Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Ledakan Sampah Plastik, PWI Bandung Barat Bagikan Daging Kurban Pakai Besek

By Aga GustianaSabtu, 7 Juni 2025 16:00 WIB3 Mins Read
PWI Bandung Barat bagikan daging kurban pakai besek. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan limbah plastik saat Iduladha kembali menjadi sorotan, terutama di wilayah Bandung Raya yang kini tengah berjibaku dengan kondisi darurat sampah. Di tengah kelebihan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, penggunaan kantong plastik pembungkus daging kurban justru makin marak.

Prihatin dengan situasi tersebut, sekelompok jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung Barat menginisiasi aksi ekologis saat perayaan Iduladha tahun ini. Mereka membagikan puluhan paket daging kurban kepada keluarga prasejahtera dengan menggunakan besek, wadah tradisional dari anyaman bambu yang ramah lingkungan.

“Setiap tahun, kita menyaksikan bagaimana Iduladha menjadi momen di mana gunung sampah plastik semakin menjulang. Ini adalah ironi, di satu sisi kita berbagi keberkahan, di sisi lain kita mewariskan masalah lingkungan yang tak kalah besar,” ungkap Hendra Hidayat, Ketua PWI Kabupaten Bandung Barat, saat ditemui di Padalarang, Sabtu (7/6/2025).

Solusi Nyata dari Wadah Tradisional

Penggunaan besek bambu dalam distribusi daging kurban bukan hanya simbolik, melainkan bentuk nyata dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.

“Besek ini biodegradable, bisa terurai dengan sendirinya, tidak seperti plastik yang membutuhkan ratusan tahun untuk bisa terurai. Ini adalah jawaban konkret atas persoalan yang terus berulang,” tegas Hendra.

Menurutnya, perubahan gaya hidup menuju konsumsi yang lebih sadar lingkungan harus dimulai dari tingkat individu, tetapi negara tidak boleh tinggal diam.

“Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri, dari rumah tangga. Tapi, pemerintah juga harus hadir dengan kebijakan yang mendukung, bukan hanya retorika,” imbuhnya.

Darurat Sampah Plastik di Bandung Raya

Masalah sampah, khususnya plastik, bukan hal baru di Bandung Raya. TPA Sarimukti yang menjadi andalan pembuangan sampah dari berbagai daerah seperti Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat kerap dilanda krisis, mulai dari kebakaran hingga kelebihan kapasitas.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023 mencatat, timbulan sampah nasional mencapai 35,9 juta ton per tahun, dengan 18,3% di antaranya adalah sampah plastik. Momentum seperti Iduladha disebut-sebut menjadi pemicu lonjakan timbulan ini.

Di Bandung Barat sendiri, volume sampah harian telah mencapai 200 ton, namun kapasitas pengangkutan ke TPA Sarimukti hanya sekitar 150 ton. Artinya, puluhan ton sisanya mengendap di lingkungan masyarakat, didominasi oleh plastik sekali pakai.

“Plastik-plastik ini mencemari tanah, air, bahkan udara jika dibakar. Mikroplastik sudah ditemukan di mana-mana, masuk ke dalam rantai makanan kita. Ini bukan lagi soal estetika, tapi soal kesehatan dan keberlanjutan hidup,” jelas Hendra.

Dorongan Regulasi dan Insentif Lingkungan

Melalui kampanye Iduladha tanpa plastik ini, PWI Bandung Barat mendorong pemerintah daerah untuk bertindak lebih tegas dalam merumuskan kebijakan pengurangan sampah plastik.

“Kami berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Bandung Barat maupun Provinsi Jawa Barat, dapat mengeluarkan peraturan daerah yang melarang atau membatasi penggunaan plastik sekali pakai, terutama untuk acara-acara besar seperti hari raya atau kegiatan kemasyarakatan,” ujar Hendra.

Ia juga menyarankan adanya insentif bagi masyarakat yang memilih menggunakan wadah ramah lingkungan, serta penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih memadai.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pentingnya gerakan edukasi berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar terhadap bahaya plastik.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama. Kita harus bersatu untuk menjaga bumi ini tetap lestari bagi generasi mendatang,” tandasnya.

Mengubah Tradisi, Menyelamatkan Masa Depan

Aksi kecil namun bermakna dari para jurnalis di Bandung Barat ini menjadi contoh bahwa perayaan keagamaan bisa selaras dengan kepedulian lingkungan. Iduladha tak sekadar soal ibadah kurban, tetapi juga momentum merefleksikan tanggung jawab sosial dan ekologis umat.

Dengan langkah seperti ini, diharapkan makin banyak pihak yang terinspirasi untuk menjadikan tradisi kurban sebagai ajang berbagi keberkahan tanpa meninggalkan jejak kerusakan lingkungan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat daging kurban Idul Adha PWI sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.