bukamata.id – Video sopir bus Rosalia Indah yang ugal-ugalan di Tol Trans Jawa kembali viral, memicu kritik publik terhadap keselamatan dan manajemen perusahaan. Insiden ini menyorot masalah lama yang kerap menimpa PO Rosalia Indah.
Bus dikemudikan Marco Sony terekam melaju di bahu jalan sebelum tiba-tiba berpindah ke lajur kanan, hampir menabrak mobil lain. Pengunggah video menulis, “Karena hal tersebut dia (sopir bus) seperti marah besar, sehingga membuntuti saya sampai rest area 275 A, di mana saya mengisi (daya) listrik mobil saya.”
Sesampainya di rest area, sopir turun dan menghadapi pengendara mobil, melontarkan kata-kata kasar hingga menyentuh fisik, menepak handphone pengunggah sampai mati dan restart beberapa kali.
Insiden ini menegaskan masalah lama perusahaan, mulai dari perilaku sopir ugal-ugalan hingga pencurian barang penumpang. Manajemen PO Rosalia Indah telah membebastugaskan sopir dan menegaskan aturan internal yang melarang tindakan berbahaya.
Jejak Masalah Lain yang Pernah Menimpa Rosalia Indah
Kasus sopir ugal-ugalan hanyalah salah satu dari rangkaian masalah yang pernah menimpa PO Rosalia Indah. Sejumlah insiden sebelumnya menimbulkan kritik terhadap penanganan manajemen, termasuk respons lambat dan klaim tidak bertanggung jawab, meski kadang ada permintaan maaf dan investigasi internal.
- Pencurian Barang Penumpang
Modus operandi kerap melibatkan penggantian barang berharga (laptop, HP, iPad) dengan benda lain seperti buku atau keramik, sering terjadi saat penumpang tertidur. Kasus viral mencakup Widino Arnoldy (Desember 2023, iPad hilang) dan Rizqi Prasetiawan (Oktober 2024, laptop hilang), memicu laporan serupa dari penumpang lain. - Kecelakaan Lalu Lintas
Insiden tunggal pernah terjadi di Tol Batang-Semarang (April 2024), diduga akibat microsleep sopir, menewaskan 7 orang dan melukai banyak lainnya. Bus pengganti yang digunakan saat itu juga diduga dalam kondisi kurang optimal, seperti AC mati dan kabin downgrade, memperburuk pengalaman penumpang. - Aksi Ugal-Ugalan dan Pelanggaran Lalu Lintas
Selain kasus terbaru, beberapa sopir terekam melakukan manuver berbahaya di tol, menggunakan bahu jalan, mengebut, atau memotong jalur secara tiba-tiba. Manajemen merespons dengan memberikan sanksi tegas, namun insiden ini menimbulkan sorotan berulang soal etika dan pengawasan sopir. - Pelayanan Kurang Memuaskan
Respons manajemen sering dianggap lambat saat menangani keluhan, terutama kasus pencurian. Ada dugaan keterlibatan kru bus yang menyamar sebagai penumpang dalam beberapa kasus, menurut mantan karyawan, menimbulkan pertanyaan soal pengawasan internal.
Jejak masalah ini menunjukkan tantangan besar bagi PO Rosalia Indah dalam menjaga reputasi dan keselamatan. Insiden sopir ugal-ugalan terbaru hanyalah salah satu bagian dari pola masalah yang berulang, menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat dan standar operasional yang konsisten demi keselamatan penumpang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









