah ironi, di satu sisi kita berbagi keberkahan, di sisi lain kita mewariskan masalah lingkungan yang tak kalah besar,” ungkap Hendra Hidayat, Ketua PWI Kabupaten Bandung Barat, saat ditemui di Padalarang, Sabtu (7/6/2025).

Solusi Nyata dari Wadah Tradisional

Penggunaan besek bambu dalam distribusi daging kurban bukan hanya simbolik, melainkan bentuk nyata dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.

Baca Juga:  Daging Kurban Diolah Jadi Sate Maranggi, Simak Resepnya Ala Chef Devina

“Besek ini biodegradable, bisa terurai dengan sendirinya, tidak seperti plastik yang membutuhkan ratusan tahun untuk bisa terurai. Ini adalah jawaban konkret atas persoalan yang terus berulang,” tegas Hendra.

Menurutnya, perubahan gaya hidup menuju konsumsi yang lebih sadar lingkungan harus dimulai dari tingkat individu, tetapi negara tidak boleh tinggal diam.

“Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri, dari rumah tangga. Tapi, pemerintah juga harus hadir dengan kebijakan yang mendukung, bukan hanya retorika,” imbuhnya.

Darurat Sampah Plastik di Bandung Raya

Masalah sampah, khususnya plastik, bukan hal baru di Bandung Raya. TPA Sarimukti yang menjadi andalan pembuangan sampah dari berbagai daerah seperti Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat kerap dilanda krisis, mulai dari kebakaran hingga kelebihan kapasitas.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023 mencatat, timbulan sampah nasional mencapai 35,9 juta ton per tahun, dengan 18,3% di antaranya adalah sampah plastik. Momentum seperti Iduladha disebut-sebut menjadi pemicu lonjakan timbulan ini.

Baca Juga:  Darurat Sampah Jilid Sekian: Kuota Sarimukti Dibatasi, 4.000 Ton Sampah Bandung Menumpuk

Di Bandung Barat sendiri, volume sampah harian telah mencapai 200 ton, namun kapasitas pengangkutan ke TPA Sarimukti hanya sekitar 150 ton. Artinya, puluhan ton sisanya mengendap di lingkungan masyarakat, didominasi oleh plastik sekali pakai.

“Plastik-plastik ini mencemari tanah, air, bahkan udara jika dibakar. Mikroplastik sudah ditemukan di mana-mana, masuk ke dalam rantai makanan kita. Ini bukan lagi soal estetika, tapi soal kesehatan dan keberlanjutan hidup,” jelas Hendra.

Dorongan Regulasi dan Insentif Lingkungan

Melalui kampanye Iduladha tanpa plastik ini, PWI Bandung Barat mendorong pemerintah daerah untuk bertindak lebih tegas dalam merumuskan kebijakan pengurangan sampah plastik.

“Kami berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Bandung Barat maupun Provinsi Jawa Barat, dapat mengeluarkan peraturan daerah yang melarang atau membatasi penggunaan plastik sekali pakai, terutama untuk acara-acara besar seperti hari raya atau kegiatan kemasyarakatan,” ujar Hendra.

Baca Juga:  Geger, Jasad Ibu dan Anak Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Citarum

Ia juga menyarankan adanya insentif bagi masyarakat yang memilih menggunakan wadah ramah lingkungan, serta penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih memadai.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pentingnya gerakan edukasi berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar terhadap bahaya plastik.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama. Kita harus bersatu untuk menjaga bumi ini tetap lestari bagi generasi mendatang,” tandasnya.

Mengubah Tradisi, Menyelamatkan Masa Depan

Aksi kecil namun bermakna dari para jurnalis di Bandung Barat ini menjadi contoh bahwa perayaan keagamaan bisa selaras dengan kepedulian lingkungan. Iduladha tak sekadar soal ibadah kurban, tetapi juga momentum merefleksikan tanggung jawab sosial dan ekologis umat.

Dengan langkah seperti ini, diharapkan makin banyak pihak yang terinspirasi untuk menjadikan tradisi kurban sebagai ajang berbagi keberkahan tanpa meninggalkan jejak kerusakan lingkungan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat daging kurban Idul Adha PWI sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pakar ITB Kritik Wacana PKB Diganti Jalan Provinsi Berbayar: Campur Dua Hal Berbeda

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.